Lapak Baca GMNI dan Teman Offline Hidupkan Budaya Literasi di Ruang Publik
Wonogiri MR -Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kembali menunjukkan peran aktifnya di tengah masyarakat melalui kegiatan Lapak Baca yang diselenggarakan bersama komunitas literasi Teman Offline pada ajang Car Free Day (CFD) Wonogiri ,Minggu, 8 Februari 2025.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap penguatan budaya literasi, khususnya di ruang publik yang selama ini lebih identik dengan aktivitas olahraga dan rekreasi.
Bertempat di area CFD Wonogiri yang ramai dikunjungi masyarakat, Lapak Baca hadir dengan konsep sederhana namun bermakna. Beragam koleksi buku bacaan disediakan secara gratis dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Masyarakat yang melintas diajak untuk berhenti sejenak, membuka lembar demi lembar buku, serta menikmati suasana membaca di tengah hiruk pikuk aktivitas akhir pekan.
Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang inklusif. Pengunjung Lapak Baca tampak antusias berdiskusi, bertukar pandangan, hingga berbagi rekomendasi bacaan. Suasana tersebut mencerminkan bahwa literasi tidak selalu harus berlangsung di ruang formal, melainkan dapat tumbuh dan hidup di ruang publik yang dekat dengan keseharian masyarakat.
Melalui Lapak Baca, GMNI dan Teman Offline ingin mengajak masyarakat untuk kembali membiasakan membaca sebagai bagian dari gaya hidup. Di tengah arus digitalisasi dan dominasi gawai, kehadiran buku fisik di ruang terbuka menjadi pengingat akan pentingnya membaca sebagai proses memperluas wawasan, mempertajam daya pikir kritis, serta membangun karakter kebangsaan yang kuat.
Ketua GMNI, Amirul, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang turut meramaikan kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa respons positif pengunjung menjadi bukti bahwa minat baca masih memiliki tempat di tengah masyarakat, asalkan difasilitasi dengan pendekatan yang tepat dan ramah.
“Lapak Baca ini bukan sekadar kegiatan membaca, tetapi juga bentuk perjumpaan gagasan antara mahasiswa dan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi semangat warga yang dengan sukarela meluangkan waktunya untuk membaca dan berdiskusi,” ujar Amirul.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini mencerminkan peran GMNI sebagai organisasi mahasiswa yang tidak hanya fokus pada kaderisasi internal, tetapi juga hadir sebagai gerakan intelektual yang berkontribusi langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, penguatan literasi merupakan fondasi penting dalam membangun kesadaran kritis dan semangat kebangsaan.
(Motivasi Cahyospirit untuk pelajar, mahasiswa dan Karyawan/Umum)Kolaborasi antara GMNI dan Teman Offline dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas jangkauan gerakan literasi. Sinergi ini mempertemukan energi mahasiswa dengan pengalaman komunitas literasi, sehingga mampu menghadirkan kegiatan yang relevan, kontekstual, dan mudah diterima oleh masyarakat luas.
Amirul berharap Lapak Baca dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan, baik dari segi konsep maupun jangkauan wilayah. Ia juga mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru agar kegiatan literasi semakin menarik dan mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
“Harapannya, Lapak Baca ini tidak berhenti di sini. Ke depan, kami ingin menjadikannya sebagai gerakan yang konsisten, lebih inovatif, dan berdampak nyata. Ini juga menjadi awal dari kolaborasi yang semakin solid dan progresif antara GMNI dan Teman Offline,” tambahnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, GMNI dan Teman Offline menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang edukatif di tengah masyarakat. Lapak Baca menjadi simbol bahwa literasi adalah tanggung jawab bersama, serta bukti bahwa mahasiswa dapat mengambil peran strategis dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan, kritis, dan berkarakter.( Cahyospirit )














