BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

Kepedulian NU Juwiring kepada Jamaah Sepuh dan Masyarakat melalui Reward serta Layanan Kesehatan Gratis

Pemberian reward tersebut diprakarsai oleh Ir. H. Ruslan Rosidi, salah satu tokoh NU sekaligus anggota DPRD yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Kabupaten Klaten.

KLATEN KMR — Semangat kepedulian terhadap jamaah dan masyarakat kembali ditunjukkan oleh warga Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Dalam rangkaian kegiatan pengajian Ahad pagi yang rutin diselenggarakan oleh PCNU Kecamatan Juwiring, Minggu, 23 Agustus 2026, digelar kegiatan pemberian reward atau penghargaan kepada jamaah lanjut usia yang tetap istiqamah mengikuti pengajian.

Kegiatan yang berlangsung di halaman MI Al Ma’arif, Desa Kwarasan, Kecamatan Juwiring, tersebut menjadi momentum untuk memberikan perhatian lebih kepada para jamaah yang telah berusia lanjut, khususnya mereka yang telah memasuki usia 80 tahun ke atas. Meski usia tidak lagi muda, para jamaah sepuh tersebut masih menunjukkan semangat untuk hadir dan mengikuti kegiatan keagamaan secara rutin.

Pemberian reward tersebut diprakarsai oleh Ir. H. Ruslan Rosidi, salah satu tokoh NU sekaligus anggota DPRD yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Kabupaten Klaten. Program tersebut menjadi bentuk penghargaan sekaligus ungkapan rasa hormat kepada para jamaah sepuh yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat Juwiring.

Menurut semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut, kehadiran jamaah lanjut usia bukan sekadar sebagai peserta pengajian, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi yang lebih muda. Ketekunan mereka dalam mengikuti pengajian diharapkan dapat menjadi inspirasi agar tradisi keilmuan, silaturahmi, dan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat terus terjaga.

Suasana kegiatan semakin hangat dengan hadirnya sejumlah tokoh NU serta warga Nahdlatul Ulama dari wilayah Kecamatan Juwiring. Kehadiran para tokoh dan jamaah dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa pengajian Ahad pagi bukan hanya menjadi ruang untuk memperdalam pengetahuan agama, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.

Selain pemberian penghargaan kepada jamaah sepuh, kegiatan tersebut juga diisi dengan layanan kesehatan bagi masyarakat. Panitia menyediakan cek kesehatan gratis serta pengobatan gratis yang ditangani oleh dr. Badrun.

Layanan kesehatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Masyarakat yang hadir dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka tanpa harus mengeluarkan biaya. Kehadiran layanan kesehatan dalam kegiatan keagamaan juga memberikan warna tersendiri karena kegiatan tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi sekaligus memperhatikan kebutuhan kesehatan masyarakat.

Bagi masyarakat, kegiatan seperti ini memiliki arti penting. Kepedulian terhadap kesehatan menjadi semakin relevan, terlebih bagi warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian lebih dalam menjaga kondisi tubuh. Dengan adanya pemeriksaan kesehatan secara gratis, masyarakat setidaknya memperoleh kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya sekaligus mendapatkan arahan mengenai pentingnya menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberadaan organisasi dan warga NU di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kegiatan keagamaan. Kepedulian sosial dan kesehatan juga dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

Antusiasme warga yang mengikuti kegiatan menjadi salah satu gambaran bahwa program sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat mendapatkan respons yang baik. Pemberian reward kepada jamaah sepuh pun memiliki nilai yang lebih luas, karena bukan semata-mata persoalan pemberian hadiah, melainkan bentuk penghormatan terhadap orang-orang yang telah berusia lanjut dan tetap memiliki semangat untuk hadir dalam kegiatan keagamaan.

Di tengah kehidupan masyarakat yang terus mengalami perubahan, keberadaan generasi sepuh memiliki posisi penting. Mereka merupakan bagian dari perjalanan panjang kehidupan sosial dan keagamaan di lingkungan masing-masing. Karena itu, memberikan perhatian dan penghargaan kepada mereka dapat menjadi cara sederhana untuk menjaga penghormatan antargenerasi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Romo Kiai Haji Syamsudin, pengasuh Pondok Pesantren Al Waro Juwiring. Dalam tausiah tersebut, beliau mengangkat tema tentang iman, yang menjadi salah satu fondasi penting dalam kehidupan seorang muslim.

Tema iman menjadi sangat relevan dengan suasana kegiatan yang mempertemukan berbagai kelompok usia. Keimanan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah secara personal, tetapi juga melalui kepedulian kepada sesama, menjaga silaturahmi, menghormati orang yang lebih tua, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Pesan keagamaan yang disampaikan dalam pengajian tersebut diharapkan dapat memberikan penguatan spiritual kepada para jamaah. Terlebih, kegiatan Ahad pagi yang rutin dilaksanakan menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk terus menambah wawasan keagamaan sekaligus mempererat ukhuwah di antara warga.

Kegiatan di halaman MI Al Ma’arif Desa Kwarasan itu pun menjadi contoh bahwa sebuah pengajian dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memiliki manfaat lebih luas. Selain mendapatkan tausiah, jamaah juga memperoleh ruang untuk bersilaturahmi, memberikan penghargaan kepada warga sepuh, serta mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan dan pengobatan secara cuma-cuma.

Warga menyambut baik adanya kegiatan tersebut. Program semacam ini dinilai menjadi bentuk nyata kepedulian warga NU terhadap kondisi masyarakat di Kecamatan Juwiring. Meskipun dimulai dari kegiatan sederhana, manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang hadir.

Kepedulian semacam itu juga diharapkan dapat terus dikembangkan pada kegiatan-kegiatan berikutnya. Dengan menggabungkan nilai keagamaan, sosial, dan kesehatan, kegiatan NU di tingkat kecamatan dapat semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Pemberian reward kepada jamaah berusia 80 tahun ke atas juga menjadi pesan bahwa usia lanjut bukanlah alasan untuk berhenti beraktivitas dan berkarya dalam kehidupan sosial. Semangat para jamaah sepuh dalam menghadiri pengajian justru dapat menjadi contoh bagi generasi muda untuk tetap menjaga semangat belajar agama dan membangun kebersamaan.

Pada akhirnya, kegiatan Ahad pagi di Kecamatan Juwiring tersebut bukan hanya menjadi agenda rutin pengajian. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, menghargai jamaah lanjut usia, meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, serta menumbuhkan semangat berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, warga Nahdlatul Ulama Kecamatan Juwiring menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Reward untuk jamaah sepuh, layanan kesehatan gratis, pengobatan, serta tausiah keagamaan menjadi satu rangkaian kegiatan yang sederhana namun memiliki makna luas bagi masyarakat.

Semangat tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan, sehingga keberadaan NU di tengah masyarakat semakin dirasakan manfaatnya. Bukan hanya sebagai wadah kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat yang hadir untuk menjaga silaturahmi, memberikan penghormatan kepada para sesepuh, dan ikut memperhatikan kesehatan serta kesejahteraan warga.

Dengan demikian, kegiatan yang digelar di halaman MI Al Ma’arif Desa Kwarasan tersebut dapat menjadi contoh kecil bagaimana kepedulian sosial dapat tumbuh dari lingkungan masyarakat sendiri. Sebuah langkah sederhana, tetapi apabila dilakukan secara konsisten dan bersama-sama, dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan warga Kecamatan Juwiring dan sekitarnya.(Aulia/Pimred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar