Ketua KONI Drs. Sungkono,MM : Target Medali KONI Wonogiri Direvisi, Kendala Atlet Bekerja di Luar Daerah Jadi Faktor Utama
Wonogiri KMR– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Wonogiri resmi melakukan penyesuaian target perolehan medali pada ajang olahraga yang akan diikuti kontingen Wonogiri. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi (Rakor) KONI yang digelar pada Sabtu (11/7/2026), setelah mempertimbangkan kondisi riil sejumlah cabang olahraga dan kesiapan atlet.
Ketua Umum KONI Kabupaten Wonogiri, Drs. Sungkono, M.M., menjelaskan bahwa revisi target dilakukan sebagai bentuk evaluasi yang realistis terhadap perkembangan terbaru menjelang pelaksanaan pertandingan.
Menurutnya, perubahan target tidak terlepas dari kendala yang dihadapi sejumlah atlet, terutama mereka yang harus mengundurkan diri karena tuntutan pekerjaan di luar daerah. Beberapa atlet yang sebelumnya diproyeksikan memperkuat kontingen Wonogiri kini tidak dapat bergabung karena telah bekerja di Jakarta maupun kota-kota lain.
"Kami harus menyesuaikan target berdasarkan kondisi yang ada. Ada atlet Muaythai yang mengundurkan diri karena sudah bekerja di Jakarta dan di luar daerah. Selain itu, dari cabang olahraga sepak takraw juga terdapat atlet yang bekerja di luar kota sehingga mengalami kesulitan mendapatkan izin dari tempat mereka bekerja untuk mengikuti pemusatan latihan maupun pertandingan," ujar Drs. Sungkono, M.M.
Ia menambahkan bahwa proses perizinan dari perusahaan tempat para atlet bekerja tidak selalu mudah. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kekuatan tim di sejumlah cabang olahraga yang sebelumnya menjadi andalan dalam perolehan medali.
Semula, KONI Wonogiri menargetkan raihan 9 medali emas, 5 medali perak, dan 20 medali perunggu. Namun, setelah dilakukan pembahasan bersama dalam Rakor, target tersebut direvisi menjadi 7 medali emas, 4 medali perak, dan 24 medali perunggu.
Meski jumlah target medali emas dan perak mengalami penurunan, KONI Wonogiri tetap optimistis kontingen yang diberangkatkan mampu memberikan hasil terbaik. Penambahan target medali perunggu dinilai mencerminkan peluang atlet-atlet Wonogiri untuk tetap tampil kompetitif di berbagai cabang olahraga.
Drs. Sungkono menegaskan bahwa perubahan target bukan berarti menurunkan semangat juang para atlet. Sebaliknya, keputusan tersebut diambil agar target yang ditetapkan lebih realistis dan sesuai dengan kondisi kekuatan tim saat ini.
"Kami tetap memberikan motivasi kepada seluruh atlet agar bertanding dengan maksimal. Target yang direvisi ini bukan berarti kami pesimis, tetapi kami ingin menyusun sasaran yang sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Kami berharap para atlet tetap berjuang, menjaga sportivitas, dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Wonogiri," tegasnya.
KONI Wonogiri juga memastikan pembinaan terhadap atlet tetap berjalan sesuai program yang telah disusun. Dukungan dari pelatih, pengurus cabang olahraga, pemerintah daerah, serta masyarakat diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi seluruh atlet yang akan bertanding membawa nama Kabupaten Wonogiri.
Dengan keputusan yang telah ditetapkan melalui Rapat Koordinasi KONI, seluruh kontingen diharapkan dapat fokus mempersiapkan diri menghadapi persaingan di arena pertandingan serta berupaya meraih hasil terbaik demi prestasi olahraga Kabupaten Wonogiri.(Riyan /pimred Cahyospirit)
