Wonogiri Jadi Panggung Paralayang Dunia ,78 Atlet Enam Negara Siap Taklukkan Bukit Joglo
Menurutnya, kompetisi ini bukan sekadar perlombaan untuk menentukan siapa yang tercepat atau terbaik. Di balik setiap penerbangan, terdapat perjuangan panjang untuk mengasah teknik, menjaga kondisi fisik, sekaligus mengendalikan mental. “Serangkaian kegiatan dalam International Paragliding Cross Country Championship akan diadakan dalam beberapa hari ke depan. Tentu setiap atlet akan menampilkan teknik terbaik, yang akan menguras kemampuan fisik dan mental, baik dari para atlet dan juga ofisial untuk keluar sebagai juara,” kata Setyo.
Ia mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar event internasional tersebut berlangsung aman, lancar, dan memberikan manfaat yang lebih luas. “Kami berharap kejuaraan ini sukses dalam penyelenggaraan, sukses dalam mencetak prestasi, dan pada akhirnya memberi dampak positif dan menjadi satu pengalaman terbaik bagi semua pihak,” ujarnya.
Bagi Wonogiri, kejuaraan ini juga membawa pesan penting tentang potensi daerah. Kabupaten Wonogiri memiliki bentang alam yang beragam, mulai dari kawasan hutan dan pegunungan hingga wilayah pesisir. Kekayaan tersebut dinilai menjadi modal besar untuk mengembangkan pariwisata sekaligus olahraga berbasis alam.
“Potensi wisata terus dikembangkan, sementara itu, potensi olahraga terus diupayakan untuk dapat berkembang dan mampu bersaing di zona regional, hingga nasional dan bahkan hingga internasional,” jelas Setyo.
Wonogiri sendiri bukan kali pertama menjadi tuan rumah olahraga dirgantara. Berbagai kegiatan seperti gantole dan paralayang sebelumnya juga pernah digelar di wilayah ini. Kehadiran PWC Pre-Series 2026 semakin memperkuat posisi Wonogiri sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi untuk pengembangan olahraga dirgantara.
Namun, Setyo mengakui masih ada pekerjaan rumah yang perlu dilakukan, terutama terkait pembinaan atlet lokal. “Harus diakui, ada sejumlah keterbatasan bagi pemerintah daerah untuk memberikan perhatian bagi perkembangan olahraga dirgantara. Landasan sudah ada, akan tetapi jumlah atletnya masih sangat sedikit, dan ini patut menjadi perhatian kita bersama,” ungkapnya.
Karena itu, menurut Setyo, kejuaraan internasional ini diharapkan tidak berhenti sebagai tontonan maupun kompetisi semata. Kehadiran para atlet dari berbagai negara diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda Wonogiri, untuk mengenal dan mencintai olahraga paralayang.
Di sisi lain, event ini juga menjadi kesempatan bagi Wonogiri untuk memperkenalkan keindahan alamnya kepada dunia. Ketika para atlet mengudara dari kawasan Bukit Joglo, yang terlihat bukan hanya lintasan perlombaan, tetapi juga wajah alam Wonogiri yang menjadi bagian dari pengalaman mereka.
.Deretan atlet dari Indonesia, China, Malaysia, Prancis, Korea, dan Nepal siap menunjukkan kemampuan terbaik dalam nomor Cross-Country (XC), yang menuntut perpaduan antara teknik terbang, ketepatan membaca kondisi alam, kekuatan fisik, serta kesiapan mental.
Kepala Dinas Teritorial Lanud Adi Soemarmo, Kolonel Lek Amrico, menyampaikan bahwa dari 78 peserta, sebanyak 68 atlet merupakan wakil Indonesia, terdiri atas 60 atlet putra dan delapan atlet putri. Sementara itu, China mengirim enam atlet, sedangkan Malaysia, Prancis, Korea, dan Nepal masing-masing mengirim satu atlet. Kejuaraan ini tidak hanya menjadi pertemuan para atlet dari berbagai negara, tetapi juga menjadi ruang untuk mengukur kemampuan sekaligus mempererat persahabatan melalui olahraga.
Pada kategori Pre-PWC, sejumlah kelas dipertandingkan, yakni Overall Class, Women Class, Sport Class, Under 26 Class, Master Class bagi atlet berusia 45 tahun ke atas, serta Team Class. Sementara kategori Kejurnas mempertandingkan kelas perorangan putra, perorangan putri, dan beregu.
Sementara Danlanud Adi Soemarmo Solo Marsma TNI Henri Ahmad Badawi membacakan poin-poin utama amanat Panglima TNI. Penyelenggaraan kejuaraan menjadi bagian dari komitmen TNI untuk berkontribusi dalam peningkatan prestasi olahraga nasional, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.
Selain mengejar prestasi, kejuaraan ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi antara atlet TNI, Polri, masyarakat, dan atlet mancanegara. Lebih jauh, kompetisi tersebut diharapkan mampu menjadi pemantik lahirnya generasi baru atlet olahraga dirgantara Indonesia. (Alit /EST /Pimred Cahyospirit).
.jpg)
.jpg)











