BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno Hadiri Apel Siaga dan Pengukuhan Pengurus KSB serta Simulasi Uji SOP Kampung Siaga Bencana di Kecamatan Kismantoro

Apel Siaga Pengurus KSB (Kampung Siaga Bencana) – Pengukuhan & Simulasi Uji SOP Kampung Siaga Bencana

Kismantoro,Wonogiri MR - Kamis, 30 Oktober 2025, di lapangan Kecamatan Kecamatan Kismantoro (Kabupaten Wonogiri Regency), berlangsung kegiatan besar yang bertajuk Apel Siaga Pengurus KSB (Kampung Siaga Bencana) – Pengukuhan & Simulasi Uji SOP Kampung Siaga Bencana. Acara ini dihadiri peserta dari lima kecamatan yaitu Kismantoro sendiri, Kecamatan Kecamatan Purwantoro, Kecamatan Kecamatan Bulukerto, Kecamatan Kecamatan Slogohimo, dan Kecamatan Kecamatan Puhpelem. Pengukuhan dan simulasi ini dilakukan dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan dan peran masyarakat dalam penanganan bencana di tingkat kampung.


Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno. Kegiatan ini rencananya akan berlangsung selama tiga hari, melibatkan pendamping program seperti PKH (Program Keluarga Harapan) dan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) sebagai peserta dari masing-masing kecamatan.

Acara dimulai dengan apel siaga yang bertujuan menggalang seluruh pengurus KSB dari lima kecamatan tersebut agar siap bertindak ketika terjadi bencana, baik bencana alam, kebencanaan sosial maupun kondisi darurat lainnya.

 Selanjutnya dilakukan pengukuhan pengurus KSB di tingkat kecamatan/kampung sehingga secara struktural sudah memiliki penanggung­jawab yang jelas. Kemudian agenda dilanjutkan dengan simulasi uji SOP (Standar Operasi Prosedur) Kampung Siaga Bencana  yaitu skenario latihan bagaimana suatu kampung atau masyarakat pada tingkat desa/kampung merespons dan menangani kejadian bencana: dari kesiapsiagaan, evakuasi, mitigasi hingga pemulihan awal.

Selain itu, kehadiran pendamping PKH dan TKSK menunjukkan bahwa kegiatan ini juga mengandung aspek sosial-kemasyarakatan, yaitu memperkuat kapasitas masyarakat rentan dan memperluas jaringan penanggulangan bencana hingga ke level keluarga dan komunitas lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Sukarno menegaskan bahwa Kabupaten Wonogiri sebagai wilayah dengan karakter geografis yang cukup menantang  berupa perbukitan, daerah rawan longsor dan aliran sungai  memerlukan kesiapsiagaan yang tinggi.

 Ia mengajak semua pihak mulai dari pemerintah kecamatan, kampung, lembaga sosial hingga masyarakat secara umum untuk bersama-sama memperkuat sistem Kampung Siaga Bencana sebagai lini depan ketika situasi darurat bencana terjadi.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, perangkat kampung dan masyarakat, agar bukan hanya menunggu ketika bencana datang, melainkan melakukan langkah-antisipasi yang terencana dan terstruktur. 

Dia memberikan apresiasi khusus kepada para pendamping PKH dan TKSK yang selama ini mempunyai jangkauan langsung ke masyarakat, terutama keluarga-keluarga yang rentan terhadap dampak bencana.

Kelima kecamatan yang diundang—Kismantoro, Purwantoro, Bulukerto, Slogohimo, dan Puhpelem mengirimkan wakil pengurus KSB, pendamping PKH/TKSK serta unsur masyarakat kampung yang akan menjadi pelaksana di lapangan. 

Dengan melibatkan pendamping PKH dan TKSK sebagai peserta, kegiatan ini juga bertujuan membekali mereka tidak hanya dalam konteks sosial-kemasyarakatan tetapi juga dalam kesiapsiagaan bencana. Karena ketika keluarga-keluarga miskin atau rentan bencana terdampak, pendamping inilah yang sering kali menjadi garda depan penyambung informasi dan bantuan. Dengan demikian, mereka dapat:

  • Memahami prosedur kampung siaga bencana sehingga bisa mengarahkan keluarga-keluarga binaan mereka untuk turut aktif dalam kampung siaga.

  • Mengintegrasikan program kesejahteraan dan mitigasi bencana sehingga pendekatan menjadi lebih holistik: bukan hanya bantuan sosial tetapi juga kesiapsiagaan dan mitigasi.

  • Menjadi penghubung antara pengurus KSB kampung dan keluarga-keluarga yang selama ini masuk dalam layanan PKH, sehingga sinergi program menjadi lebih kuat.

Bupati Setyo Sukarno dalam beberapa kesempatan sebelumnya telah menekankan bahwa pembangunan di Kabupaten Wonogiri ke depan akan menitikberatkan pada aspek masyarakat tangguh, inklusif dan berkelanjutan  termasuk dalam hal menangani risiko bencana. 

 Dengan demikian, kegiatan ini memiliki relevansi tinggi dalam agenda pembangunan daerah.

( Like & Subscribe Mediarakyat TV YouTube channel)

Acara apel siaga, pengukuhan dan simulasi uji SOP kampung siaga bencana yang dilaksanakan di Kecamatan Kismantoro tanggal 30 Oktober 2025 ini menandai langkah penting bagi lima kecamatan dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana di tingkat kampung dan keluarga. 

Dengan keterlibatan aktif pemerintah kecamatan-kampung, pengurus KSB, pendamping PKH/TKSK, serta masyarakat, diharapkan sistem kampung siaga bencana di Kabupaten Wonogiri benar-benar berjalan dan memberi manfaat nyata ketika tantangan bencana datang.

Semoga kegiatan tiga hari ini menghasilkan sinergi yang kuat dan bisa diikuti oleh kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Wonogiri.( Yayok / Pimred Cahyospirit )











Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar