MANUSIA LISTRIK HEBOHKAN PAGELARAN WAYANG KULIT BERSIH DUSUN DIBATURETNO, WONOGIRI
Baturetno,Wonogiri KMR– Tradisi bersih dusun yang masih lestari di tengah masyarakat Jawa kembali digelar warga Dusun Tekil, Desa Setrorejo, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Rabu (27/5/2026) malam.
Kegiatan yang dikemas dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk itu berlangsung meriah dan dipadati penonton dari berbagai daerah.
Pagelaran wayang kulit dengan lakon “Wahyu Katentreman” tersebut menghadirkan dalang kondang Jangkung Sugiyanto. Acara digelar di halaman rumah Kepala Dusun Tekil dan berlangsung hingga dini hari.
Bersih dusun sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Jawa sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama agar masyarakat diberikan keselamatan, ketenteraman, serta dijauhkan dari berbagai musibah.
Kepala Dusun Tekil, Sukirman, mengatakan kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat kekompakan dan partisipasi warga.
“Saya sangat mengapresiasi warga Dusun Tekil yang telah mendukung penuh acara ini sehingga bisa berjalan lancar dan meriah,” ujarnya.
Sejak awal pertunjukan, masyarakat tampak antusias memenuhi lokasi acara. Selain pertunjukan wayang kulit, suasana semakin semarak dengan penampilan pelawak Gareng Tralala yang berhasil menghibur penonton melalui lawakan khasnya.
Namun suasana mendadak heboh saat pagelaran memasuki sesi limbukan. Dari tengah kerumunan penonton muncul dua sosok unik yang dikenal warga sebagai manusia listrik.
Kedua sosok tersebut tampil mengenakan kostum penuh lampu warna-warni yang menyala terang di tengah malam. Mereka berjoget mengikuti iringan musik gamelan dan menghibur para penonton yang hadir.
Kemunculan manusia listrik itu langsung menjadi pusat perhatian. Banyak penonton yang awalnya fokus menyaksikan wayang kulit beralih memperhatikan atraksi unik tersebut.
Anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias menyaksikan hiburan yang jarang ditemui dalam pertunjukan wayang kulit tradisional.
Tidak hanya itu, kemeriahan acara juga bertambah dengan hadirnya sebuah dadak merak yang ikut berjoget di tengah arena pertunjukan.
Warga mengaku terhibur dengan perpaduan kesenian tradisional dan hiburan modern yang ditampilkan dalam acara bersih dusun tersebut. Banyak penonton mengabadikan momen langka itu menggunakan telepon genggam mereka.
Pagelaran wayang kulit di Dusun Tekil tersebut menjadi bukti bahwa tradisi budaya Jawa masih terus hidup dan mampu beradaptasi dengan kreativitas masyarakat tanpa meninggalkan nilai budaya leluhur.(Maryoto/Pimred Cahyospirit)



















