STAIMAS Ikuti FGD ICM Bersama IPB, Bahas Pengelolaan Pesisir Terpadu Pantai Selatan Wonogiri
WONOGIRI KMR– Kepala LPPM Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri, Nadhiroh, turut berpartisipasi dalam Focus Group Discussion (FGD) Integrated Coastal Management (ICM) atau Pengelolaan Pesisir Terpadu yang diselenggarakan oleh IPB University secara daring, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini menjadi forum penting untuk menghimpun masukan berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan dokumen pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan.
FGD menghadirkan unsur pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, kelompok masyarakat pesisir, hingga pegiat lingkungan. Diskusi difokuskan pada identifikasi permasalahan strategis, perumusan solusi, serta arah kebijakan pengelolaan pesisir terpadu di wilayah pantai selatan Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Nurdin Ahmadi selaku tim peneliti dan ahli kajian Pengelolaan Pesisir Terpadu IPB menjelaskan bahwa saat ini timnya tengah melakukan verifikasi terhadap berbagai data yang telah dihimpun dari daerah. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Pengelolaan Pesisir Terpadu yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, ekonomi, tata ruang, serta mitigasi bencana.
Nurdin juga memaparkan kerangka Integrated Coastal Management (ICM) yang terdiri dari enam tahapan utama, yaitu persiapan dan penilaian, perencanaan ICM, penguatan perangkat hukum, kelembagaan, implementasi program, serta monitoring dan evaluasi. Menurutnya, seluruh tahapan tersebut harus berjalan secara terpadu agar pengelolaan wilayah pesisir dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Sementara itu, Nadhiroh, berharap FGD ini tidak berhenti pada tahap perencanaan dan penyusunan dokumen saja, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan aksi-aksi nyata yang mampu mendorong kemajuan wilayah pesisir pantai selatan sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana.
“Beberapa persoalan yang dihadapi di antaranya kemiskinan, akses pendidikan, peningkatan ketahanan terhadap bencana pesisir, pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat, pengelolaan sampah di kawasan wisata pantai, pengembangan ekonomi pesisir dan pemberdayaan perempuan,” lanjut Nadhiroh yang merupakan dosen Prodi KPI itu.(NDR /Pimred Cahyospirit)
