Target PAD Dari Retribusi Parkir Tak Tercapai, Tim Cakrawala Jangan Hanya Amankan Jukir Liar Tapi Usut Juga Dugaan Aliran Dana Punglinya
Medan KMR - Penertiban juru parkir liar oleh Tim Cakrawala Dishub Kota Medan bersama kepolisian yang beredar di media sosial menuai sorotan. Publik mempertanyakan, apakah penindakan hanya berhenti di jukir liar di jalanan?
Padahal, target PAD dari Retribusi Parkir tak tercapai. Warga Kota Medan tiap hari dikutip parkir. Warga berhenti, warga bayar. Tidak peduli motor atau mobil.
Tapi faktanya, dari target 100 Miliar di tahun 2024 kemarin, yang masuk ke kas daerah cuma 19,1 Miliar.
"Tim Cakrawala jangan hanya amankan jukir liar, tapi usut juga aliran dana punglinya! Kalau hanya jukir yang diamankan, itu namanya tebang pilih," ujar Rahmadsyah, Aktivis yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sumatera Utara, Kamis (6/11/2026).
Rahmadsyah menilai, jukir liar yang sering viral di media sosial diamankan tersebut hanya ujung kecil dari persoalan besar kebocoran PAD parkir di Kota Medan.
"Jukir itu cuma ujungnya. Usut juga dugaan aliran dana punglinya, kemana perginya? Siapa yang menerima setoran? Siapa yang menikmati selisih puluhan miliar itu?" tegasnya.
Ia meminta Tim Cakrawala, Pemko Medan, DPRD Medan, dan Aparat Penegak Hukum untuk mengaudit total pengelolaan parkir tepi jalan di Kota Medan.
"Kami tidak menuduh! Kami minta audit! Buka data berapa titik parkir resmi, berapa juru parkir resmi, berapa yang disetor setiap hari!" ujarnya.
Menurutnya, jika hanya jukir kecil yang ditangkap sementara aliran dana besarnya dibiarkan, maka kebocoran akan terus terjadi dan rakyat yang dirugikan.
"Bocor PADnya, bertambah kaya oknumnya, melarat rakyatnya. Selamatkan PAD Kota Medan dari kebocoran! Medan untuk semua, bukan untuk oknum!" tutupnya.
_#medanuntuksemua #SavePADMedan #AuditParkirMedan #StopPungli #UsutAliranDana (Pitri NST - Aliansi Wartawan Sumatera Utara/Cahyospirit)
