BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

PKBM Mandiri Gelar Pameran Hasil Belajar dan Penguatan Keterampilan sebagai Wujud Pendidikan Berdampak bagi Masyarakat

kegiatan Pameran Hasil Belajar dan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) Tahun Ajaran 2025/2026

Wonogiri KMR – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mandiri menyelenggarakan kegiatan Pameran Hasil Belajar dan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) Tahun Ajaran 2025/2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian pembelajaran warga belajar sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan sosial. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, Tim Penggerak PKK, tokoh masyarakat, warga sekitar, serta para warga belajar PKBM Mandiri.

Pameran hasil belajar menjadi wadah bagi warga belajar untuk menampilkan berbagai karya, keterampilan, dan kompetensi yang telah diperoleh selama proses pembelajaran. Kegiatan ini merupakan implementasi pendidikan nonformal yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan keterampilan hidup (life skills) dan pemberdayaan masyarakat.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan bakti sosial yang menyasar warga belajar PKBM, masyarakat sekitar, dan anak-anak yatim piatu. Melalui kegiatan ini, PKBM Mandiri berupaya menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial, gotong royong, dan semangat berbagi sebagai bagian dari pembentukan karakter warga belajar.

Selain itu, peserta dan masyarakat juga mengikuti pelatihan memasak skala besar yang dipandu oleh chef profesional. Kegiatan ini memberikan pengalaman praktik secara langsung mengenai teknik pengolahan makanan, manajemen bahan baku, hingga penyajian makanan dalam jumlah besar. Pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan yang bernilai ekonomis dan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha mandiri.

Sebagai upaya mendukung pemberdayaan masyarakat di bidang ketahanan pangan dan peternakan, PKBM Mandiri juga menyelenggarakan pelatihan pembuatan pakan fermentasi. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan bahan-bahan lokal untuk menghasilkan pakan ternak yang lebih efisien, ekonomis, dan memiliki nilai gizi yang baik. Program ini mendapat perhatian dan antusiasme tinggi dari masyarakat karena dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat pedesaan.

Dalam sambutannya, Kepala PKBM Mandiri, Sri Hartanto, S.Pd., Gr., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan pameran hasil belajar merupakan bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan kepada masyarakat sekaligus sarana untuk menunjukkan berbagai capaian pembelajaran yang telah diperoleh warga belajar selama satu tahun ajaran.

"Pendidikan nonformal harus mampu memberikan manfaat nyata bagi warga belajar dan masyarakat. Oleh karena itu, selain meningkatkan kompetensi akademik, PKBM Mandiri juga berupaya mengembangkan keterampilan yang aplikatif, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta memperkuat karakter dan kepedulian sosial warga belajar," ujarnya.

Lebih lanjut, Sri Hartanto menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan program pendidikan nonformal tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, PKK, dunia usaha, dan masyarakat.

"Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga PKBM mampu menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Pendidikan tidak hanya menghasilkan ijazah, tetapi juga membangun kemampuan hidup, kemandirian, dan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar," tambahnya.

Kehadiran Camat Giritontro Sangga Ota Kharisma,S.STP jajaran PKK Kecamatan Giritontro, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat menunjukkan dukungan yang kuat terhadap pengembangan pendidikan nonformal sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui kegiatan Pameran Hasil Belajar dan Penilaian Akhir Tahun Tahun Ajaran 2025/2026 ini, PKBM Mandiri menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. 

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan nonformal lainnya dalam mengembangkan program pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat secara luas.(Rita /pimred Cahyospirit)















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar