Perpisahan KKN Mahasiswa UBP Karawang di Desa Anjun, Angkat Semangat Pengelolaan Sampah dan Pelestarian Budaya Sunda
Purwakarta, Jawa Barat KMR - Setelah menjalani rangkaian kegiatan selama kurang lebih satu bulan di tengah masyarakat, sebanyak 25 mahasiswa Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang resmi menutup kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.
Kegiatan KKN yang mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan Berkelanjutan” tersebut berlangsung sejak 8 Juli hingga 8 Agustus 2026. Momentum perpisahan mahasiswa KKN digelar di kawasan wisata alam Hutan Pelangi, Kampung Gunung Cupu RT 01/RW 01, Desa Anjun, Kecamatan Plered.
Acara berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan. Selain menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa di Desa Anjun, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, unsur keamanan, pelaku pariwisata, serta warga setempat.
Sebanyak 25 mahasiswa UBP Karawang turut mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, terdiri dari 13 mahasiswa perempuan dan 12 mahasiswa laki-laki. Selama menjalankan KKN, para mahasiswa berupaya berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Kegiatan KKN tersebut dikoordinatori oleh Muhamad Fikri Faturohman, sedangkan kepanitiaan acara perpisahan dipimpin oleh A. Daud.
Acara perpisahan turut dihadiri sejumlah unsur penting di wilayah Desa Anjun dan Kecamatan Plered, di antaranya Anggota DPRD dari Dapil 5, Hj. Novita Purwanti, SE, Kepala Desa Anjun, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para Ketua RW, aparatur Pemerintah Desa, Ketua Pokdarwis, serta tokoh masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap mahasiswa yang selama satu bulan telah hadir dan berbaur dengan masyarakat Desa Anjun.
Hutan Pelangi Jadi Saksi Perpisahan Mahasiswa KKN
Pemilihan Wisata Hutan Pelangi sebagai lokasi kegiatan memberikan suasana tersendiri. Kawasan tersebut merupakan wisata alam yang berada di kawasan hutan mahoni di kaki Gunung Cupu.
Gunung Cupu sendiri memiliki ketinggian sekitar 333 meter di atas permukaan laut (MDPL). Kondisi alam yang masih asri, ditambah suasana malam yang sejuk, menjadikan lokasi tersebut terasa semakin istimewa untuk menggelar kegiatan perpisahan.
Masyarakat sekitar pun terlihat antusias menghadiri acara. Warga datang untuk menyaksikan langsung rangkaian kegiatan sekaligus memberikan dukungan dan apresiasi kepada mahasiswa KKN yang selama sebulan terakhir telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Anjun.
Semakin malam, suasana semakin meriah. Pertunjukan seni budaya Sunda menjadi salah satu daya tarik utama dalam acara tersebut.
Berbagai penampilan seni disuguhkan untuk menghibur masyarakat sekaligus menjadi bentuk pelestarian budaya lokal di tengah kegiatan akademik mahasiswa.
Sejumlah penampilan yang disajikan antara lain Jaipong oleh Raya dan Asila dari Sanggar Anjani, Jaipong oleh Marwa Denira Umaira, Pupuh Mas Kumambang oleh Anisa Widiawati, Jaipong oleh Neng Cintana, serta Jaipong oleh Rubi.
Penampilan tersebut mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. Tepuk tangan dan antusiasme warga membuat suasana perpisahan semakin hidup.
Pesan Hj. Novita: Ilmu Harus Kembali Bermanfaat bagi Masyarakat
Dalam sambutannya, Hj. Novita Purwanti, SE menyampaikan pesan kepada para mahasiswa agar pengalaman selama menjalani KKN tidak berhenti setelah mereka kembali ke lingkungan kampus.
Menurutnya, kegiatan Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu proses pembelajaran penting bagi mahasiswa karena mereka dapat merasakan secara langsung kehidupan masyarakat dan melihat berbagai potensi yang ada di daerah.
“Hari ini kalian masih kuliah kerja nyata, besok kalian berada di tengah-tengah masyarakat dan dituntut harus berguna. Ilmu yang kalian dapatkan selama masih di bangku kuliah harus bisa memberikan manfaat,” demikian pesan Hj. Novita dalam sambutannya.
Ia menilai, satu bulan berada di Desa Anjun telah memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa. Bukan hanya mengenai kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga berbagai potensi lokal yang dimiliki Desa Anjun.
