BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Mahasiswa KPM STAIMAS Wonogiri Siap Berkolaborasi Mengembangkan Potensi Desa Lebak

Sebanyak 11 mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 07 STAIMAS Wonogiri resmi memulai masa pengabdian selama 45 hari setelah diterima oleh Pemerintah Desa Lebak

Wonogiri KMR– Semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa mulai terbangun di Desa Lebak, Kecamatan Pracimantoro. Sebanyak 11 mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 07 STAIMAS Wonogiri resmi memulai masa pengabdian selama 45 hari setelah diterima oleh Pemerintah Desa Lebak.

Kehadiran mahasiswa KPM diharapkan tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam menggali potensi desa, menyusun program pemberdayaan, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi warga.

Prosesi penerimaan berlangsung di Kantor Desa Lebak dan dihadiri Kepala Desa Lebak, Sudarno, beserta perangkat desa. Turut hadir tiga Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Dr. Ruslina Dwi Wahyuni, S.Sos., M.A.P., CPM., Indra Setiawan, S.E., M.M., dan M. Ibnu Naufal Maskuri, M.Sos., yang akan mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan KPM.

Kepala Desa Lebak, Sudarno, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan STAIMAS Wonogiri yang menjadikan Desa Lebak sebagai lokasi pengabdian mahasiswa. Menurutnya, pemerintah desa siap mendukung berbagai program yang akan dijalankan selama pelaksanaan KPM.

Ia mengarahkan mahasiswa agar memanfaatkan pekan pertama untuk mengenal kondisi desa, membangun komunikasi, dan menjalin kedekatan dengan masyarakat sebelum menjalankan program kerja.

"Minggu pertama ini silakan dimanfaatkan untuk beradaptasi dan bersilaturahmi dengan masyarakat. Program kerja dapat mulai dilaksanakan pada minggu berikutnya setelah proses adaptasi dan koordinasi desa selesai. Kami berharap KPM ini tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjalin silaturahmi yang tetap berlanjut setelah kegiatan berakhir," ujar Sudarno.

Mewakili tim Dosen Pembimbing Lapangan, Lina menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Lebak atas sambutan hangat dan dukungan yang diberikan, termasuk penyediaan posko bagi mahasiswa. Ia berharap sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa dapat melahirkan program-program pengabdian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, mahasiswa diingatkan untuk senantiasa menjaga etika, sopan santun, serta komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pemerintah desa. Kekompakan antarmahasiswa juga menjadi bekal penting agar setiap program dapat berjalan secara optimal.

Sementara itu, Indra mengingatkan mahasiswa agar tetap menjaga kondisi kesehatan selama berada di lokasi KPM. Menurutnya, cuaca di wilayah Desa Lebak yang masih cukup berangin perlu menjadi perhatian agar pelaksanaan seluruh program pengabdian dapat berlangsung dengan lancar.

Usai prosesi penerimaan, mahasiswa langsung memulai tahap orientasi lapangan dengan melakukan koordinasi bersama pemerintah desa serta bersilaturahmi dengan masyarakat. Tahap ini menjadi langkah awal untuk mengenali karakteristik, potensi, dan kebutuhan Desa Lebak sebagai dasar penyusunan program kerja yang akan dilaksanakan selama 45 hari ke depan.

Melalui KPM 07 ini, STAIMAS Wonogiri menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga membangun kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa yang lebih mandiri dan berdaya.(Ari S /NDR /Pimred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar