Grand Opening SPPG Karanganom Klaten, Siap Layani 965 Siswa Mulai 13 Juli 2026
Klaten KMR– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karanganom yang berlokasi di Karangan 2, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, resmi menggelar grand opening pada Jumat (10/7/2026). Peresmian yang dilaksanakan di lahan Kodim Klaten tersebut dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), jajaran Kodim Klaten, Dinas Lingkungan Hidup, serta berbagai pemangku kepentingan yang mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi di wilayah Kabupaten Klaten.
SPPG Karanganom berada di bawah naungan Yayasan Manunggal Kartika Jaya dan dijadwalkan mulai beroperasi secara penuh pada 13 Juli 2026. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi peserta didik melalui penyediaan makanan bergizi yang aman, sehat, dan sesuai standar.
Kepala SPPG Karanganom, M. Huda Helmiansyah, menjelaskan bahwa seluruh bahan baku yang digunakan berasal dari petani lokal dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus menjamin ketersediaan bahan pangan yang segar dan berkualitas.
"Kami melibatkan petani dan UMKM lokal dalam penyediaan bahan baku. Seluruh bahan yang digunakan dipastikan aman dan memenuhi standar yang telah ditetapkan," ujarnya.
Ia menambahkan, proses penyusunan menu dilakukan berdasarkan pedoman dan prosedur yang mengacu pada ketentuan Badan Gizi Nasional, sehingga setiap makanan yang disajikan memiliki kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan para penerima manfaat.
Dalam operasionalnya, SPPG Karanganom juga menerapkan sistem keamanan pangan yang ketat. Seluruh proses produksi diawasi setiap hari melalui pengendalian mutu sesuai standar operasional prosedur (SOP). Para petugas diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) selama bekerja guna menjaga kebersihan dan keamanan makanan.
Selain itu, pemeriksaan bahan baku dilakukan secara rutin sebelum diolah. Para juru masak juga diwajibkan mematuhi aturan kebersihan, termasuk tidak diperbolehkan mengenakan perhiasan selama proses pengolahan makanan untuk menjaga higienitas dan meminimalkan risiko kontaminasi.
Pada tahap awal operasional, SPPG Karanganom akan melayani sebanyak 965 siswa yang berasal dari enam sekolah di wilayah sekitar. Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan asupan gizi peserta didik sehingga dapat mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan prestasi belajar mereka.
Sementara itu, Owner SPPG Karanganom, Dicky Mahesa Putra, yang juga berprofesi sebagai wiraswasta, menyampaikan bahwa keberadaan SPPG merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi sejak usia sekolah. Ia berharap SPPG Karanganom dapat memberikan pelayanan terbaik dengan mengedepankan kualitas, keamanan pangan, serta profesionalisme dalam setiap proses operasional.
Dengan diresmikannya SPPG Karanganom, Kabupaten Klaten kini memiliki salah satu fasilitas pelayanan pemenuhan gizi yang siap beroperasi secara optimal. Kolaborasi antara yayasan, pemerintah, TNI, petani, UMKM, dan berbagai pihak terkait diharapkan mampu menciptakan pelayanan gizi yang berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan dan kesehatan masyarakat.(Aulia /Pimred Cahyospirit)

