Sosok di Balik SSB New Persik’s, Agus Winarno Totalitas Tanpa Batas
Wonogiri MR - Di balik semangat dan geliat pembinaan sepak bola usia dini di desa, ada sosok yang mungkin tak banyak dikenal publik, namun perannya begitu terasa. Dialah Agus Winarno, figur pendiam yang tak banyak bicara, tetapi nyata dalam tindakan. Bagi keluarga besar SSB New Persik's, Agus adalah simbol totalitas tanpa batas.
Lahir pada 5 Agustus 1968, Agus merupakan putra dari pasangan Hadi Mulyono dan Suratmi. Dalam kehidupan pribadinya, ia adalah suami dari Dwi Warsiti serta ayah dari tiga anak: Winannda Chrisna Murti, Daffa Nury Putra, dan Faiz Banu Pamungkas. Keluarga menjadi fondasi utama dalam setiap langkah pengabdiannya.
Kecintaannya pada sepak bola tumbuh sejak kecil. Meski bukan mantan pemain bola, Agus mengaku selalu menyukai olahraga si kulit bundar. “Saya memang bukan pemain bola dulu, tapi sejak kecil sudah suka sepak bola,” tuturnya singkat.
Keterlibatannya di SSB New Persik’s bermula dari kecintaan pribadi sekaligus faktor kedekatan emosional. Klub tersebut berada di desa kelahirannya, dan salah satu anaknya juga bergabung di sekolah sepak bola tersebut. Dari situlah tumbuh komitmen untuk ikut mendukung kemajuan New Persik's di level pembinaan usia dini.
“Demi kemajuan New Persik's, sebisa mungkin akan kita dukung, terutama sarana dan prasarana. Tidak memandang kelompok umur, kalau memang perlu bantuan akan kita dukung semampunya,” ungkapnya.
Komitmen itu bukan sekadar kata-kata. Agus dikenal selalu hadir mendukung di mana pun SSB New Persik’s bertanding. Ia membantu menyediakan kendaraan, konsumsi, hingga tenaga. Bahkan ketika anaknya tidak bermain karena perbedaan kelompok usia, Agus tetap rela memfasilitasi kebutuhan tim dengan sarana prasarana pribadinya.
Bagi para pemain muda dan orang tua wali murid, Agus adalah teladan tentang arti kebersamaan dan kepedulian. Ia menunjukkan bahwa membangun prestasi tidak hanya tugas pelatih dan pemain, tetapi juga membutuhkan dukungan tulus dari masyarakat sekitar.
Pendiam, tak banyak bicara, tetapi banyak berbuat. Di tengah hiruk-pikuk kompetisi dan ambisi prestasi, Agus Winarno membuktikan bahwa kekuatan sebuah tim tidak hanya terletak pada strategi di lapangan, tetapi juga pada ketulusan sosok-sosok di belakang layar yang bekerja dengan hati.
Totalitas tanpa batas itulah Agus Winarno, sosok sederhana dengan dedikasi luar biasa bagi SSB New Persik’s dan masa depan sepak bola desa.(NDR /pimred Cahyospirit)
