BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Dari Jualan Cireng hingga Jadi Lulusan Terbaik, Kisah Inspiratif Syahla Riksa Harumkan Prodi HTN STAIMAS Wonogiri

 

Syahla Riksa Abdi Permana meraih predikat Lulusan Terbaik Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) STAIMAS Wonogiri Tahun 2026. 

Wonogiri KMR – Ketekunan, kerja keras, dan doa orang tua menjadi kunci keberhasilan Syahla Riksa Abdi Permana meraih predikat Lulusan Terbaik Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) STAIMAS Wonogiri Tahun 2026. Mahasiswa angkatan IV ini berhasil menyelesaikan studinya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84 dan predikat kelulusan Dengan Pujian.

Perjalanan Syahla menuju pencapaian tersebut bukanlah sesuatu yang mudah. Ia berasal dari keluarga sederhana, di mana sang ayah bekerja sebagai penjahit. Saat memulai kuliah pada tahun 2022, kondisi ekonomi keluarga sedang mengalami masa sulit. Demi membantu memenuhi kebutuhan pendidikan, Syahla harus membagi waktu antara kuliah dan bekerja sebagai pedagang cireng rumahan pada awal masa studinya.

Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil. Berkat doa orang tua dan kegigihannya, Syahla memperoleh Beasiswa KIP Kuliah sejak semester empat hingga menyelesaikan studi pada semester delapan.

"Tidak ada perjuangan yang sia-sia. Semua terasa lebih ringan ketika dijalani dengan ikhlas dan disertai doa serta dukungan dari orang tua, keluarga, dosen, dan teman-teman," ungkapnya.

Selain berprestasi di bidang akademik, Syahla juga aktif mengharumkan nama kampus di tingkat nasional. Ia berhasil meraih Juara Harapan V Lomba Resensi Tingkat Nasional bertema Islam dan Pancasila Perspektif Maqashid Syariah karya Prof. K.H. Yudian Wahyudi, Ph.D., yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 22 Januari 2024.

Aktivitas organisasi yang dijalaninya pun tidak sedikit. Selama menjadi mahasiswa, Syahla dipercaya sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAIMAS periode 2024/2025. Di luar kampus, ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Remaja LDII PC Sidoharjo, Sekretaris PERSINAS ASAD, serta aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Kesibukan tersebut menjadi tantangan tersendiri. Ditambah lagi, jarak rumah menuju kampus yang cukup jauh membuatnya harus memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik agar seluruh tanggung jawab dapat berjalan seimbang.

"Organisasi justru mengajarkan saya bagaimana mengatur waktu, memimpin, berkomunikasi, dan bertanggung jawab. Semua pengalaman itu menjadi bekal yang sangat berharga," ujarnya.

Selama menempuh pendidikan di STAIMAS Wonogiri, Syahla mengaku memperoleh banyak pengalaman yang membentuk karakter dan kompetensinya. Di antaranya melalui kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Desa Slogoretno, kesempatan magang di Pengadilan Agama, mengikuti lomba tingkat nasional, hingga belajar kepemimpinan melalui organisasi BEM.

Tidak hanya aktif sebagai mahasiswa, Syahla juga turut berkontribusi dalam proses akreditasi kampus dan Prodi HTN, sebagai bagian dari komitmennya untuk ikut memajukan almamater.

Sebagai lulusan terbaik, Syahla berharap STAIMAS Wonogiri semakin dikenal luas oleh masyarakat sebagai kampus Islam pertama di Kabupaten Wonogiri. Ia juga berharap peningkatan fasilitas pendidikan dapat terus dilakukan, termasuk terealisasinya pembangunan gedung kampus yang telah direncanakan.

"Semoga semakin banyak masyarakat Wonogiri yang menyadari bahwa di daerahnya ada kampus Islam pertama yang berkualitas. Saya juga berharap fasilitas terus ditingkatkan dan pembangunan gedung baru segera terealisasi. Doakan kami sebagai alumni tetap bisa berkontribusi dalam bentuk apa pun agar STAIMAS semakin dikenal, berprestasi, dan memberikan dampak yang baik bagi masyarakat," tuturnya.

Menutup kisah perjalanannya, Syahla membagikan sebuah pesan yang menjadi pegangan hidupnya.

"Kita bisa menyiapkan perahunya, tapi tidak dengan ombaknya."

Kalimat tersebut menggambarkan bahwa manusia hanya dapat mempersiapkan ikhtiar sebaik mungkin, sementara setiap tantangan hidup adalah bagian dari ketentuan Allah SWT yang harus dihadapi dengan kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan. Perjalanan Syahla menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih prestasi, selama disertai kerja keras, doa, dan semangat pantang menyerah.(NDR /Ari /pimred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar