Kisah Rika Tri Azhari Menyeimbangkan Peran sebagai Mahasiswa, Guru, dan Pemimpin Organisasi
Rika Tri Azhari. Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAIMAS Wonogiri
Koranmediarakyat.com - Bagi sebagian mahasiswa, menyelesaikan tugas kuliah saja sudah menjadi tantangan tersendiri. Namun, berbeda dengan Rika Tri Azhari. Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAIMAS Wonogiri ini tidak hanya aktif menempuh pendidikan tinggi. Perempuan yang biasa disapa Rika itu juga mengabdikan diri sebagai guru di SDN 1 Kepuhsari sekaligus mengemban amanah sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi (Himapro) KPI. Di tengah padatnya aktivitas, Rika berhasil menunjukkan bahwa semangat belajar dan pengabdian dapat berjalan beriringan.
Setiap hari, mahasiswi semester IV itu dihadapkan pada berbagai tanggung jawab yang menuntut komitmen dan kedisiplinan tinggi. Ketika tidak berada di ruang kuliah, ia menjalankan tugasnya sebagai pendidik di sekolah. Sementara saat jadwal perkuliahan berlangsung, fokusnya beralih sepenuhnya pada kegiatan akademik. Di sela-sela kesibukan tersebut, ia masih menyempatkan diri mengoordinasikan berbagai program kerja organisasi sebagai Ketua Himapro KPI.
Menjalani tiga peran sekaligus tentu bukan perkara mudah. Rika menyadari bahwa kunci utama untuk tetap produktif adalah kemampuan mengatur waktu dengan baik. Baginya, disiplin dan kemampuan menentukan prioritas menjadi fondasi penting agar setiap tanggung jawab dapat dijalankan secara optimal.
“Ketika jadwal mengajar, kuliah, dan kegiatan organisasi datang bersamaan, saya harus benar-benar mengatur agenda dengan cermat. Kalau tidak, bisa saja ada kewajiban yang terlewat,” ungkap mahasiswa kelahiran Wonogiri tahun 2003 itu.
Meski kerap dihadapkan pada jadwal yang padat, lajang yang hobi menonton film dan membaca buku itu justru melihat setiap tantangan sebagai peluang untuk belajar. Pengalaman mengajar membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih komunikatif, bertanggung jawab, dan mampu memimpin. Sementara dunia perkuliahan memberinya bekal keilmuan yang memperkaya wawasan serta mendukung profesinya sebagai pendidik.
Tidak hanya itu, keterlibatannya dalam organisasi mahasiswa turut memperluas kemampuan kepemimpinan dan kerja sama tim. Melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan, ia belajar mengelola program, berkoordinasi dengan banyak pihak, serta membangun relasi yang bermanfaat bagi pengembangan diri maupun organisasi.
Bagi alumnus SMK Pancasila 10 Wuryantoro itu, ilmu yang dipelajari di Prodi KPI memiliki relevansi yang sangat kuat dengan aktivitas yang dijalaninya sehari-hari. Keterampilan berbicara di depan umum, menyampaikan pesan secara efektif, serta membangun komunikasi yang baik menjadi bekal penting baik saat mengajar di kelas maupun ketika memimpin organisasi.
Pengalaman yang diperolehnya dari dunia akademik, pendidikan, dan organisasi membuktikan bahwa mahasiswa tidak harus membatasi diri hanya pada satu bidang. Justru melalui keberanian mengambil berbagai peran, mahasiswa dapat memperkaya pengalaman, mengembangkan kompetensi, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Di tengah berbagai kesibukan yang dijalani, Rika tetap menyimpan harapan besar bagi mahasiswa lainnya. Ia mengajak generasi muda untuk tidak ragu mencoba hal-hal baru dan terus mengembangkan potensi diri.
“Tantangan pasti selalu ada. Namun, dengan niat yang kuat, disiplin, dan manajemen waktu yang baik, mahasiswa bisa meraih banyak hal sekaligus,” tuturnya.
Kisah Rika menjadi gambaran nyata bahwa kesibukan bukanlah penghalang untuk terus bertumbuh. Dengan semangat belajar yang tinggi, dedikasi dalam profesi, serta komitmen terhadap organisasi, ia berhasil membuktikan bahwa mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi positif, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
Perjalanan Rika mengajarkan satu hal penting keberhasilan bukan ditentukan oleh seberapa banyak waktu yang dimiliki, melainkan bagaimana seseorang memanfaatkan waktu tersebut untuk terus belajar, berkarya, dan memberi manfaat bagi sesama. (Stevano Muhammad Nurfadilah/Pimred Cahyospirit)
