BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

Syukuran Jembatan Baru, Warga Cigarukgak-Randiah Gelar Makan Nasi Liwet Bersama di Atas Jembatan Penghubung Desa

acara syukuran sederhana dengan makan nasi liwet bersama setelah selesainya pembangunan jembatan baru 

SUKATANI, PURWAKARTA KMR  — Rasa syukur dan kebahagiaan terpancar dari warga masyarakat Kampung Cigarukgak, Desa Sukatani, dan Kampung Randiah, Desa Pasir Munjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta. Kebahagiaan tersebut diwujudkan melalui acara syukuran sederhana dengan makan nasi liwet bersama setelah selesainya pembangunan jembatan baru yang menghubungkan kedua wilayah tersebut.

Acara syukuran dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026, dengan mengambil lokasi tepat di atas jembatan penghubung yang baru selesai dibangun. Suasana kebersamaan begitu terasa ketika warga dari kedua kampung duduk bersama, menikmati hidangan nasi liwet sekaligus merayakan hadirnya akses penghubung yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat.

Pembangunan jembatan tersebut dinilai menjadi sebuah langkah penting bagi warga Cigarukgak dan Randiah. Selain menjadi sarana penghubung antarkampung dan antardesa, keberadaan jembatan baru diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.


Acara tersebut turut dihadiri Danramil 1906/Sukatani Kapten Arm I Komang Sutisna, Babinsa Pasir Munjul, Babinsa Sukatani beserta anggota Koramil 1906/Sukatani. Hadir pula aparatur Desa Sukatani, aparatur Desa Pasir Munjul, Kepala Dusun 3 Randiah Bapak Mulyadin, serta warga masyarakat Cigarukgak dan Randiah.

Kehadiran unsur TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam acara tersebut semakin memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menyambut selesainya pembangunan jembatan. Bagi masyarakat, jembatan bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian penting dari kebutuhan mobilitas dan aktivitas sosial maupun ekonomi warga.

Makan nasi liwet bersama dipilih sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan. Tradisi makan bersama tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara masyarakat dari dua wilayah yang selama ini memiliki hubungan dan kepentingan yang erat.

Di tengah suasana kebersamaan tersebut, warga menyampaikan harapan agar jembatan yang baru dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama. Mereka berharap akses baru itu dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

Kepala Dusun 3 Randiah, Bapak Mulyadin, mengungkapkan rasa bahagianya atas selesainya pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, keberadaan jembatan ini sangat penting karena menjadi penghubung bagi masyarakat antardesa sekaligus membuka akses yang lebih mudah bagi warga.

“Kami sangat bahagia dengan dibangunnya jembatan ini. Jembatan ini menghubungkan antarwilayah desa dan memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Mudah-mudahan dengan adanya jembatan baru ini bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat serta mempermudah akses dasar bagi warga desa,” ujar Mulyadin.

Ia menjelaskan, manfaat jembatan tersebut tidak hanya dirasakan oleh warga yang menjalankan aktivitas ekonomi, tetapi juga oleh anak-anak sekolah dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Menurutnya, akses yang lebih mudah akan memberikan dampak positif terhadap berbagai kebutuhan masyarakat. Anak-anak yang bersekolah di wilayah seberang kini diharapkan dapat melakukan perjalanan dengan lebih mudah. Begitu pula warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat lebih cepat mencapai fasilitas kesehatan yang berada di wilayah desa seberang.

“Dengan adanya jembatan baru ini, anak-anak sekolah menjadi lebih mudah untuk beraktivitas. Begitu juga ketika ada warga yang sakit dan membutuhkan fasilitas kesehatan, akses menuju tempat pelayanan menjadi lebih mudah karena sudah ada jembatan penghubung ini,” tambahnya.

Bagi masyarakat Cigarukgak dan Randiah, selesainya pembangunan jembatan tersebut menjadi kabar baik yang telah dinantikan. Akses penghubung yang memadai dianggap mampu memangkas hambatan perjalanan sekaligus memperlancar hubungan antara masyarakat dari kedua wilayah.

Jembatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan akses yang semakin terbuka, mobilitas warga untuk melakukan kegiatan perdagangan, bekerja, mengangkut hasil usaha maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari diharapkan menjadi lebih lancar.

Tidak kalah penting, keberadaan jembatan juga memberikan manfaat dalam aspek sosial. Hubungan antarmasyarakat menjadi semakin mudah karena warga dapat berkunjung, bersilaturahmi, maupun mengikuti berbagai kegiatan di wilayah seberang tanpa harus menghadapi hambatan akses seperti sebelumnya.

Dalam acara syukuran tersebut, warga tampak menikmati suasana penuh keakraban. Hidangan nasi liwet disantap secara bersama-sama di atas jembatan yang baru selesai dibangun. Momen tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa pembangunan sebuah fasilitas umum pada akhirnya ditujukan untuk memberikan manfaat dan mempererat hubungan masyarakat.

Kegiatan sederhana itu juga menjadi bentuk apresiasi masyarakat terhadap hadirnya infrastruktur yang dinilai memiliki manfaat besar. Warga berharap pembangunan jembatan tidak berhenti sebagai sebuah proyek fisik, tetapi benar-benar dapat dirawat dan digunakan secara berkelanjutan.

Masyarakat juga diharapkan memiliki rasa tanggung jawab bersama untuk menjaga kondisi jembatan agar tetap baik. Pemeliharaan dan penggunaan secara tertib menjadi hal penting supaya fasilitas tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Dengan selesainya pembangunan jembatan penghubung Kampung Cigarukgak, Desa Sukatani, dengan Kampung Randiah, Desa Pasir Munjul, Kecamatan Sukatani, masyarakat kini memiliki akses yang lebih mudah untuk menunjang berbagai aktivitas. Jembatan tersebut diharapkan menjadi penghubung yang tidak hanya menyatukan dua wilayah secara fisik, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Acara makan nasi liwet bersama yang digelar di atas jembatan pun menjadi kenangan tersendiri bagi warga. Kesederhanaan acara justru memperlihatkan kuatnya rasa kebersamaan masyarakat dalam menyambut sebuah perubahan yang dianggap membawa manfaat besar bagi kehidupan mereka.

Warga Cigarukgak dan Randiah berharap keberadaan jembatan baru tersebut dapat menjadi awal dari semakin baiknya akses infrastruktur di wilayah Kecamatan Sukatani. Dengan akses yang semakin mudah, berbagai kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, kegiatan ekonomi hingga hubungan sosial, diharapkan dapat berjalan lebih lancar.

Pada akhirnya, pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar menghadirkan jalur baru bagi kendaraan maupun pejalan kaki. Lebih dari itu, jembatan menjadi simbol terbukanya akses, semakin dekatnya hubungan antarmasyarakat, serta tumbuhnya harapan baru bagi warga Cigarukgak dan Randiah untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.(Edi K/Pimred Cahyospirit)


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar