BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Voice of Ramadan Sesi III Bahas Peluang Podcast bagi Gen Z di Era Broadcasting Digital

Voice of Ramadan Sesi III yang mengangkat tema “Podcast untuk Gen Z:

Wonogiri MR – Perkembangan teknologi digital telah membuka ruang baru bagi generasi muda untuk berkarya dan berkarier di bidang media kreatif. Hal tersebut menjadi fokus pembahasan dalam kegiatan Voice of Ramadan Sesi III yang mengangkat tema “Podcast untuk Gen Z: Peluang Kreativitas dan Karier di Dunia Broadcasting Digital.” Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (11/3/2026) dan diikuti oleh dosen, mahasiswa serta masyarakat umum dari berbagai daerah.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Ibnu Abdul Aziz, mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAI Terpadu Yogyakarta. Sementara itu, Denas Hasman Nugraha, M.E.K hadir sebagai keynote speaker. Dalam sesi pemaparan materi, hadir tiga narasumber dari bidang komunikasi dan penyiaran Islam, yaitu Ahmad Dafa’ Asyaddad, S.Sn (Dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Nurul Jadid Probolinggo), Dede Hidayat, M.Si (Dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam STIDKI NU Indramayu), serta M. Ibnu Naufal Maskuri, M.Sos (Dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam STAIMAS Wonogiri).

Dalam pemaparannya, Naufal menjelaskan bahwa podcast saat ini menjadi salah satu media komunikasi digital yang semakin berkembang dan diminati oleh generasi muda. Menurutnya, di tengah dominasi konten visual di media sosial, format audio justru memiliki ruang tersendiri karena lebih fleksibel dan mudah diakses

Ia menjelaskan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara dengan tingkat konsumsi podcast yang tinggi. Sekitar 42,6% pengguna internet di Indonesia mendengarkan podcast setiap pekan, dan sebagian besar pendengarnya berasal dari kalangan generasi muda, khususnya Gen Z. 

Sementara itu, Dafa’ Asyaddad dalam materinya yang berjudul “Podcast: Bukan Sekadar Ngobrol” menjelaskan bahwa podcast merupakan bagian dari perkembangan industri penyiaran digital yang memiliki potensi besar di masa depan. Istilah podcast sendiri pertama kali diperkenalkan pada tahun 2004 oleh jurnalis Ben Hammersley, yang menggabungkan konsep iPod dan broadcasting. 

Menurutnya, podcast tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi, inspirasi, serta ruang berbagi pengalaman dan gagasan. Dengan berbagai format seperti talk show, diskusi edukatif, hingga storytelling, podcast mampu menghadirkan konten yang informatif sekaligus menarik bagi masyarakat digital. 

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa perkembangan podcast membuka berbagai peluang profesi baru dalam industri kreatif digital, antara lain sebagai podcaster atau host, scriptwriter, audio engineer, produser, editor, hingga pengelola media sosial dalam produksi konten digital. Selain itu, podcast juga memiliki potensi monetisasi melalui kerja sama dengan brand, iklan digital, serta dukungan komunitas. 

Pada sesi berikutnya, Dede Hidayat menyoroti perkembangan video podcast yang saat ini semakin populer di berbagai platform digital seperti YouTube dan Spotify. Ia menjelaskan bahwa dunia broadcasting telah mengalami pergeseran dari media konvensional menuju platform digital yang dapat diakses secara lebih luas melalui perangkat mobile. 

Menurutnya, podcast menjadi media yang menarik bagi generasi muda karena kontennya lebih otentik, fleksibel, serta mampu membangun kedekatan emosional antara pembicara dan pendengar. Selain itu, podcast juga memberikan ruang kreativitas yang luas bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan, berbagi pengetahuan, maupun menghadirkan diskusi inspiratif. 

Dalam konteks komunikasi keagamaan, para narasumber juga menekankan bahwa podcast dapat dimanfaatkan sebagai media dakwah dan edukasi digital, khususnya pada momentum bulan Ramadan. Melalui konten yang inspiratif dan edukatif, podcast dapat menjadi sarana untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan memberikan motivasi positif kepada masyarakat.

Kegiatan Voice of Ramadan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan inspirasi bagi mahasiswa serta generasi muda agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital secara produktif. Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen media digital, tetapi juga menjadi kreator yang mampu menghadirkan konten-konten yang edukatif, kreatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.(NDR/Pimpred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar