Dari Limbah Menjadi Gaun, Warga Singodutan Sulap Barang Bekas Jadi Karya Spektakuler
0 menit baca
. Juara I : Matah dengan model Mira Indriani
Selogiri , Wonogiri KMR— Siapa sangka botol plastik, gelas plastik, tutup botol, kardus hingga bungkus detergen dapat berubah menjadi gaun yang memukau di atas panggung? Kreativitas warga Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, membuktikannya dalam Lomba Fashion Show Gaun Daur Ulang Limbah yang digelar dalam rangkaian Malam Puncak Gebyar Kemerdekaan Desa Singodutan di Singodutan Sport Center, (14/8).
Sebanyak delapan dusun/lingkungan ambil bagian dalam kegiatan tersebut, yakni Singodutan, Sanggrahan, Matah, Ngaliyan, Krisak Kulon, Krisak Wetan, Giri Asri, dan Karang Tengah. Masing-masing mengirimkan perwakilan terbaik untuk menampilkan gaun hasil kreativitas berbahan limbah.
Beragam material yang selama ini kerap dipandang sebagai sampah disulap menjadi busana unik dan bernilai estetis. Di antaranya botol dan gelas plastik, ranting pohon, tas kresek, tutup botol air mineral, kardus, bungkus detergen, serta berbagai bahan bekas lainnya.
Tak sekadar menjadi ajang hiburan dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, fashion show tersebut juga menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas warga sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa limbah dapat memiliki nilai guna jika diolah dengan ide dan keterampilan.
Kepala Desa Singodutan, Karsanto, S.E., mengapresiasi kreativitas seluruh warga yang terlibat. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan, kekompakan, dan kebersamaan masyarakat dalam menyukseskan rangkaian kegiatan kemerdekaan.
“Barang-barang bekas yang sering dianggap sebagai limbah ternyata bisa dimanfaatkan untuk produk-produk atau karya yang berguna,” ujar Karsanto.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai perlombaan, tetapi mampu menjadi momentum untuk menumbuhkan dan meningkatkan potensi masyarakat Desa Singodutan.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Selogiri, Toto Tri Mulyarto, S.IP., M.M., turut mengapresiasi kegiatan yang digelar Pemerintah Desa Singodutan bersama masyarakat.
Ia mengajak masyarakat untuk memaknai kemerdekaan dengan menjaga persatuan sekaligus mengisinya melalui kegiatan-kegiatan positif dan produktif.
“Kita yang diwarisi Negara Kesatuan Republik Indonesia mari kita jaga bersama dan kita isi dengan kegiatan yang positif. Kami dari Pemerintah Kecamatan Selogiri mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Singodutan dan masyarakat yang telah melaksanakan berbagai kegiatan. Mari kita jaga kerukunan dan persatuan,” kata Toto.
Toto berharap kreativitas warga melalui fashion show berbahan limbah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berkarya dan melihat barang bekas dari sudut pandang yang berbeda.
Dari panggung fashion show Singodutan, pesan sederhana pun mengemuka limbah bukan selalu akhir dari sebuah benda. Dengan kreativitas, barang bekas dapat bertransformasi menjadi karya, kebanggaan, bahkan menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan.
Hadir sebagai juri Fenty Sarry (Owner Ifony enterprise sekaligus Entertainer senior di Soloraya dan perwakilan dari Ayna Catwalk Class Wonogiri), Nadhiroh (dosen Prodi KPI dan Kepala LPPM STAIMAS Wonogiri) dan Khalid Yogi Putranto (jurnalis Suara Merdeka)
Juara Lomba Fashion Show yaitu dari dusun
Juara I : Matah dengan model Mira Indriani
Juara 2 : Krisak Kulon dengan model Adinda Deva Oktavia
Juara 3 : Karang Tengah dengan model Nazwa Yuli Syahira
Harapan 1 : Giri Asri dengan model Sri Wahyuniati
Harapan 2 : Sanggrahan dengan model Hastri. (NDR /Pimred Cahyospirit)


.jpg)










