Pelatihan Strategi Kemasan Produk UMKM dalam Menyongsong Pasar Hijau Digelar di MPP Wonogiri
Wonogiri MR — Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin siap menghadapi tuntutan pasar modern yang ramah lingkungan terus dilakukan.
Rumah BUMN BNI Wonogiri bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Pelatihan Strategi Kemasan Produk UMKM dalam Menyongsong Pasar Hijau (Eco-Friendly Packaging) pada Selasa, 9 Desember 2025, bertempat di lantai dua Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Wonogiri.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga produk olahan pangan. Para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari para narasumber yang berpengalaman di bidang kemasan dan desain produk.
Menurut, zulfirhan maulana ,staf Rumah BUMN BNI Wonogiri, menyampaikan bahwa tren global saat ini mendorong pelaku usaha untuk mulai beralih ke kemasan yang tidak hanya menarik, tetapi juga aman bagi lingkungan.
“Kemasan yang ramah lingkungan bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Pelaku UMKM harus mulai beralih ke kemasan yang aman dan sesuai standar. Ada peluang besar di pasar hijau, namun tentu juga ada tantangannya,” ujar Zulfran.
Ia menegaskan bahwa konsumen modern semakin peduli terhadap isu keberlanjutan, sehingga UMKM harus mampu menyesuaikan diri agar tetap kompetitif.
Materi lebih mendalam disampaikan oleh Laela Hidayat dari Balai Industri Kreatif Digital dan Kemasan Disperindag Provinsi Jawa Tengah. Ia menjelaskan dinamika peluang pasar bagi produk yang menggunakan kemasan ramah lingkungan.
Laela menuturkan bahwa kemasan eco-friendly dapat meningkatkan nilai jual produk, memperkuat citra merek, dan membuka akses ke pasar retail yang lebih besar, termasuk e-commerce dan eksport. Namun demikian, ia juga mengingatkan adanya tantangan berupa biaya produksi yang sedikit lebih tinggi dan keterbatasan bahan baku tertentu.
Pelatihan juga menghadirkan Latif, staf ahli desain kemasan dari balai industri, yang memberikan sesi praktik mengenai bagaimana UMKM dapat berinovasi dalam pengemasan produk. Ia menekankan pentingnya perpaduan antara estetika, fungsi, dan keberlanjutan.
Dalam sesi tersebut, peserta diajarkan prinsip dasar desain kemasan, seperti pemilihan material, warna, visual branding, serta teknik pelabelan yang sesuai dengan regulasi.
Banyak peserta berasal dari sektor kuliner seperti mie ayam, bakso, frozen food, serta makanan ringan. Para peserta memperoleh pelatihan khusus mengenai cara mengemas produk agar tetap aman, higienis, dan tahan lama.
Materi yang diajarkan mencakup: Teknik pengemasan produk basah dan kering , Pemilihan bahan kemasan eco-friendly yang aman pangan , Cara membuat label yang informatif dan menarik , Strategi branding melalui kemasan , Simulasi desain kemasan untuk produk kuliner
Pelatihan berlangsung interaktif, dengan peserta diminta mempraktikkan langsung pembuatan label dan mengkaji ulang kemasan produk masing-masing. Para narasumber juga memberikan evaluasi serta saran perbaikan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Rumah BUMN BNI Wonogiri dan Disperindag Kabupaten Wonogiri dalam mendukung UMKM agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif dan berorientasi pada keberlanjutan.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat mengembangkan kualitas kemasan produk sehingga memiliki daya tarik lebih, sekaligus mendukung gerakan lingkungan berkelanjutan melalui penggunaan kemasan ramah lingkungan.(Cahyospirit )













