BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Festival Mie Ayam Bakso Wonogiri 2026 Berlangsung Aman dan Meriah, Raih Rekor MURI serta Perkuat Identitas Kuliner Daerah

Festival Mie Ayam Bakso Wonogiri Tahun 2026 di Alun-Alun Giri Krida Bhakti Wonogiri

Wonogiri KMR – Festival Mie Ayam Bakso Wonogiri Tahun 2026 di Alun-Alun Giri Krida Bhakti Wonogiri pada Jumat (3/7/2026). Kegiatan yang digelar selama dua hari, yakni 3–4 Juli 2026, menjadi salah satu agenda unggulan Pemerintah Kabupaten Wonogiri dalam mendorong sektor pariwisata, memperkuat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah melalui potensi kuliner lokal.

Ribuan masyarakat memadati kawasan alun-alun untuk menyaksikan pembukaan festival sekaligus menikmati beragam sajian kuliner khas yang ditawarkan para pelaku usaha. Suasana berlangsung meriah namun tetap tertib berkat koordinasi yang baik antara panitia penyelenggara, aparat keamanan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.



Acara pembukaan dihadiri oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Wonogiri, kepala perangkat daerah, pelaku UMKM, komunitas kuliner, organisasi masyarakat, serta insan media.

Festival tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi Kabupaten Wonogiri. Selain menampilkan ratusan pelaku usaha kuliner dan produk UMKM lokal, penyelenggaraan Festival Mie Ayam Bakso Wonogiri juga berhasil mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penyajian sebanyak 5.555 porsi mie ayam bakso yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

 Pencapaian tersebut sekaligus memperkuat deklarasi Wonogiri sebagai Ibu Kota Mie Ayam Bakso, sebuah identitas yang lahir dari besarnya kontribusi masyarakat Wonogiri terhadap perkembangan usaha mie ayam dan bakso di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyampaikan bahwa mie ayam dan bakso bukan sekadar makanan yang digemari masyarakat, melainkan telah berkembang menjadi sektor ekonomi yang memberikan manfaat besar bagi warga Wonogiri. Menurutnya, ribuan pelaku usaha asal Wonogiri telah sukses mengembangkan bisnis mie ayam dan bakso di berbagai kota, sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan mencatatkan Rekor MURI merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja keras para pelaku usaha kuliner yang selama ini turut mengharumkan nama Wonogiri. Pemerintah daerah berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi lokal, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas promosi kuliner khas Wonogiri hingga dikenal di tingkat nasional bahkan internasional.

Selain menjadi ajang promosi kuliner, festival juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah, mulai dari makanan olahan, minuman tradisional, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lainnya. Kehadiran para pelaku usaha diharapkan mampu memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan ekonomi yang semakin kompetitif.

Dari sisi keamanan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar. Aparat kepolisian bersama unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, dan panitia melakukan pengamanan secara terpadu guna memastikan kenyamanan seluruh peserta dan pengunjung. Pengaturan arus lalu lintas, area parkir, serta lokasi kegiatan berjalan efektif sehingga aktivitas masyarakat tetap terkendali selama festival berlangsung.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel pengamanan, panitia, relawan, dan berbagai pihak yang telah bersinergi sehingga Festival Mie Ayam Bakso Wonogiri Tahun 2026 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya jumlah pengunjung yang datang sejak pembukaan hingga malam hari. Banyak warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikmati sajian mie ayam bakso gratis, menyaksikan hiburan rakyat, mengunjungi stan UMKM, serta mengikuti berbagai rangkaian acara yang telah disiapkan panitia.

Penyelenggaraan Festival Mie Ayam Bakso Wonogiri 2026 diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus memperkuat citra Kabupaten Wonogiri sebagai salah satu destinasi wisata kuliner unggulan di Indonesia. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang semakin berkualitas dan mampu mengangkat potensi daerah ke tingkat yang lebih luas.(Eko Tito/Pimpred Cahyospirit)



Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar