BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Pantomim Kian Diminati di Ajang FLS3N Wonogiri

.       (Foto : Saat menjadi juri lomba pantomim )

WONOGIRI KMR — Seni pantomim kini semakin diminati para pelajar dalam ajang Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Wonogiri. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah peserta maupun sekolah yang menampilkan seni pantomim terus mengalami peningkatan.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa seni pertunjukan tanpa dialog ini mulai mendapat perhatian besar dari kalangan pelajar maupun pihak sekolah. Selain unik dan menarik, pantomim dinilai mampu menjadi media kreativitas sekaligus sarana pendidikan karakter bagi anak-anak.

(Adi Setya Nugroho,S.Pd,M.Pd  Ketua Paguyuban Seniman Pantomim Wonogiri)

Adi Setya Nugroho,S.Pd,M.Pd pegiat pantomim sekaligus Ketua Paguyuban Seniman Pantomim Wonogiri, mengatakan bahwa perkembangan seni pantomim di Wonogiri saat ini cukup menggembirakan.

“Semakin banyak peminat pantomim dan sekolah-sekolah kini mulai banyak menampilkan seni ini dalam berbagai perlombaan maupun pentas seni,” ujarnya.

Menurut Adi, pantomim memiliki keunggulan tersendiri dibanding seni pertunjukan lainnya. Selain sederhana dalam penampilan, pantomim juga mampu melatih kreativitas dan daya imajinasi siswa.

“Seni pantomim selain mempunyai nilai pertunjukan, juga simpel dan dapat meningkatkan daya imajinasi anak,” katanya.

Ia menambahkan, meningkatnya minat siswa terhadap pantomim tidak lepas dari peran komunitas seni dan guru pendamping yang terus mengenalkan seni tersebut kepada pelajar sejak dini.


Sementara itu, Cahyo Prihanto.ST  jurnalis sekaligus pegiat seni pantomim menilai bahwa pantomim memiliki dampak positif terhadap perkembangan mental dan kreativitas anak. Menurutnya, seni tersebut mampu mengasah kemampuan otak kanan melalui latihan imajinasi dan ekspresi.






“Dengan seni ini anak-anak dapat mengembangkan otak kanan melalui imajinasinya. Mereka belajar mengekspresikan cerita tanpa kata-kata,” jelasnya.

Cahyo juga berharap seni pantomim dapat lebih banyak masuk ke lingkungan sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler. Selain sebagai wadah kreativitas, kegiatan seni dinilai mampu mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan handphone secara berlebihan.

“Jika seni pantomim bisa masuk ke sekolah-sekolah lewat kegiatan ekstrakurikuler, tentu dapat mengurangi anak bermain HP karena mereka memiliki aktivitas kreatif yang positif,” tandasnya.

Meningkatnya animo terhadap pantomim di FLS3N Wonogiri menjadi bukti bahwa seni pertunjukan masih diminati generasi muda. Dengan dukungan sekolah dan komunitas seni, pantomim diharapkan terus berkembang dan melahirkan talenta-talenta muda berbakat dari Wonogiri.(Ari S/pimred Cahyospirit)













Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar