Pordes Jatisrono 2026 Berlangsung Meriah, Jatisrono Keluar sebagai Juara Usai Menang Adu Penalti
Jatisrono , Wonogiri KMR— Pekan Olahraga Desa (Pordes) Jatisrono 2026 berlangsung meriah hingga pertandingan terakhir. Antusiasme masyarakat terlihat begitu besar ketika laga final sepak bola mempertemukan Desa Gunungsari dengan Desa Jatisrono di Lapangan Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Jatisrono, pada Rabu (19/8/2026).
Pertandingan final tersebut menjadi salah satu laga yang paling dinantikan dalam rangkaian Pordes Jatisrono tahun ini. Sejak pertandingan dimulai, lapangan dipadati masyarakat yang datang untuk memberikan dukungan kepada tim kebanggaan masing-masing. Penonton berjubel di sekitar lapangan dan suasana pertandingan semakin semarak dengan sorakan serta dukungan dari kedua kubu.
Duel antara Desa Gunungsari dan Desa Jatisrono berlangsung sengit. Kedua kesebelasan sama-sama menunjukkan kualitas permainan dan tidak mudah memberikan ruang kepada lawan. Permainan berlangsung dengan tempo yang cukup tinggi, sementara para pemain berusaha membangun serangan melalui kerja sama antarlini.
Sejumlah umpan matang dan peluang berbahaya tercipta sepanjang pertandingan. Tembakan-tembakan keras serta aksi penyelamatan para penjaga gawang membuat pertandingan semakin menarik untuk disaksikan. Bukan hanya pecinta sepak bola, masyarakat umum yang hadir pun tampak menikmati jalannya laga hingga pertandingan berakhir.
Ketatnya persaingan membuat kedua tim harus bermain penuh konsentrasi. Tidak ada kesebelasan yang mampu memastikan kemenangan dengan mudah. Pertahanan kedua tim tampil cukup disiplin, sedangkan para pemain depan terus berusaha mencari celah untuk mencetak gol.
Hingga waktu pertandingan berakhir, laga final belum menghasilkan pemenang sehingga harus ditentukan melalui adu penalti. Dalam drama adu penalti tersebut, mental dan ketenangan para pemain benar-benar diuji.
Setelah melalui eksekusi penalti yang menegangkan, Desa Jatisrono akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 3-2. Hasil tersebut mengantarkan Desa Jatisrono menjadi juara pertama Pordes Jatisrono 2026, sementara Desa Gunungsari harus puas menempati posisi kedua.
Penyerahan piala kepada juara pertama dilakukan oleh Camat Jatisrono, Danang Sugiyatmoko, S.ST., M.M. Momen penyerahan trofi tersebut disambut penuh kegembiraan oleh para pemain dan pendukung Desa Jatisrono yang telah memenuhi area lapangan.
Sementara itu, Desa Gunungsari berhasil meraih posisi sebagai juara kedua. Sedangkan gelar juara ketiga bersama diberikan kepada Desa Jatisari dan Desa Watangsono atas capaian mereka dalam turnamen tersebut.
Selain penghargaan untuk tim, panitia juga memberikan apresiasi kepada sejumlah pemain yang dinilai memiliki penampilan menonjol selama kompetisi. Penghargaan individu tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi para pemain yang mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya selama Pordes berlangsung.
Penghargaan Best Player diberikan kepada Pata dari Desa Gunungsari. Penampilan Pata dinilai memberikan kontribusi penting bagi perjalanan tim Gunungsari hingga mampu melaju ke partai final.
Sementara itu, gelar Top Skor diraih Riyan Pambudi dari Desa Jatisrono. Ketajamannya di lini depan menjadi salah satu faktor penting yang membantu Jatisrono mencapai hasil terbaik dalam kompetisi tersebut.
Penghargaan lainnya diberikan kepada Jefri Tani dari Desa Jatisrono sebagai kiper terbaik. Sosok Jefri memiliki pengalaman yang cukup menarik dalam perjalanan sepak bolanya. Ia diketahui pernah menjadi pemain Persigun dan merupakan binaan SSB Dragon Ball.
Menurut Kariman, pengamat sekaligus pelatih Sepak Bola kemampuan Jefri sebagai penjaga gawang memang sudah terlihat sejak lama. Ia menilai Jefri memiliki kemampuan yang menonjol dibandingkan rekan-rekannya ketika masih berada di usia pembinaan.
“Memang dari dulu dia bermain lebih menonjol daripada teman-temannya. Kepiawaiannya sebagai penjaga gawang sudah terlihat sejak masa pembinaan,” ujar Kariman.
Menurutnya, penampilan Jefri dalam Pordes Jatisrono 2026 menunjukkan bahwa pembinaan pemain usia muda dapat memberikan hasil positif apabila dilakukan secara berkelanjutan. Pengalaman yang diperoleh pemain sejak berada di sekolah sepak bola menjadi modal penting untuk berkembang ketika bermain di level kompetisi desa maupun pertandingan yang lebih tinggi.
Kariman juga menilai pertandingan final antara Desa Jatisrono dan Desa Gunungsari menjadi gambaran bahwa sepak bola di tingkat desa memiliki potensi yang besar. Persaingan yang ketat, dukungan masyarakat, serta munculnya pemain-pemain yang memiliki kemampuan individu menjadi hal positif bagi perkembangan sepak bola lokal.
Menurutnya, pertandingan seperti Pordes bukan hanya sekadar mencari juara, tetapi juga menjadi ruang bagi pemain untuk mengembangkan kemampuan, membangun mental bertanding, sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.
Final Pordes Jatisrono 2026 pun menjadi penutup yang menarik dari rangkaian kompetisi. Drama adu penalti, aksi para pemain, penyelamatan penjaga gawang, hingga dukungan penonton membuat pertandingan tersebut meninggalkan kesan tersendiri bagi masyarakat yang hadir.
Kemenangan Desa Jatisrono akhirnya menjadi puncak dari perjuangan mereka sepanjang turnamen. Di sisi lain, keberhasilan Desa Gunungsari mencapai partai final juga menunjukkan bahwa persaingan antardesa berlangsung kompetitif dan penuh semangat sportivitas.
Dengan berakhirnya pertandingan final tersebut, Pordes Jatisrono 2026 tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menghadirkan hiburan sekaligus kebanggaan bagi masyarakat. Turnamen ini diharapkan dapat terus digelar dan dikembangkan sehingga semakin banyak talenta sepak bola dari wilayah Jatisrono yang mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Antusiasme penonton yang tetap tinggi hingga pertandingan terakhir menjadi bukti bahwa olahraga, khususnya sepak bola, memiliki tempat yang kuat di tengah masyarakat. Pordes Jatisrono 2026 pun menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kebersamaan, sportivitas, dan pembinaan prestasi olahraga di tingkat desa.(Ady bumi/Pimred Cahyospirit)






.jpg)











