BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

Viral ! Rp10 Ribu, Mie Ayam Pak Kasmo di Tegal Bertahan 14 Tahun, Buka hingga Tengah Malam

Di tempat sederhana tersebut, Pak Kasmo sudah sekitar 14 tahun menjalani rutinitasnya sebagai penjual mie ayam

TEGAL KMR — Malam telah tiba. Aktivitas sebagian warga mulai mereda, tetapi aroma gurih dari semangkuk mie ayam justru mengundang selera di Jalan Projo Sumarto 1, Desa Getaskerep, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.

Di tempat sederhana tersebut, Pak Kasmo sudah sekitar 14 tahun menjalani rutinitasnya sebagai penjual mie ayam. Setiap malam, mulai pukul 19.00 hingga 00.00 WIB, ia melayani pelanggan yang datang untuk menikmati semangkuk mie ayam dengan harga yang bersahabat.

"Saya buka malam karena pagi sampai sore saya kerja. Ternyata mie ayam di malam hari juga banyak peminatnya," imbuh Kasmo.



Hanya dengan Rp10 ribu per porsi, pelanggan sudah bisa menikmati mie ayam yang dikenal memiliki cita rasa enak dan sedap. Harga yang terjangkau menjadi salah satu alasan kuliner ini tetap diminati, terutama bagi masyarakat yang ingin menikmati makanan malam tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Bagi Pak Kasmo, berjualan mie ayam bukan sekadar mencari penghasilan. Selama 14 tahun, ia telah melewati berbagai perubahan selera dan kebiasaan pelanggan. Namun, satu hal yang berusaha dipertahankan adalah rasa.

Dari tahun ke tahun, pelanggan datang dan pergi. Sebagian mungkin hanya sekali mencoba, tetapi tidak sedikit pula yang kemudian kembali. Di situlah perjalanan panjang usaha mie ayam Pak Kasmo menemukan maknanya.

Kesederhanaan menjadi bagian dari daya tariknya. Tidak perlu tempat yang mewah. Semangkuk mie ayam yang hangat, rasa yang sedap, harga terjangkau, dan pelayanan yang konsisten sudah cukup untuk membuat pelanggan merasa nyaman.

Bagi pencinta ceker, mie ayam Pak Kasmo juga menyediakan topping ceker. Tambahan ini memberikan pilihan bagi pelanggan yang ingin menikmati mie ayam dengan sensasi rasa dan tekstur yang berbeda.

Apalagi menyantap mie ayam di malam hari memiliki kenikmatan tersendiri. Uap panas dari mangkuk, aroma bumbu yang menggoda, mie yang kenyal, serta topping yang menggugah selera menjadi perpaduan sederhana yang sulit ditolak.

14 Tahun bertahan dalam usaha kuliner bukanlah perjalanan yang pendek. Di tengah munculnya berbagai tempat makan baru, Pak Kasmo tetap memilih untuk bertahan dengan hidangan yang telah menjadi bagian dari kesehariannya.

Bagi pelanggan, mungkin yang mereka lihat hanyalah semangkuk mie ayam seharga Rp10 ribu. Namun bagi Pak Kasmo, setiap mangkuk yang disajikan merupakan bagian dari perjalanan panjang membangun kepercayaan pelanggan.

Dari malam ke malam, ia terus menyalakan aktivitas dagangnya hingga tengah malam.

Mie Ayam Pak Kasmo akhirnya bukan sekadar tempat untuk mengisi perut. Ia menjadi bagian kecil dari cerita kuliner masyarakat Getaskerep—tentang makanan sederhana, harga yang bersahabat, cita rasa yang dipertahankan, dan seorang penjual yang selama 14 tahun tidak berhenti melayani pelanggannya.(NDR /Pimred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar