BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

TRAGIS! 2 ORANG MENINGGAL, JEMBATAN PUTUS, PULUHAN RUMAH RUSAK,CUACA EKSTRIM MELANDA WILAYAH SELATAN KABUPATEN BREBES

Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menerjang wilayah selatan Kabupaten Brebes pada Sabtu sore, 8 November 2025, pukul sekitar 16.00 WIB.

BREBES MR  – Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menerjang wilayah selatan Kabupaten Brebes pada Sabtu sore, 8 November 2025, pukul sekitar 16.00 WIB.

 Peristiwa tersebut mengakibatkan banjir, longsor, dan kerusakan infrastruktur di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Sirampog, Bumiayu, dan Bantarkawung. Laporan terkini dari BPBD Kabupaten Brebes menyebutkan dua jiwa telah meninggal dunia, sementara kerusakan material dan dampak sosial turut signifikan.

Hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan selatan Brebes memicu peningkatan drastis debit sungai dan saluran drainase. 


Arus air yang kuat dan angin kencang bersama-sama menyebabkan pohon tumbang, atap rumah rusak, dan aliran air yang meluap merendam jalan serta pemukiman warga.

Di Kecamatan Sirampog, banjir limpasan dan angin kencang memukul Desa Dawuhan, Desa Igirklanceng, Desa Benda, dan Desa Plompong. Khusus di Desa Dawuhan, angin kencang merusak sedikitnya 12 rumah di dua dukuh  sebagian ringan, sebagian mengalami kerusakan berat. Di Desa Igirklanceng, seorang warga bernama Suswoyo (26 tahun) terbawa arus saat berkebun dan ditemukan meninggal dunia.

 Di Desa Plompong, sebuah pohon tumbang menimpa jembatan utama, kini telah tertangani. Banjir limpasan juga sempat menggenangi Desa Benda sebelum akhirnya surut.

Di Kecamatan Bumiayu, banjir limpasan menimpa sejumlah desa: Penggarutan, Dukuhturi, Kalierang, Langkap, dan Adisana. Di Desa Kalierang, seorang warga Haikal Alfi (27 tahun) dilaporkan meninggal setelah tersengat arus listrik dan terbawa arus banjir. Desa Langkap mengalami longsor tebing jalan, masih dalam tahap assessment. Desa Adisana mencatat pengungsian sementara: 2 KK (6 orang) mengungsi ke tetangga mereka.

Di Kecamatan Bantarkawung, banjir dari luapan sungai Pemali dan drainase perhutanan melanda Desa Bantarkawung dan Desa Pangebatan. Di Dukuh Gempol (Desa Bantarkawung), delapan rumah dan satu pondok pesantren terdampak. Di Desa Pangebatan, jembatan Merah Putih dilaporkan terputus akibat arus sungai yang deras – hingga laporan ini dibuat, belum tertangani. Dalam kejadian ini Korban jiwa: 2 orang (MD) ,Korban luka: nihil ,Pengungsi: 2 KK (6 jiwa) di Desa Adisana

Kerusakan meliputi: jembatan putus, atap rumah rusak, pagar rumah warga, pohon tumbang

Sebagian besar wilayah terdampak telah surut, namun kondisinya belum normal sepenuhnya

Beberapa akses penting terputus dan penanganan masih berlangsung.

BPBD Kabupaten Brebes bersama aparat desa, TNI, Polri dan relawan cepat tanggap melakukan:

  • Pemantauan melalui grup komunikasi (WAG) lintas instansi

  • Penyisiran lokasi terdampak dan pendataan kerusakan

  • Evakuasi warga ke tempat aman

  • Koordinasi untuk perbaikan infrastruktur dan pembersihan wilayah terdampak

  • Identifikasi kebutuhan mendesak: salah satunya alat kebersihan untuk membantu warga membersihkan sisa banjir dan lumpur

Dengan kondisi cuaca yang belum stabil dan wilayah masih dalam pemulihan, masyarakat dihimbau agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, longsor, dan angin kencang. Utamakan keselamatan, hindari area rawan tebing dan sungai yang debitnya naik, dan segera laporkan ke posko atau pihak berwenang bila menemukan situasi darurat.( Ari Saman/ Pimred Cahyospirit )











Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar