DPC Partai Demokrat Wonogiri Buka Pendaftaran Ketua Baru, Terbuka untuk Umum dengan Syarat Ketat
Wonogiri KMR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Wonogiri resmi membuka pendaftaran bakal calon Ketua DPC sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat yang digelar secara serentak di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Masa pendaftaran dibuka selama sepekan, mulai 1 hingga 7 Juli 2026.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Wonogiri, Wawan Haryono, SE, menjelaskan bahwa proses penjaringan calon dilakukan secara terbuka dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya kader internal Partai Demokrat, tokoh masyarakat, profesional, maupun figur dari luar Kabupaten Wonogiri juga dipersilakan mengikuti proses pencalonan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap calon yang nantinya terpilih wajib menjadi kader Partai Demokrat sesuai dengan ketentuan organisasi.
"Kami membuka kesempatan seluas-luasnya kepada siapa pun yang memiliki komitmen membesarkan Partai Demokrat. Baik kader maupun nonkader memiliki hak yang sama untuk mendaftar, dengan syarat bersedia menjadi kader apabila dipercaya memimpin DPC Partai Demokrat Wonogiri," ujar Wawan.
Meski terbuka untuk umum, panitia tetap menerapkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi setiap bakal calon. Salah satu syarat utama adalah memperoleh dukungan minimal 20 persen dari pemilik suara sah dalam Muscab.
Pemilik suara sah tersebut terdiri atas 25 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat se-Kabupaten Wonogiri beserta organisasi sayap partai yang memiliki hak suara dalam forum Muscab.
Seluruh proses administrasi, mulai dari pengambilan hingga pengembalian formulir pendaftaran, dipusatkan di kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Tengah sebagai panitia pelaksana Muscab serentak.
Wawan menjelaskan, apabila hingga batas akhir pendaftaran belum ada bakal calon yang mendaftarkan diri, maka masa pendaftaran akan diperpanjang selama tiga hari sesuai mekanisme yang telah ditetapkan oleh partai.
"Seluruh administrasi diproses di DPD Jawa Tengah. Jika sampai tujuh hari belum ada yang mendaftar, maka masa pendaftaran akan diperpanjang selama tiga hari," jelasnya.
Setelah seluruh tahapan administrasi selesai, proses seleksi akan dilanjutkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Seluruh kandidat yang memenuhi syarat administrasi akan mengikuti tahapan wawancara serta uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
Melalui tahapan tersebut, DPP akan menentukan figur yang dinilai paling layak memimpin Partai Demokrat Kabupaten Wonogiri untuk periode berikutnya.
Menurut Wawan, kepemimpinan DPC ke depan tidak hanya dituntut mampu menjaga soliditas organisasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan meningkatkan kekuatan politik Partai Demokrat di Kabupaten Wonogiri.
Dalam kesempatan tersebut, Wawan mengungkapkan bahwa Ketua DPC yang terpilih nantinya akan dibebani target politik yang jelas dan terukur.
Target tersebut adalah mengantarkan Partai Demokrat memperoleh minimal satu kursi di setiap daerah pemilihan (dapil), sehingga secara keseluruhan mampu meraih lima kursi di DPRD Kabupaten Wonogiri pada Pemilu mendatang.
Target tersebut akan dituangkan dalam bentuk pakta integritas yang wajib ditandatangani oleh ketua terpilih sebagai bentuk komitmen terhadap organisasi.
"Target tersebut menjadi komitmen bersama. Apabila target lima kursi DPRD tidak tercapai, maka Ketua DPC harus siap meletakkan jabatannya sesuai isi pakta integritas yang telah disepakati," tegas Wawan.
Menjelang berakhirnya masa pendaftaran, sejumlah nama mulai disebut-sebut akan meramaikan bursa calon Ketua DPC Partai Demokrat Wonogiri.
Salah satu nama yang santer diperbincangkan adalah Tarso, yang dikenal sebagai mantan calon bupati Wonogiri pada Pilkada sebelumnya sekaligus mantan politikus PDI Perjuangan (PDIP).
Beredar informasi bahwa Tarso telah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah pengurus PAC di Wonogiri dan dikabarkan telah mengantongi beberapa surat dukungan sebagai bekal mengikuti proses pencalonan.
Selain Tarso, terdapat pula beberapa tokoh masyarakat Wonogiri yang disebut-sebut memiliki minat untuk maju dalam kontestasi tersebut. Namun hingga saat ini mereka masih belum mengambil formulir pendaftaran di DPD Partai Demokrat Jawa Tengah.
Saat ditanya mengenai peluang dirinya kembali maju sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Wonogiri, Wawan Haryono belum memberikan kepastian.
Ia mengaku masih menunggu arahan serta petunjuk dari Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah, Rinto Subekti, sebelum menentukan langkah politiknya dalam Muscab mendatang.
"Saya masih menunggu arahan dan petunjuk dari Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah, Bapak Rinto Subekti. Apa pun keputusan nanti tentu akan saya ikuti demi kepentingan organisasi," katanya.
Selama memimpin DPC Partai Demokrat Wonogiri, Wawan dinilai berhasil meningkatkan eksistensi partai di tengah ketatnya persaingan politik daerah. Di bawah kepemimpinannya, Partai Demokrat mampu meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kabupaten Wonogiri, dari sebelumnya tidak memiliki keterwakilan menjadi dua kursi pada periode berjalan.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan kepemimpinan Wawan dalam membangun konsolidasi partai hingga ke tingkat kecamatan, sekaligus menjadi modal penting bagi Partai Demokrat Wonogiri dalam menghadapi Pemilu mendatang.
Dengan dibukanya pendaftaran Ketua DPC secara terbuka, Partai Demokrat berharap proses Muscab dapat melahirkan pemimpin yang memiliki kapasitas, integritas, serta mampu membawa partai semakin kompetitif di Kabupaten Wonogiri. Muscab juga diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur partai sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Partai Demokrat.( Ari S /Pimred Cahyospirit)
