Bangkit dari Mati Suri, Wisata “Bukit Cinta” Bayat Kembali Dibuka dan Dongkrak Ekonomi Warga
Klaten MR -Setelah lima tahun mengalami mati suri akibat hantaman pandemi COVID-19, objek wisata “Bukit Cinta” yang berada di Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, kini kembali menggeliat. Kebangkitan destinasi wisata yang sempat terbengkalai itu menjadi angin segar bagi masyarakat setempat, khususnya para pelaku UMKM yang menggantungkan harapan pada sektor pariwisata.
Pandemi yang melanda Indonesia sejak 2020 silam memang memberikan dampak luar biasa terhadap berbagai sektor, terutama pariwisata. Pembatasan aktivitas masyarakat, penutupan tempat wisata, hingga menurunnya daya beli membuat banyak destinasi di daerah terpaksa menghentikan operasionalnya. Tidak sedikit pula yang akhirnya gulung tikar karena tidak mampu bertahan dalam situasi krisis berkepanjangan.
“Bukit Cinta” menjadi salah satu destinasi yang terdampak cukup parah. Tempat wisata yang sebelumnya dikenal sebagai spot favorit untuk menikmati panorama alam dan berswafoto itu perlahan kehilangan pengunjung. Fasilitas yang tak terawat membuat kawasan tersebut terkesan kumuh dan terbengkalai.
Kondisi tersebut mengetuk hati seorang aktivis sekaligus konten kreator asal Klaten, Mbak Nining. Perempuan yang akrab disapa “Mb Nining” ini mengaku prihatin melihat potensi wisata di wilayahnya yang terabaikan selama bertahun-tahun.
Menurut Mb Nining, “Bukit Cinta” memiliki daya tarik alam yang tidak kalah dengan destinasi lain di Klaten. Letaknya yang strategis serta pemandangan yang indah seharusnya bisa menjadi magnet wisatawan. Dari keprihatinan itulah muncul gagasan untuk menghidupkan kembali destinasi tersebut.
Ia kemudian menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta Pemerintah Desa Gunung Gajah untuk duduk bersama membahas langkah konkret revitalisasi. Serangkaian pertemuan dilakukan guna menyusun konsep penataan ulang kawasan wisata, perbaikan fasilitas, hingga strategi promosi digital agar “Bukit Cinta” kembali dikenal luas.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada Sabtu, 14 Februari 2026, secara resmi dilakukan launching pembukaan kembali wisata “Bukit Cinta”. Acara peresmian berlangsung meriah dan dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta warga sekitar.
Peresmian dibuka langsung oleh Kepala Desa Gunung Gajah, Yohanes Yoyok Kartiko Cahyo, S.Sos. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan besar terhadap kebangkitan sektor pariwisata desa.
“Kami berharap dengan dibukanya kembali Bukit Cinta, wisatawan akan kembali berdatangan. Ini bukan hanya tentang tempat wisata, tetapi juga tentang peluang ekonomi bagi warga. Semoga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) sekaligus menggerakkan UMKM lokal,” ujarnya.
Sejak dibuka kembali, geliat perekonomian mulai terasa. Lapak-lapak UMKM yang menjajakan makanan ringan, minuman, serta cinderamata tampak kembali beroperasi. Aktivitas transaksi pun mulai meningkat, terutama saat akhir pekan.
Beberapa warga mengaku bersyukur karena kini memiliki kembali sumber penghasilan tambahan. Para pedagang yang sebelumnya terpaksa berhenti berjualan akibat sepinya pengunjung, kini kembali optimistis menatap masa depan.
Revitalisasi “Bukit Cinta” tidak hanya berfokus pada pembenahan fisik, tetapi juga pada pengelolaan yang lebih profesional dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, komunitas kreatif, serta masyarakat menjadi kunci agar destinasi ini tidak kembali terpuruk.
Mb Nining juga berkomitmen membantu promosi melalui konten digital di berbagai platform media sosial. Ia berharap promosi kreatif dapat menarik minat generasi muda untuk berkunjung dan menjadikan “Bukit Cinta” sebagai destinasi wisata pilihan di Klaten.
Kebangkitan “Bukit Cinta” menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap potensi lokal mampu menghidupkan kembali sektor yang sempat terpuruk. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan destinasi ini tidak hanya ramai sesaat, tetapi terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Gunung Gajah.
Masyarakat pun menaruh harapan besar agar momentum ini menjadi titik awal kebangkitan pariwisata di Kecamatan Bayat secara keseluruhan. Dari bukit kecil yang sempat sunyi, kini kembali tumbuh asa bagi ekonomi desa dan kesejahteraan warganya.(Aulia/ Pimred Cahyospirit)
.jpg)