BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

DPC HILLSI Wonogiri Perkuat Sinergi Lembaga Pelatihan Kerja, Disnaker dan BSI untuk Tingkatkan Kualitas SDM

HILLSI Kabupaten Wonogiri menggelar pertemuan rutin yang diikuti seluruh anggota di Rumah Makan Gading Purba, Sendang, Wonogiri

Wonogiri KMR– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Lembaga Latihan Seluruh Indonesia (HILLSI) Kabupaten Wonogiri menggelar pertemuan rutin yang diikuti seluruh anggota di Rumah Makan Gading Purba, Sendang, Wonogiri, Rabu (1/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antar lembaga pelatihan kerja (LPK), pemerintah, dan dunia perbankan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Wonogiri.

Pertemuan HILLSI Wonogiri ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Selain membahas perkembangan organisasi, agenda juga diisi dengan sosialisasi mengenai regulasi perizinan lembaga pelatihan kerja serta edukasi layanan keuangan syariah.

(Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Wonogiri, Wiyanto, SH., M.Si )

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Wonogiri, Wiyanto, SH., M.Si., yang hadir sebagai narasumber memberikan apresiasi atas eksistensi HILLSI dan seluruh lembaga pelatihan kerja yang selama ini terus berkontribusi dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten.

Dalam sambutannya, Wiyanto menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan penyempurnaan terhadap berbagai regulasi, termasuk perubahan pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) serta sistem perizinan yang berkaitan dengan lembaga pelatihan kerja.

Ia menegaskan bahwa setiap LPK wajib memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah agar mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

"Pada prinsipnya, perubahan regulasi tidak perlu dikhawatirkan selama lembaga telah memiliki perizinan yang sesuai dan tetap memenuhi ketentuan yang berlaku. Yang terpenting adalah menjaga kualitas layanan pelatihan serta terus menyesuaikan diri dengan perkembangan aturan," ujarnya.

Wiyanto juga menjelaskan mengenai proses perizinan, termasuk mekanisme yang berkaitan dengan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang). Menurutnya, dalam sistem OSS beberapa proses telah berjalan secara otomatis. Namun apabila terdapat kendala pada detail perizinan maupun tata ruang, lembaga dapat melakukan konsultasi dan pendampingan kepada instansi terkait agar proses berjalan lancar.

         (Dinda Dwi Fausia selaku FTRM Area Solo.)

Setelah sesi dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dari Bank Syariah Indonesia (BSI). Materi disampaikan oleh Dinda Dwi Fausia selaku FTRM Area Solo.

Dalam paparannya, Dinda memperkenalkan berbagai produk dan layanan BSI yang dapat dimanfaatkan oleh anggota HILLSI maupun masyarakat umum. Ia menjelaskan kemudahan transaksi melalui layanan mobile banking, internet banking, ATM, hingga berbagai fasilitas digital yang semakin mempermudah aktivitas keuangan.

Selain itu, BSI juga menawarkan peluang kerja sama melalui branding kartu anggota HILLSI yang dapat memberikan nilai tambah bagi organisasi maupun anggotanya.

Salah satu produk yang mendapat perhatian peserta adalah layanan investasi emas digital. Dinda menjelaskan bahwa masyarakat kini dapat mulai berinvestasi emas hanya dengan nominal mulai Rp50.000. Melalui layanan tersebut, nasabah dapat memiliki tabungan emas secara praktis, aman, dan berbasis digital.

Tak hanya itu, BSI juga memperkenalkan konsep Bank Bullion (Bank Emas Syariah) yang menyediakan berbagai layanan terkait emas, mulai dari pembelian emas, tabungan emas digital, cicilan emas, hingga layanan gadai emas sesuai prinsip syariah.

Di sisi lain, BSI juga memiliki beragam produk tabungan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha maupun masyarakat, seperti tabungan bisnis, tabungan tanpa biaya administrasi bulanan, serta tabungan haji.

    (Ketua DPC HILLSI Wonogiri,Dwi Suswatiningsih,SE,M.Pd )

Sementara itu, Ketua DPC HILLSI Wonogiri, Dwi Suswatiningsih, SE, M.Pd yang juga merupakan Direktur LPK ION Wonogiri, berharap pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam mengembangkan lembaga pelatihan kerja di Wonogiri.

Menurutnya, LPK memiliki peran strategis dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dunia industri maupun masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan LPK memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar mampu berkembang secara mandiri dan profesional.

"Kami berharap HILLSI semakin solid dan seluruh LPK di Wonogiri dapat terus berkembang serta berdikari dalam memberikan layanan pelatihan yang berkualitas. Pendampingan dari Dinas Tenaga Kerja, dukungan dari BSI, serta publikasi dari media seperti koranmediarakyat.com menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pelatihan kerja yang lebih baik," ungkap Dwi.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun setiap lembaga pelatihan memiliki program yang berbeda maupun serupa, semangat yang dibangun adalah saling mendukung, berbagi pengalaman, dan bersinergi demi kemajuan bersama.

Melalui pertemuan rutin ini, DPC HILLSI Wonogiri berharap sinergi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dunia perbankan, dan media terus terjalin dengan baik sehingga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, serta mendukung pembangunan ekonomi daerah di Kabupaten Wonogiri.(Cahyospirit)













Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar