Cetak Duta Digital Bijak, Polres Sragen Bersama Mafindo Bekali Pelajar Lewat Pelatihan 'AI Ready ASEAN'
SRAGEN MR – Menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang kian masif, jajaran Polda Jateng melalui Polres Sragen bersinergi dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menggelar pelatihan bertajuk "AI Ready ASEAN".
Kegiatan yang berlangsung di Aula Satya Haprabu pada Senin (9/2/2026) ini bertujuan membekali generasi muda agar memiliki benteng moral dan kemampuan kritis dalam menggunakan teknologi.
Langkah strategis ini mendapatkan dukungan penuh dari lembaga internasional, yakni ASEAN Foundation dan Google.org. Sebanyak 100 siswa perwakilan SMA/SMK dari 19 sekolah di Kabupaten Sragen hadir untuk dipersiapkan menjadi "Duta Digital" di lingkungan mereka masing-masing.
Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, S.I.K., M.Si., memberikan pesan mendalam kepada para siswa mengenai "wajah ganda" teknologi AI. Dalam sambutannya, ia mengibaratkan AI seperti api yang harus dikendalikan dengan bijak.
"Perkembangan teknologi informasi yang ada saat ini ibaratnya seperti api. Kalau dia digunakan dalam kadar tertentu, itu bisa membawa manfaat untuk kehidupan kita semua. Namun di sisi lain, apabila kita menggunakan AI dengan cara yang salah, ia akan membakar dan menimbulkan bencana, baik untuk diri sendiri maupun orang-orang yang ada di sekitar kita," tegas AKBP Dewiana.
Ia berharap para pelajar yang hadir mampu menjadi pilot project remaja di Kabupaten Sragen yang mahir secara teknis namun tetap memegang teguh etika digital.
Apresiasi tinggi juga datang dari sektor pendidikan. Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jawa Tengah, Sigit Susilo, S.E., menyatakan bahwa kolaborasi antara Polres Sragen dan Mafindo ini sangat krusial bagi masa depan siswa SMA/SMK.
"Kami sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Anak-anak SMA dan SMK adalah garda terdepan dalam penggunaan teknologi. Pelatihan ini bukan hanya soal teknis, tapi bagaimana mereka bisa memilah mana yang bermanfaat dan mana yang bisa merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekolah," ujar Sigit Susilo.
Selama pelatihan, para peserta diajak membedah risiko teknologi seperti ancaman hoaks berbasis deepfake atau manipulasi data yang kian canggih. Melalui bimbingan para trainer dari Mafindo, siswa dibekali cara memvalidasi informasi agar tidak terjebak dalam arus disinformasi.
Dengan adanya sinergi melalui program AI Ready ASEAN ini, diharapkan Kabupaten Sragen dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga bertanggung jawab dalam menjaga ruang siber yang sehat di Asia Tenggara. (DF/ Riyan/ Pimred Cahyospirit )




















