BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

Tak Ada Batas untuk Berkarya, Chezario Buktikan Anak Berkebutuhan Khusus Bisa Bersinar Lewat Tari

Chezario Adhy Chandra sedang mengikuti uji kompetensi tari 

WONOGIRI  KMR– Suasana penuh kebahagiaan dan haru mewarnai kegiatan uji kompetensi tari yang diselenggarakan pada Minggu,(1/11) di Desa Girirejo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman berkesan, tidak hanya bagi para peserta, tetapi juga bagi orang tua yang menyaksikan perkembangan dan kemampuan anak-anak mereka dalam dunia seni tari.

Menurut Bintangsri salah satu wali murid mengungkapkan rasa bangga dan terkesannya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, uji kompetensi tari bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan menari, melainkan juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar, berkembang, membangun rasa percaya diri, serta mengekspresikan potensi yang mereka miliki.

Bintangsri juga memberikan apresiasi kepada Sanggar Seni Tari Tirta Kinasih yang dinilainya telah menghadirkan ruang kreatif bagi semua anak tanpa memandang perbedaan.

"Menurut saya, Sanggar Seni Tari Tirta Kinasih adalah ruang kreatif untuk semua jiwa yang istimewa. Di dalamnya terdapat bakat yang tak terbatas dalam setiap perbedaan. Di sini, semua anak memiliki kesempatan untuk bersinar," ungkap Bintangsri.

Baginya, setiap anak memiliki keunikan, kemampuan, dan potensi yang layak mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya, melainkan bagian dari perjalanan yang dapat diubah menjadi harapan dan prestasi.

Pesan inspiratif tersebut terlihat nyata melalui kehadiran salah satu siswa berkebutuhan khusus bernama Chezario Adhy Chandra. Ia menunjukkan bahwa kecintaan terhadap seni tidak mengenal batas. Dengan kemampuan menarinya, Chezario membuktikan bahwa dirinya juga mampu tampil, berekspresi, dan memperlihatkan bakat yang dimiliki.

Kehadiran Chezario menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mendapatkan ruang yang sama untuk mengembangkan kemampuan dan meraih kesempatan. Seni tari menjadi salah satu media yang mampu menyatukan perbedaan sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan jati diri mereka.

" Saya percaya, keterbatasan bisa diubah menjadi kanvas harapan. Setiap anak berhak memiliki panggung untuk bercerita melalui bakat dan kemampuannya masing-masing," tambah Bintangsri.

Melalui kegiatan ini, Sanggar Seni Tari Tirta Kinasih tidak hanya berperan sebagai tempat belajar menari, tetapi juga menjadi wadah untuk menumbuhkan keberanian, kepercayaan diri, kreativitas, dan nilai-nilai kesetaraan.

Kisah Chezario dan anak-anak lainnya menjadi gambaran bahwa setiap individu memiliki cahaya dan keistimewaannya sendiri. Sebab, panggung seni bukan hanya milik mereka yang dianggap sempurna, melainkan milik siapa saja yang memiliki semangat untuk berkarya.(Cahyospirit)

















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar