Dharmacarya Berdampak STABN Raden Wijaya, Kunjungan Ke Vihara Sendang Songo Wonogiri dan Seluruh Vihara di Area Wonogiri
Wonogiri KMR - Jurusan Dharmacarya STABN Raden Wijaya melaksanakan kegiatan Dharmacarya Berdampak dalam rangka memeriahkan program Kementerian Agama RI Sebulan Pendalaman Dhamma (SPD). Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan menjelang perayaan Hari Raya Waisak yang akan jatuh pada tanggal 31 Mei mendatang.
Dengan mengusung tema “Nguri-uri Buddha-Dharma, Urip Iku Urup”, mahasiswa jurusan Dharmacarya yang didampingi oleh dosen dan Ketua Jurusan melakukan kunjungan ke vihara-vihara yang ada di seluruh wilayah kabupaten Wonogiri.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 19 Mei, kunjungan dilaksanakan di vihara Sendang Songo yang ada di wilayah kota Wonogiri. Dalam kegiatan ini mahasiswa mengisi kegiatan dengan melaksanakan Puja Bakti, Ceramah Dhamma dan diskusi Dhamma dengan para umat yang ada di vihara setempat.
Kegiatan Dharmacarya Berdampak ini termasuk salah satu dalam program Himpunan Mahasiswa Jurusan. Kegiatan ini menjadi media bagi mahasiswa untuk mempraktekken teori yang diperoleh di kelas, dan juga menjadi media untuk melatih diri, melatih mental bagaimana berbicara di depan umat, bagaimana cara membina umat dan bagaimana berkoordinasi di dalam masyarakat, penjelasan dari Septian salah satu mahasiswa Prodi Pendidikan Keagamaan Buddha semester II yang mengikuti kegiatan tersebut. Para mahassiwa juga mengucapkan terimakasih kepada Ketua Vihara atas kesempatan dan ijin untuk melaksanakan kegiatan ini, imbuhnya.
Suharno, salah satu dosen pendamping menyampaikan, walaupun mahasiswa melaksanakan di luar kampus namun tetap mendapatkan bimbingan dan pengawasan dari para dosen dan Ketua Jurusan.
Pada setiap kunjungan sudah terjadwal dengan baik, koordinasi dengan tokoh masyarakat dan selalu ada dosen yang mendamping. Artinya kegiatan ini adalah kegiatan resmi yang harus membawa damapak positif bagi mahassiwa maupun bagi masyarakat.
Mujiyanto sekalu Ketua Vihara Sendang Songo menyambut baik kunjungan para mahasiswa dan tim. Selanjutnya beliau juga menyampaikan apresiasi yang sangat mendalam berkaitan dengan kegiatan tersebut.
Beliau juga mengharapkan supaya kegiatan semacam ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya temporer menjelang waisak saja, para mahasiswa diharapkan secara aktif turun ke masyarakat agar masyarakat umat Buddha merasa senang dan dapat ikut belajar mendapatkan ilmu yang didapat para mahasiswa ketika di kampus dan dibagikan kepada para umat.
Tri Suyatno, Ketua Jurusan Dharmacarya yang juga ikut mendampingi kegiatan ini, dalam wawancara secara terpisah menyampaikan bahwa kegiatan Dharmacarya Berdampak merupakan salah satu program unggulan dari sekian banyak program-program yang ada di Jurusam Dharmacarya.
Selanjutnya beliau juga menyampaikan bahwa, target lulusan mahasiswa Jurusan Dharmacarya adalah ketika mereka lulus harus memiliki hard dan soft skill, keterampikan dan mental yang siap untuk terjun di masyarakat dan di dunia kerja.
Kegiatan-kegiatan diluar kampus yang melibatkan stake holder menjadi salah satu metode yang dialikasikan.
Mahasiswa wajib terjun langsung di dalam masyarakat menjadi salah satu aplikasi dari kurikulum lentur yang mengkombinasikan pembelajaran di kelas dan diluar kelas. Semoga melalui aplikasi program ini dapat menjadi wujud nyata bahwa STABN Raden Wijaya khususnya Jurusan Dharmacarya berdampak benar-benar berdampak, memberikan dampak positif dan dampak yang nyata bagi masyarakat di sekitar kampus maupun masyarakat lebih luas lagi. (TS/Dani/ Pimred Cahyospirit)



















