PKBM Karya Wiyata Bhakti Gelar Workshop Barista Preneur (TOT), Tingkatkan Kompetensi 33 Tutor dalam Pembelajaran Life Skill Berbasis Kewirausahaan
Wonogiri KMR— Dalam upaya meningkatkan kompetensi vokasional tutor sekaligus memperkuat pembelajaran kecakapan hidup (life skill) yang mandiri dan berdaya saing, PKBM Karya Wiyata Bhakti Sidoharjo menyelenggarakan Workshop Barista Preneur Training of Trainer (TOT). Kegiatan ini diikuti oleh 33 tutor sebagai langkah strategis untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan yang nantinya dapat ditularkan kepada warga belajar.
Kegiatan workshop dibuka pada Jumat, 30 Oktober 2026, bertempat di Sekretariat 1 PKBM Karya Wiyata Bhakti Sidoharjo, yang berlokasi di TK Negeri Pembina Kecamatan Sidoharjo. Pelatihan kemudian dilanjutkan pada Kamis, 5 November 2026, dengan materi praktik pengenalan peralatan barista, teknik penyajian kopi, serta wawasan kewirausahaan di bidang usaha kopi.
Kepala/Pengelola PKBM Karya Wiyata Bhakti, Marmini, S.Pd.AUD., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya lembaga dalam meningkatkan kompetensi 33 tutor agar mampu mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membekali warga belajar dengan keterampilan praktis yang bermanfaat bagi kehidupan dan masa depan mereka.
Menurutnya, melalui pelatihan ini para tutor diharapkan memiliki kemampuan dan pengalaman yang dapat dikembangkan menjadi pembelajaran keterampilan vokasional, sehingga warga belajar mempunyai bekal untuk berwirausaha secara mandiri dan memiliki daya saing.
Dalam kesempatan tersebut, Banu Darussalam, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa keterampilan barista memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pembelajaran tematik dan diintegrasikan dengan berbagai mata pelajaran. Dengan demikian, pembelajaran barista tidak hanya menjadi kegiatan praktik keterampilan, tetapi juga dapat dikaitkan dengan berbagai kompetensi pembelajaran, sehingga lebih kontekstual, menarik, dan aplikatif bagi warga belajar.
Sementara itu, Anik Asmorowati, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan pentingnya keberlanjutan hasil pelatihan melalui proses transfer pengetahuan dan keterampilan dari tutor kepada warga belajar.
"Diharapkan workshop Barista Preneur (TOT) ini benar-benar membekali para tutor untuk bisa ditularkan kepada warga belajar sebagai bentuk tanggung jawab PKBM dalam memberikan life skill di bidang kewirausahaan," ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Rita Nurhidayati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan kesetaraan tidak hanya bertugas memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga harus mampu mengembangkan potensi, keterampilan, dan kemandirian warga belajar melalui pembelajaran nonakademik.
Menurutnya, keterampilan vokasional seperti barista dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran kecakapan hidup yang memberikan pengalaman nyata sekaligus membuka peluang usaha bagi warga belajar setelah menyelesaikan pendidikan kesetaraan.
Pada pelaksanaan lanjutan tanggal 5 November 2026, peserta mendapatkan materi dari narasumber Rizal Imam Mustafa, yang memberikan pengenalan berbagai peralatan barista, teknik pengolahan dan penyajian kopi, serta wawasan mengenai peluang usaha di bidang kopi. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik yang dapat dijadikan bekal dalam mengembangkan pembelajaran keterampilan di lembaga masing-masing.
Melalui Workshop Barista Preneur Training of Trainer (TOT) ini, PKBM Karya Wiyata Bhakti berharap 33 tutor yang mengikuti kegiatan mampu menjadi penggerak pembelajaran vokasional di lingkungan PKBM. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat ditransformasikan menjadi kegiatan pembelajaran yang kreatif, produktif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia usaha.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen PKBM Karya Wiyata Bhakti dalam menghadirkan pendidikan kesetaraan yang lebih bermakna, yaitu pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan secara akademik, tetapi juga membekali warga belajar dengan keterampilan hidup, jiwa kewirausahaan, dan keberanian untuk menciptakan peluang usaha secara mandiri.
Pendidikan bukan sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga membekali setiap warga belajar dengan keterampilan untuk hidup mandiri, produktif, dan berdaya saing.(Rit /Pimred Cahyospirit)






.jpg)











