UPZ Kecamatan Wonogiri Salurkan Bantuan untuk Warga Kurang Mampu di Desa Pokoh Kidul
Wonogiri KMR — Menindaklanjuti laporan adanya warga kurang mampu serta balita dengan kondisi berat badan rendah akibat kurang gizi di Desa Pokoh Kidul, Tim Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Wonogiri bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan kepada keluarga yang membutuhkan.
Berdasarkan laporan resmi Pemerintah Desa Pokoh Kidul tertanggal 22 April 2026, ada seorang balita dari salah satu warga Gayam RT 3 RW 12, yang mengalami lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan saat ini mengalami kurang gizi sehingga berat badan di bawah standar balita sesuai umurnya, serta saat ini dalam pemantauan kesehatan oleh tenaga medis dari Puskesmas 1 Wonogiri dibantu para kader dan aparat Desa serta Ketua RT.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Tim UPZ Kecamatan Wonogiri menyalurkan bantuan berupa kebutuhan nutrisi, khususnya susu formula, serta dukungan lainnya guna membantu pemulihan kesehatan balita. Penyerahan dilakukan langsung oleh Penasihat Tim UPZ Kecamatan Wonogiri, Khrisma Eko Sutiyono, S.Sos, yang didampingi Ketua Tim UPZ Kecamatan Wonogiri, H.Indra Setiawan., S.E., M.M.
Khrisma menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah Kecamatan Wonogiri bersinergi dengan UPZ Kecamatan, guna membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam kasus-kasus yang menyangkut kesehatan dan kesejahteraan anak.
“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus mendukung upaya perbaikan gizi balita agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Camat Wonogiri itu.
Selain penyaluran bantuan, UPZ juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, bidan desa, dan pihak Puskesmas 1 Wonogiri, untuk memastikan penanganan balita dilakukan secara berkelanjutan dan terpadu. Pendampingan kesehatan terus dilakukan guna memantau perkembangan kondisi balita tersebut.
Pemerintah Desa Pokoh Kidul mengapresiasi langkah cepat UPZ Kecamatan Wonogiri dalam merespons laporan yang disampaikan. Sinergi antara lembaga sosial dan pemerintah diharapkan mampu memberikan solusi nyata bagi permasalahan gizi di masyarakat.
Dengan adanya intervensi ini, diharapkan kondisi balita dapat segera membaik, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi bagi anak sejak dini.(NDR /Pimred Cahyospirit)


