BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

Aksi Sigap Relawan Jogo Tonggo Gunungsari Bersama Relawan Keduang dan Polsek Jatisrono Evakuasi Truk Puso Terguling di Ngasemlegi

Relawan Jogo Tonggo Desa Gunungsari bersama RKJ (Relawan Keduang) Relasi Kecamatan Jatisrono, bekerja sama dengan jajaran Polsek Jatisrono, melakukan aksi evakuasi terhadap sebuah truk puso

Jatisrono , Wonogiri KMR– Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh para relawan di wilayah Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri. Relawan Jogo Tonggo Desa Gunungsari bersama RKJ (Relawan Keduang) Relasi Kecamatan Jatisrono, bekerja sama dengan jajaran Polsek Jatisrono, melakukan aksi evakuasi terhadap sebuah truk puso yang mengangkut muatan triplek dan mengalami kecelakaan hingga terguling di tikungan Ngasemlegi, Jatisrono, Wonogiri.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Truk yang membawa muatan triplek itu terguling di kawasan tikungan Ngasemlegi. Akibat kejadian tersebut, sejumlah triplek yang sebelumnya berada di dalam bak kendaraan berserakan di sekitar lokasi.



Kondisi tersebut membuat proses penanganan tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Selain memastikan situasi di sekitar lokasi tetap aman, muatan triplek yang berserakan harus terlebih dahulu dikumpulkan dan dirapikan agar dapat dipindahkan kembali ke kendaraan pengangkut.

Melihat kondisi tersebut, para relawan yang berada di lokasi kemudian mengambil inisiatif untuk membantu proses penanganan. Sejak sekitar pukul 16.00 WIB, Relawan Jogo Tonggo Desa Gunungsari bersama RKJ Relasi Kecamatan Jatisrono mulai bekerja di lokasi sambil menunggu kedatangan truk puso yang akan digunakan untuk mengangkut kembali muatan triplek.

Para relawan secara bergotong royong mengumpulkan, menata, dan merapikan triplek yang berserakan akibat kecelakaan. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi medan dan keselamatan orang-orang yang berada di sekitar lokasi.

Sekitar pukul 17.30 WIB, truk puso yang akan digunakan untuk mengangkut kembali muatan tiba di lokasi. Kedatangan kendaraan tersebut menjadi tanda dimulainya proses pemindahan muatan secara lebih intensif.

Tanpa menunggu lama, para relawan bersama pihak yang terlibat langsung melakukan proses menaikkan triplek ke atas truk. Satu per satu lembar triplek yang sebelumnya berserakan dikumpulkan dan diangkat kembali. Pekerjaan tersebut membutuhkan tenaga dan ketelitian karena jumlah muatan cukup banyak serta harus ditata dengan baik agar aman ketika dibawa.

Proses evakuasi berlangsung hingga dini hari. Para relawan tetap bertahan di lokasi untuk memastikan seluruh muatan yang berserakan dapat ditangani. Setelah bekerja selama berjam-jam, proses pemindahan triplek akhirnya berlangsung hingga sekitar pukul 06.00 WIB.

Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Kariman, yang bersama sembilan relawan lainnya bahu-membahu menyelesaikan proses evakuasi. Mereka bekerja dalam suasana kebersamaan tanpa mengenal waktu, mulai dari merapikan muatan, mengumpulkan triplek, hingga membantu menaikkannya ke kendaraan.

Adapun anggota relawan yang terlibat dalam aksi tersebut yaitu: Kariman selaku koordinator/pemimpin kegiatan , Sutino ,Kipli, Bibit, Karijo ,Samin, Setiwiyanto, Eko ,Yadi ,Yoko.

Keterlibatan para relawan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan sesama masih kuat di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya hadir ketika terjadi kegiatan sosial, tetapi juga turun langsung membantu ketika terdapat warga atau pengguna jalan yang membutuhkan pertolongan.

Kerja sama dengan Polsek Jatisrono juga menjadi bagian penting dalam proses penanganan kejadian tersebut. Kehadiran kepolisian membantu mendukung situasi di lokasi agar proses evakuasi dapat berjalan dengan lebih tertib dan aman.

Proses evakuasi kendaraan dan muatan dalam kondisi kecelakaan memang membutuhkan waktu. Terlebih, muatan berupa triplek yang berserakan harus ditangani terlebih dahulu sebelum dapat dipindahkan kembali. Karena itu, kesabaran, koordinasi, serta kerja sama antara relawan dan pihak kepolisian menjadi faktor penting selama kegiatan berlangsung.

Para relawan bekerja secara bergantian dan saling membantu. Ada yang bertugas mengumpulkan triplek, merapikan muatan, membawa material menuju kendaraan, hingga membantu menata kembali triplek di atas truk. Pola kerja seperti ini membuat proses yang cukup berat dapat dilakukan secara bersama-sama.

Semangat tersebut juga mencerminkan nilai Jogo Tonggo, yakni kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan dan sesama. Dalam situasi seperti kecelakaan lalu lintas, kehadiran relawan menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang sangat berarti, khususnya ketika diperlukan tenaga tambahan untuk menangani dampak dari kejadian tersebut.

Bagi masyarakat, keberadaan kelompok relawan di tingkat desa maupun kecamatan memiliki peran yang cukup penting. Mereka dapat bergerak dengan cepat ketika terjadi persoalan di lapangan karena memiliki jaringan komunikasi dan kebersamaan yang sudah terbentuk sebelumnya.

Aksi di tikungan Ngasemlegi tersebut juga memperlihatkan bahwa penanganan sebuah kejadian tidak selalu dapat diselesaikan hanya oleh satu pihak. Dibutuhkan sinergi antara masyarakat, relawan, aparat keamanan, serta pihak terkait lainnya agar proses evakuasi dapat berlangsung secara efektif.

Setelah melalui proses panjang sejak sore hingga pagi hari, pekerjaan pemindahan muatan triplek akhirnya dapat diselesaikan. Para relawan yang sejak sore berada di lokasi terus bertahan hingga proses evakuasi selesai.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih menjadi kekuatan masyarakat di wilayah Jatisrono dan sekitarnya. Ketika terjadi musibah atau kondisi yang membutuhkan penanganan bersama, masyarakat dan relawan dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.

Semangat yang ditunjukkan Relawan Jogo Tonggo Desa Gunungsari bersama RKJ Relasi Kecamatan Jatisrono dan Polsek Jatisrono diharapkan dapat terus menjadi contoh positif bagi masyarakat. Kepedulian, solidaritas, serta kesediaan meluangkan waktu untuk membantu sesama merupakan nilai yang penting untuk terus dipertahankan.

Peristiwa truk puso terguling di tikungan Ngasemlegi pada Sabtu sore tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi sebuah kejadian kecelakaan, tetapi juga memperlihatkan sisi lain dari kehidupan masyarakat: ketika menghadapi persoalan, warga dan relawan memilih untuk bergandengan tangan dan bekerja bersama hingga pekerjaan selesai.

Dari sore hingga pagi, para relawan membuktikan bahwa gotong royong bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata. Dengan tenaga, waktu, dan kepedulian, mereka membantu proses penanganan muatan triplek yang berserakan hingga seluruhnya dapat dipindahkan dan ditata kembali.

Aksi kemanusiaan tersebut menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat Jatisrono. Di tengah keterbatasan dan beratnya pekerjaan, para relawan tetap bertahan hingga pagi demi membantu menyelesaikan proses evakuasi. Semangat seperti inilah yang menjadi salah satu kekuatan sosial masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.(Krm /Pimred Cahyospirit)













Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar