BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

Halaman Kantor Kecamatan Plered Bergeliat, 133 Pelaku UMKM Ramaikan Malam Akhir Pekan

Kegiatan tersebut digagas dan digerakkan oleh Paguyuban Sabilulungan di bawah kepemimpinan Duden Pelani, yang menjadi salah satu motor penggerak terselenggaranya kegiatan tersebut

Purwakarta , Jawa Barat KMR - Suasana Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat kini terasa berbeda pada malam Sabtu dan malam Minggu. Halaman Kantor Kecamatan Plered yang biasanya identik dengan aktivitas pemerintahan, berubah menjadi ruang yang ramai dengan aktivitas ekonomi masyarakat melalui gelaran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Kegiatan tersebut digagas dan digerakkan oleh Paguyuban Sabilulungan di bawah kepemimpinan Duden Pelani, yang menjadi salah satu motor penggerak terselenggaranya kegiatan tersebut.

Gelaran UMKM ini lahir dari sebuah gagasan sederhana. Namun, melalui koordinasi dengan berbagai pihak, terutama Muspika Kecamatan Plered, para tokoh masyarakat serta para pelaku usaha yang tergabung dalam Paguyuban Sabilulungan, gagasan tersebut berkembang menjadi kegiatan yang tidak hanya mendorong aktivitas ekonomi, tetapi juga menghadirkan hiburan dan ruang interaksi bagi masyarakat.

Kini, setiap malam akhir pekan, halaman Kantor Kecamatan Plered dipenuhi berbagai lapak UMKM yang menawarkan beragam produk dan kuliner. Kehadirannya secara perlahan menciptakan suasana baru sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Plered dan sekitarnya.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut terbilang tinggi. Saat ini tercatat 133 pedagang dan pelaku UMKM telah bergabung dalam kegiatan Paguyuban Sabilulungan.

Sementara itu, kapasitas yang tersedia mencapai sekitar 150 lapak atau stand. Prioritas diberikan kepada pelaku UMKM yang berasal dari Kecamatan Plered, meskipun terdapat pula pedagang dari luar kecamatan dengan jumlah sekitar 20 hingga 30 persen.

Pertumbuhan jumlah pedagang tersebut membuat pengelola harus kembali melakukan penataan kawasan.

Duden Pelani menjelaskan, jumlah pedagang sebelumnya berada di kisaran 120 orang. Seiring meningkatnya minat masyarakat, jumlah tersebut kini mencapai 133 orang.

“Memang masih ada kuota yang tersedia. Namun, kami perlu melakukan penataan ulang lapak-lapak karena jumlah pedagang terus bertambah. Banyak juga peminat yang datang kepada kami, sehingga untuk sementara belum bisa memberikan keputusan sebelum kapasitas dan penataannya kami pastikan,” ujar Duden.

Menurutnya, penataan tersebut penting agar seluruh pedagang dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa mengurangi kenyamanan masyarakat yang datang berkunjung.

Kehadiran gelaran UMKM pada malam Sabtu dan malam Minggu ternyata tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli.

Kawasan tersebut mulai berkembang menjadi salah satu ruang pertemuan masyarakat. Warga Plered dan daerah sekitarnya dapat berkumpul, menikmati suasana malam, berburu kuliner, sekaligus menikmati berbagai kreativitas yang ditampilkan para pelaku UMKM.

Dengan demikian, kegiatan tersebut menjadi pertemuan antara aktivitas ekonomi, kreativitas masyarakat dan hiburan warga dalam satu ruang.

Konsep tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk pemanfaatan ruang publik secara positif, khususnya untuk memberikan kesempatan kepada pelaku usaha kecil agar dapat memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.

Kegiatan UMKM tersebut juga mendapat apresiasi dari Camat Plered Deni Darmawan serta Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Novita Purwanti, SE.

Hj. Novita menilai, keberadaan gelaran UMKM setiap malam Sabtu dan malam Minggu merupakan sebuah ide kreatif yang perlu terus dikembangkan.

Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki nilai penting karena memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha sekaligus menggerakkan perekonomian dari tingkat bawah.

“Dengan adanya pagelaran UMKM setiap malam Sabtu dan malam Minggu, ini merupakan ide kreatif yang harus terus ditingkatkan. Mau tidak mau, ini merupakan salah satu bentuk ekonomi kerakyatan,” ujar Hj. Novita.

Selain aktivitas perdagangan, aspek kenyamanan dan keamanan pengunjung juga menjadi perhatian pengelola.

Pola parkir di sekitar lokasi ditata sedemikian rupa sehingga aktivitas kendaraan tidak mengganggu mobilitas pengunjung maupun pedagang. Kondisi tersebut turut mendukung suasana yang lebih tertib dan kondusif selama kegiatan berlangsung.

Penataan parkir dan pengaturan kawasan menjadi bagian penting mengingat jumlah pengunjung dan pedagang terus mengalami peningkatan.

Apa yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Plered menunjukkan bahwa sebuah gagasan sederhana dapat berkembang menjadi ruang ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari awalnya sekitar 120 pedagang, kini telah berkembang menjadi 133 pelaku UMKM dengan kapasitas yang terus ditata. Tingginya minat masyarakat bahkan membuat paguyuban harus melakukan evaluasi dan penataan ulang sebelum membuka kesempatan bagi pedagang baru.

Jika dikelola secara konsisten dengan memperhatikan penataan lapak, kebersihan, parkir, keamanan, kenyamanan pengunjung serta pengembangan kreativitas, gelaran UMKM tersebut berpotensi menjadi salah satu ruang ekonomi kerakyatan yang semakin kuat di Kecamatan Plered.

Pada akhirnya, malam Sabtu dan malam Minggu di Plered bukan lagi sekadar waktu untuk menikmati akhir pekan. Di halaman Kantor Kecamatan Plered, perputaran ekonomi masyarakat, kreativitas pelaku UMKM dan ruang berkumpul warga kini bertemu dalam satu tempat.( M.Sasmita ( Ragil )/Edi k /Pimred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar