BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Workshop dan Parade Pantomim “SOWAN” Meriahkan Yogyakarta, Jadi Tonggak Berdirinya Yayasan Rumah Pantomim Yogyakarta

Workshop Pantomime yang diselenggarakan di Rumah Komunitas Pantomim Yogyakarta selama tiga hari berturut-turut.

Yogyakarta MR— Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai ruang subur bagi perkembangan seni pertunjukan. Hal ini terlihat melalui rangkaian kegiatan pantomime yang diawali dengan workshop intensif selama tiga hari dan berpuncak pada Parade Pertunjukan Pantomim bertajuk SOWAN, yang berlangsung meriah pada akhir Januari 2026.

Kegiatan diawali dengan Workshop Pantomime yang diselenggarakan di Rumah Komunitas Pantomim Yogyakarta selama tiga hari berturut-turut. Workshop ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus ruang temu lintas usia bagi para calon dan praktisi pantomime.

Hari pertama workshop dilaksanakan pada Senin, 26 Januari 2026, dan diampu oleh Mas Asita Kaladewa. Sesi ini diikuti oleh peserta berusia 9 hingga 16 tahun, yang diajak mengenal dasar-dasar pantomime, olah tubuh, ekspresi, serta pengenalan karakter melalui gerak tanpa kata. Antusiasme peserta terlihat sejak awal, mengingat banyak di antara mereka baru pertama kali mendalami seni pantomime secara intensif.

Workshop berlanjut pada hari kedua, Selasa, 27 Januari 2026, bersama Mas Ende Riza. Masih menyasar kelompok usia 9 hingga 16 tahun, materi yang disampaikan lebih menekankan pada pengembangan imajinasi, penguatan karakter, serta keberanian berekspresi di atas panggung. Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh keceriaan, menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi para peserta muda.

Pada hari ketiga, Rabu, 28 Januari 2026, workshop ditujukan bagi peserta usia 17 tahun ke atas dan dipandu oleh Mas Jamaluddin Latif. Sesi ini menjadi ruang pendalaman artistik, di mana peserta diajak mengeksplorasi gagasan, emosi, dan isu sosial melalui bahasa tubuh pantomime. Diskusi dan praktik berlangsung intens, mencerminkan semangat para peserta dewasa dalam mengembangkan karya yang lebih reflektif dan personal.

Rangkaian kegiatan tersebut mencapai puncaknya dalam acara SOWAN (Parade Pertunjukan Pantomim) yang digelar pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Auditorium IFI Yogyakarta. Acara dimulai pukul 15.00 WIB dan berlangsung hingga 22.00 WIB, menghadirkan suguhan pertunjukan pantomime dari berbagai aktor lintas daerah. Momentum ini sekaligus menjadi penanda launching Yayasan Rumah Pantomim Yogyakarta, sebuah langkah penting dalam penguatan ekosistem pantomime di Indonesia.

Sejumlah aktor pantomime tampil memukau dalam acara SOWAN, di antaranya Doddy Micro, Yuristavia, Dinda Afrillia, Arief Wicaksono, Jamaluddin Latif, Ende Riza, Adlo Adiransyag, Ghani FM, Wawan Bob, Y. Krismantono, Kinanti Sekar, Tiaswening Maharsi, Andy SW, Asita Kaladewa, serta Broto Wijayanto. Masing-masing aktor membawakan karya dengan cerita, gaya, dan karakter yang khas, memperlihatkan kekayaan ekspresi dan pendekatan dalam seni pantomime.

Acara ini dihadiri oleh para pecinta pantomime, seniman, serta aktor dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran mereka menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat dan penuh semangat. Pertunjukan demi pertunjukan disambut dengan apresiasi meriah dari penonton, menandakan tingginya antusiasme terhadap seni pantomime.

Menariknya, meskipun setiap aktor tampil dengan cerita dan karakter yang berbeda, seluruh rangkaian pertunjukan terasa terhubung oleh satu benang merah: rasa kebersamaan dan semangat “nyawiji”. Nilai ini tercermin dalam cara para aktor saling mendukung, berbagi panggung, dan merayakan keberagaman ekspresi dalam satu ruang seni yang sama.

Sebagai salah satu praktisi pantomime asal Kabupaten Wonogiri, Kak Adi menyampaikan harapannya agar semangat yang terbangun dalam acara ini dapat menular ke daerah-daerah lain. Ia berharap ke depan terdapat ruang yang lebih terbuka bagi perkembangan seni pantomime di Wonogiri, dengan dukungan kebersamaan antar seniman serta dukungan berbagai pihak. Menurutnya, pengenalan pantomime kepada masyarakat umum menjadi langkah penting untuk memajukan dan melestarikan seni ini di tingkat daerah.

Melalui workshop dan Parade Pantomime SOWAN, Yogyakarta sekali lagi menunjukkan perannya sebagai rumah yang ramah bagi seni dan kreativitas, sekaligus menjadi titik temu bagi para seniman pantomime untuk tumbuh, berbagi, dan bergerak bersama.( Cahyospirit )














Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar