BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

Sebanyak 250 Siswa dan 20 Guru SD Thariq Bin Ziyad Jatimulya Bekasi Kunjungi Litbang Keramik Plered, Kenalkan Dunia Gerabah Secara Langsung

Sebanyak 250 siswa-siswi bersama 20 orang guru dari SD Thariq Bin Ziyad Jatimulya, Bekasi, melakukan kunjungan edukatif ke UPTD Litbang sentra Industri Keramik Plered

Purwakarta , Jawa Barat KMR - Sebanyak 250 siswa-siswi bersama 20 orang guru dari SD Thariq Bin Ziyad Jatimulya, Bekasi, melakukan kunjungan edukatif ke UPTD Litbang sentra Industri Keramik Plered, yang berlokasi di Kampung Gunung Cupu RT 01 RW 01, Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.

Kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat salah satu potensi kerajinan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Plered, yakni keramik dan gerabah berbahan dasar tanah liat.

Kunjungan tidak hanya menjadi kegiatan wisata edukasi, tetapi juga membuka wawasan para siswa mengenai bagaimana tanah liat yang selama ini mereka kenal sebagai material sederhana dapat diolah menjadi berbagai macam produk kerajinan bernilai seni sekaligus memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan penjelasan secara langsung dari narasumber, Jujun Junaedi, mengenai proses, jenis, hingga pemanfaatan keramik dan gerabah yang berkembang di wilayah Plered.

Menurut Jujun Junaedi, keberadaan Litbang Keramik Plered memiliki peran penting sebagai sarana latihan dan pengembangan keterampilan masyarakat maupun generasi muda dalam bidang tanah liat atau keramik.

“Keramik Gerabah Plered merupakan komoditi yang menjanjikan ketika kita serius menggelutinya di bidang kerajinan ini,” ujar Jujun Junaedi.

Ia menjelaskan, Litbang Keramik bukan sekadar tempat untuk menghasilkan produk kerajinan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk mengenal karakter tanah liat, teknik pengolahan, proses pembentukan hingga menghasilkan produk keramik yang memiliki nilai guna dan nilai estetika.

Mengenal Berbagai Jenis Keramik

Dalam kesempatan tersebut, para siswa juga diperkenalkan dengan sejumlah kategori keramik yang umum dikenal dalam dunia tembikar.

Salah satunya adalah Earthenware atau gerabah, yaitu tembikar yang dibuat dari tanah liat dan dibakar pada suhu relatif rendah, sekitar 1.000–1.200 derajat Celsius. Jenis keramik ini memiliki sifat berpori dan umumnya memiliki warna merah hingga kecokelatan.

Kemudian terdapat Stoneware atau keramik batu. Jenis ini dibuat menggunakan tanah liat khusus yang melalui proses pembakaran pada suhu lebih tinggi. Hasilnya lebih kuat, padat dan kedap air sehingga memiliki karakter yang berbeda dibandingkan gerabah biasa.

Selain itu, para siswa juga diperkenalkan dengan Porcelain atau porselen, yaitu jenis tembikar berwarna putih dengan tekstur sangat halus yang menggunakan bahan kaolin dan dibakar pada suhu sangat tinggi. Hasil pembakarannya dapat memiliki karakter mengilap dan pada kondisi tertentu tampak seperti kaca atau tembus cahaya.

Penjelasan tersebut memberikan gambaran kepada para siswa bahwa keramik bukan hanya sekadar benda yang digunakan sebagai hiasan, tetapi merupakan sebuah bidang kerajinan yang mempunyai proses panjang, membutuhkan keterampilan, ketelitian dan pemahaman terhadap material.

Keramik Interior dan Eksterior

Lebih lanjut, para siswa juga mendapatkan pengetahuan mengenai pembagian keramik tembikar berdasarkan penggunaannya.

Secara sederhana, keramik tembikar dapat dibedakan menjadi keramik interior, yang lebih banyak digunakan sebagai hiasan atau elemen dekorasi di dalam rumah, serta keramik eksterior, yang penggunaannya ditempatkan di luar rumah atau halaman.

Produk keramik tembikar juga memiliki ukuran yang sangat beragam. Mulai dari benda-benda berukuran kecil hingga produk berukuran besar yang membutuhkan proses pengerjaan dan penanganan lebih kompleks.

Keragaman bentuk, ukuran serta fungsi tersebut menunjukkan bahwa tanah liat memiliki potensi yang sangat luas untuk dikembangkan menjadi produk kerajinan.

Mengenal Proses Pembuatan Keramik

Hal yang paling menarik perhatian para siswa dalam kunjungan tersebut adalah ketika mereka diperkenalkan dengan proses pembuatan keramik tembikar.

Dalam proses pembuatannya, terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan, di antaranya dicetak, dipres dan diputar.

Setiap teknik memiliki karakter dan tingkat kesulitan tersendiri. Melalui proses tersebut, tanah liat yang awalnya masih berupa bahan mentah kemudian dibentuk sesuai kebutuhan hingga menjadi sebuah benda yang memiliki bentuk, fungsi dan nilai seni.

Bagi para siswa, pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang menarik karena mereka dapat melihat secara langsung bagaimana proses sebuah produk keramik dibuat.

Antusiasme terlihat dari ketertarikan anak-anak ketika mendapatkan penjelasan mengenai tanah liat dan proses pembentukan keramik.

Selama ini, sebagian besar siswa hanya mengenal proses pembuatan keramik dan gerabah melalui tayangan media sosial maupun media elektronik seperti televisi. Namun melalui kunjungan langsung ke Litbang Keramik Plered, mereka dapat melihat dan mengenal proses tersebut secara lebih nyata.

Pengalaman belajar secara langsung seperti ini memberikan kesan tersendiri bagi para siswa. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui buku, layar televisi maupun perangkat elektronik, tetapi juga dapat melihat langsung tempat pengembangan kerajinan keramik serta memahami bahwa di balik sebuah produk keramik terdapat proses, keterampilan dan ketekunan.

Menanamkan Apresiasi terhadap Kerajinan Lokal

Kunjungan SD Thariq Bin Ziyad Jatimulya Bekasi ke Litbang Keramik Plered juga menjadi bagian penting dalam memperkenalkan potensi kerajinan lokal kepada generasi muda.

Plered sendiri dikenal memiliki tradisi kerajinan tanah liat yang telah berkembang di tengah masyarakat. Potensi tersebut dapat terus dikembangkan apabila mendapat perhatian, pembinaan dan regenerasi dari generasi muda.

Di tengah perkembangan teknologi dan semakin mudahnya anak-anak mendapatkan informasi dari internet, pengalaman melihat secara langsung proses pembuatan kerajinan tradisional menjadi hal yang penting.

Anak-anak dapat memahami bahwa produk kerajinan yang mereka lihat di pasaran tidak muncul begitu saja. Ada tangan-tangan terampil yang mengolah bahan mentah, membentuknya, mengeringkan, membakar dan menyelesaikannya hingga menjadi sebuah produk yang memiliki nilai.

Kegiatan tersebut sekaligus memberikan pesan bahwa kerajinan tradisional dan perkembangan teknologi tidak harus berjalan berlawanan. Justru, kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk kerajinan lokal agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Potensi Ekonomi yang Menjanjikan

Keramik dan gerabah Plered juga memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai salah satu komoditas ekonomi kreatif.

Dengan inovasi desain, peningkatan kualitas, kemampuan membaca kebutuhan pasar serta pemasaran yang lebih luas, produk keramik Plered berpotensi memiliki nilai ekonomi yang semakin baik.

Karena itu, keberadaan Litbang Keramik Plered menjadi penting, terutama sebagai sarana latihan dan pengembangan kemampuan dalam bidang kerajinan tanah liat.

Generasi muda dapat diperkenalkan sejak dini bahwa keterampilan membuat keramik tidak hanya berkaitan dengan seni dan kreativitas, tetapi juga dapat menjadi keterampilan produktif yang suatu saat bisa dikembangkan menjadi usaha.

Kunjungan ratusan siswa dan puluhan guru dari Bekasi tersebut pun memperlihatkan bahwa kerajinan Plered masih memiliki daya tarik sebagai sumber pembelajaran di luar lingkungan sekolah.

Para siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar tentang material, teknik, seni, budaya dan potensi ekonomi dalam satu kegiatan yang sama.

Pada akhirnya, kunjungan edukatif tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman sesaat. Pengetahuan yang diperoleh para siswa dapat menjadi bagian dari proses mengenalkan kekayaan kerajinan daerah Indonesia kepada generasi penerus.

Tanah liat yang terlihat sederhana ternyata dapat menghasilkan berbagai macam karya. Dengan kreativitas, keterampilan dan kesungguhan dalam mengembangkannya, keramik dan gerabah Plered memiliki peluang untuk terus tumbuh dan menjadi komoditas yang menjanjikan.

Antusiasme 250 siswa dan 20 guru SD Thariq Bin Ziyad Jatimulya Bekasi dalam mengenal dunia keramik secara langsung menjadi gambaran bahwa kerajinan tradisional masih memiliki tempat penting dalam dunia pendidikan.

Lebih dari sekadar melihat sebuah produk, para siswa hari itu belajar memahami proses, kreativitas, keterampilan dan potensi ekonomi yang lahir dari tanah Plered.( M.Sasmita ( Ragil )/edi k /Pimpred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar