BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Paguyuban Seniman Pantomim Wonogiri Resmi Dibentuk, Dorong Pelestarian Seni Pantomim di Masyarakat

Pembentukan paguyuban ini menjadi momentum penting bagi perkembangan seni pantomim di Wonogiri

Wonogiri MR– Upaya pelestarian dan pengenalan seni pantomim kepada masyarakat terus digalakkan oleh para penggiat seni di Kabupaten Wonogiri. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan dengan terbentuknya Paguyuban Seniman Pantomim Wonogiri ( Paspawon ) , yang secara resmi dibentuk pada Jumat, 6 Februari  2026, bertempat di Angkringan Sopo Ngiro, Wonogiri.

Pembentukan paguyuban ini menjadi momentum penting bagi perkembangan seni pantomim di Wonogiri. Selama ini, seni pantomim dinilai masih kurang mendapatkan ruang di tengah masyarakat dan cenderung hanya muncul dalam kegiatan tertentu, khususnya di lingkungan pendidikan.

Paguyuban pecinta seni pantomim ini dibentuk dengan tujuan utama untuk mengenalkan seni pantomim kepada masyarakat luas, sekaligus menghidupkan kembali eksistensi seni pertunjukan tanpa dialog tersebut agar tidak hanya dikenal secara terbatas.

Menurut Kak Adi, salah satu penggiat seni pantomim di Wonogiri, selama ini seni pantomim lebih dikenal sebatas dalam dunia pendidikan, terutama saat perlombaan FLS2N berlangsung. Setelah kegiatan lomba selesai, seni pantomim kerap kembali dilupakan dan tidak lagi mendapatkan perhatian.

“Selama ini pantomim itu identik dengan lomba FLS2N saja. Setelah lomba selesai, seni ini seperti berhenti dan tidak berkelanjutan. Padahal pantomim memiliki potensi yang sangat besar,” ujar Kak Adi.

Lebih lanjut, Kak Adi menjelaskan bahwa seni pantomim memiliki banyak manfaat, khususnya bagi anak-anak dan peserta didik. Dalam seni pantomim, anak-anak diajarkan berbagai gerakan ekspresif yang mampu meningkatkan daya imajinasi, kreativitas, serta membantu pembentukan karakter.

“Di dalam pantomim, anak-anak belajar mengolah tubuh, ekspresi, emosi, dan imajinasi. Ini sangat baik untuk membentuk karakter, kepekaan rasa, serta kepercayaan diri mereka,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Mas Endro, pakar pantomim sekaligus pelatih yang telah lama berkecimpung di dunia pantomim, menyampaikan bahwa pembentukan paguyuban ini tidak hanya berfokus pada pengenalan seni kepada masyarakat, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi dan berbagi pengalaman antar pelatih serta seniman pantomim.

“Paguyuban ini menjadi ruang bertemu, berdiskusi, dan saling menguatkan antar pelatih dan seniman pantomim. Harapannya, kita bisa bersama-sama mengembangkan pantomim agar lebih hidup dan dikenal masyarakat luas,” ungkap Mas Endro.

Dengan terbentuknya Paguyuban Seniman Pantomim Wonogiri, para penggiat seni berharap ke depan akan muncul lebih banyak kegiatan seperti pelatihan, pertunjukan, workshop, dan kolaborasi seni yang melibatkan masyarakat umum.

 Langkah ini diharapkan mampu menjadikan seni pantomim tidak hanya hidup di ruang lomba atau sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan seni dan budaya masyarakat Wonogiri.

Paguyuban ini sekaligus menjadi simbol kebangkitan seni pantomim di Wonogiri, serta bukti nyata bahwa seni tradisi dan seni pertunjukan modern masih memiliki tempat penting di tengah perkembangan zaman.(Cahyospirit)














Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar