Bupati Wonogiri Setyo Sukarno Resmikan Laboratorium Hidup Ekoteologi Dharma Ekologi STABN Raden Wijaya, Dorong Inovasi Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar
Wonogiri KMR– Pemerintah Kabupaten Wonogiri terus memberikan dukungan terhadap berbagai inovasi di bidang pendidikan, lingkungan hidup, dan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, dalam acara peresmian Laboratorium Hidup Ekoteologi Dharma Ekologi Pusat Pembelajaran Daur Ulang di Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Dharma Ekologi STABN Raden Wijaya yang berlokasi di Bulusari, Bulusulur, Kecamatan Wonogiri. Acara dihadiri oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, FX Pranata, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonogiri Bahari, Camat Wonogiri, Ketua STABN Raden Wijaya Wonogiri DR. Sulaiman, S.Pd., M.Pd., Ph.D. ,para dosen, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Peresmian laboratorium tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Laboratorium Hidup Ekoteologi Dharma Ekologi diharapkan menjadi pusat pembelajaran sekaligus laboratorium praktik yang mengedepankan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi melalui pendekatan ilmiah dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kelompok Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dosen STABN Raden Wijaya yang berhasil mengembangkan teknologi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak dengan memanfaatkan mesin pirolisis.
Menurut Bupati, inovasi tersebut merupakan salah satu solusi nyata dalam menghadapi persoalan sampah plastik yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah. Selain mampu mengurangi pencemaran lingkungan, teknologi pirolisis juga memberikan nilai tambah ekonomi karena limbah plastik yang sebelumnya tidak memiliki nilai jual dapat diolah menjadi bahan bakar yang bermanfaat.
"Langkah yang dilakukan oleh para dosen STABN Raden Wijaya ini patut diapresiasi. Inovasi seperti ini tidak hanya memberikan solusi terhadap persoalan sampah plastik, tetapi juga membuka peluang pengembangan energi alternatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Wonogiri siap mendukung berbagai inovasi yang berdampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat," ujar Bupati.
Sementara itu, Ketua STABN Raden Wijaya Wonogiri Dr. Sulaiman, S.Pd., M.Pd., Ph.D. menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Bupati Wonogiri beserta seluruh jajaran pemerintah daerah yang telah memberikan perhatian terhadap pengembangan Laboratorium Hidup Ekoteologi Dharma Ekologi.
Menurutnya, kehadiran pemerintah menjadi motivasi besar bagi sivitas akademika STABN Raden Wijaya untuk terus menghasilkan karya dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Wonogiri beserta rombongan yang telah berkenan hadir dalam peresmian Laboratorium Hidup Ekoteologi Dharma Ekologi ini. Dukungan dari pemerintah daerah menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan penelitian, pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pelestarian lingkungan," ungkap Dr. Sulaiman.
Pada kesempatan yang sama, Ari maryono,M.pd sebagai team dosen pengabdian masyarakat STABN Raden Wijaya, menjelaskan bahwa teknologi pirolisis yang dikembangkan mampu mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar minyak dengan hasil yang cukup menjanjikan.
Ia menjelaskan bahwa plastik yang digunakan merupakan jenis limbah yang selama ini memiliki nilai ekonomi sangat rendah bahkan sering kali hanya menjadi sampah yang mencemari lingkungan.
"Dalam kondisi plastik yang kering, setiap lima kilogram limbah plastik mampu menghasilkan hampir lima liter bahan bakar minyak. Hasil yang diperoleh cukup maksimal sehingga sangat potensial dikembangkan sebagai solusi pengelolaan sampah plastik," jelas Ari Maryono.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa proses pirolisis menghasilkan beberapa jenis bahan bakar, mulai dari solar, Pertamax, hingga minyak yang memiliki karakteristik menyerupai minyak tanah. Selain itu, masih terdapat residu padat berupa karbon yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan berbagai produk kerajinan maupun material lain yang bernilai guna.
"Plastik-plastik yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomis dapat diolah menjadi bahan bakar seperti minyak tanah, solar, maupun bahan bakar setara Pertamax. Bahkan sisa hasil pembakarannya masih bisa dimanfaatkan kembali untuk berbagai kebutuhan, sehingga hampir tidak ada limbah yang terbuang," paparnya.
Tidak hanya sebatas penelitian di laboratorium, teknologi tersebut juga telah melalui serangkaian uji coba pada berbagai kendaraan dan peralatan pertanian. Bahan bakar hasil pirolisis telah dicoba digunakan pada sepeda motor maupun traktor dengan hasil yang cukup memuaskan.
"Dari hasil pengujian, pembakaran yang dihasilkan lebih bersih, mesin bekerja lebih kering, emisi lebih jernih, bahkan tarikan kendaraan terasa lebih ringan dan responsif. Ini menunjukkan bahwa bahan bakar hasil pirolisis memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut," tambah Ari Maryono.
Selain menghadirkan inovasi teknologi, tim dosen STABN Raden Wijaya juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah dan memanfaatkan sampah plastik. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, warga diberikan pemahaman bahwa sampah plastik bukan semata-mata limbah yang harus dibuang, melainkan dapat diolah menjadi sumber energi alternatif maupun produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.
Program tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menciptakan peluang usaha baru berbasis ekonomi sirkular.
Peresmian Laboratorium Hidup Ekoteologi Dharma Ekologi ini menjadi tonggak penting bagi STABN Raden Wijaya Wonogiri dalam mengembangkan pendidikan berbasis lingkungan yang memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai kepedulian terhadap alam.
Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Wonogiri, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah plastik, tetapi juga mendorong terwujudnya pembangunan berkelanjutan serta kemandirian energi di Kabupaten Wonogiri.
Laboratorium ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang mampu menginspirasi lahirnya berbagai solusi kreatif dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Niken /Cahyospirit)




