Dosen STAIMAS Wonogiri Kolaborasi Menulis Buku, Angkat Strategi dan Inovasi Pembelajaran PAI di Era Digital
Wonogiri KMR— Transformasi digital mendorong dunia pendidikan untuk terus berinovasi, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Menjawab tantangan tersebut, sepuluh akademisi lintas perguruan tinggi berkolaborasi menerbitkan buku berjudul Manajemen Pembelajaran PAI di Era Digital: Strategi, Inovasi, dan Implementasi. Buku ini diterbitkan oleh CV. Afasa Pustaka.
Salah satu penulis dalam buku tersebut adalah Dr. Amir Mukminin, S.Pd.I., M.Pd., Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STAIMAS Wonogiri. Keterlibatan ini menjadi bagian dari kontribusi akademik dalam mengembangkan pemikiran dan praktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan peserta didik di era digital.
Buku ini ditulis bersama Dyah Wulandari, M.Pd.; Assoc. Prof. Dr. Almaydza Pratama Abnisa, S.S., M.Pd.I.; Dr. Dwi Noviatul Zahra, M.Pd.; Putri Maharani Pratiwi, M.Pd.; Sanusi, M.Pd.I.; Riyanto, S.Pd.I., M.Pd.I.; Muhammad Nauval Izzul Kamal, M.Pd.; Desi Susanti, M.Pd.; Dessy Kurnia Mulyani, M.Pd.; serta Dr. H. Nur Khoiri, M.Ag. Adapun penyuntingan buku dilakukan oleh Dr. Sriwardona, M.A.
Secara substansial, buku ini membahas pengelolaan pembelajaran PAI mulai dari konsep dan landasan manajemen pembelajaran, perencanaan berbasis Kurikulum Merdeka, pengelolaan kelas, hingga pemanfaatan sumber belajar digital. Pembahasan juga mencakup berbagai strategi pembelajaran inovatif, seperti student-centered learning, Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), pembelajaran inkuiri, deep learning, dan flipped classroom.
Tidak hanya menekankan aspek strategi pembelajaran, buku ini turut mengulas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari transformasi pendidikan. Teknologi tersebut membuka peluang bagi pendidik untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Namun, penerapannya tetap membutuhkan kompetensi profesional, pertimbangan pedagogis, serta peran kepemimpinan guru agar teknologi benar-benar mendukung tercapainya tujuan pendidikan.
"Kolaborasi penulisan buku ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi guru PAI, mahasiswa, dosen, pengelola lembaga pendidikan, dan pemerhati pendidikan Islam. Perpaduan teori dan praktik di dalamnya menjadi salah satu upaya memperkaya referensi akademik sekaligus mendorong pengembangan pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perubahan zaman," ujar Amir.
Bagi STAIMAS Wonogiri, lanjut Amir, kontribusi dosen dalam penerbitan karya ilmiah kolaboratif menjadi bagian dari penguatan budaya akademik dan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengembangan keilmuan. Produktivitas akademik semacam ini diharapkan dapat memperluas jejaring kolaborasi antarlembaga serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru dalam pengembangan pendidikan Islam.
Pada akhirnya, buku Manajemen Pembelajaran PAI di Era Digital: Strategi, Inovasi, dan Implementasi menegaskan bahwa kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan inovasi pedagogis dan kualitas sumber daya manusia. Teknologi bukan sekadar alat bantu pembelajaran, melainkan sarana yang perlu dikelola secara tepat agar pendidikan agama tetap bermakna, kontekstual, dan mampu menjawab tantangan era digital.(NDR /Pimred Cahyospirit)


.jpg)