Salah satu potensi yang menurutnya sangat penting untuk dipelajari dan dikembangkan adalah kerajinan keramik dan gerabah yang menjadi salah satu identitas serta potensi ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
“Dengan Kuliah Kerja Nyata ini, setidaknya kalian mendapat ilmu yang sangat bermanfaat yang didapati di Desa Anjun, Kecamatan Plered. Salah satunya adalah tentang kerajinan keramik dan gerabah,” ujarnya.
Hj. Novita berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk turut memperkenalkan potensi daerah ketika mereka kembali ke lingkungan masing-masing.
Ia juga mendorong agar potensi kerajinan masyarakat Desa Anjun tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi dapat terus dikembangkan dan dipromosikan hingga tingkat nasional bahkan internasional.
“Mudah-mudahan ilmu yang didapat mampu bermanfaat dan ikut mempromosikannya ke tingkat nasional dan bahkan internasional,” tambahnya.
KKN Bukan Sekadar Program Kampus
Kegiatan KKN pada dasarnya tidak hanya menjadi kewajiban akademik mahasiswa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar memahami persoalan yang ada di tengah masyarakat sekaligus mencari solusi melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan kerja bersama.
Tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan Berkelanjutan” menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan KKN mahasiswa UBP Karawang di Desa Anjun.
Pengelolaan sampah berbasis masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik.
Di sisi lain, keberadaan mahasiswa selama satu bulan juga menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat potensi sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan yang ada di Desa Anjun.
Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi pengalaman yang tidak selalu bisa diperoleh di ruang kelas.
Sinergi Mahasiswa, Pemerintah Desa dan Masyarakat
Kegiatan KKN di Desa Anjun juga menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, masyarakat, serta berbagai unsur lainnya.
Kehadiran Kepala Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, aparatur pemerintah desa, para Ketua RW, tokoh masyarakat, Pokdarwis dan unsur masyarakat lainnya menunjukkan bahwa kegiatan mahasiswa mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.
Sementara itu, kehadiran Hj. Novita Purwanti, SE sebagai Anggota Dewan dari Dapil 5 turut memberikan motivasi kepada mahasiswa agar terus mengembangkan kapasitas diri dan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal.
Pesan yang disampaikan menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi bukan hanya tempat untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga tempat membentuk karakter, kemampuan berpikir, kepedulian sosial, serta kesiapan untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Perpisahan Penuh Haru
Setelah berbagai rangkaian acara dilalui, tibalah pada momen yang paling emosional, yakni perpisahan antara mahasiswa KKN dengan masyarakat Desa Anjun.
Selama kurang lebih satu bulan, para mahasiswa telah menjalani berbagai aktivitas bersama masyarakat. Mereka yang pada awalnya datang sebagai mahasiswa dari luar desa, perlahan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat setempat.
Karena itu, ketika masa KKN berakhir, suasana haru tidak dapat dihindarkan.
Perpisahan tersebut bukan sekadar berakhirnya sebuah program akademik, tetapi juga menjadi penanda berakhirnya kebersamaan yang telah terjalin selama satu bulan.
Tawa, tepuk tangan, pertunjukan seni, serta pesan dan kesan dari berbagai pihak menjadi rangkaian yang mengiringi malam perpisahan tersebut.
Walaupun kegiatan KKN telah berakhir, pengalaman yang diperoleh para mahasiswa selama berada di Desa Anjun diharapkan dapat terus dibawa dalam perjalanan mereka selanjutnya.
Begitu pula bagi masyarakat Desa Anjun, kehadiran mahasiswa UBP Karawang diharapkan meninggalkan manfaat dan semangat baru, khususnya dalam upaya menjaga lingkungan, meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah, mengenalkan potensi desa, serta mempertahankan seni dan budaya Sunda.
Malam perpisahan di Hutan Pelangi akhirnya menjadi sebuah kenangan yang sulit dilupakan. Di tengah suasana alam hutan mahoni di kaki Gunung Cupu, para mahasiswa dan masyarakat melepas kebersamaan dengan rasa haru.
Berakhirnya KKN bukan berarti berakhirnya silaturahmi. Justru dari pengabdian selama satu bulan tersebut diharapkan lahir hubungan, pengalaman, dan semangat baru untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat. (Edi k/M.Sasmita ( Ragil )/pimred Cahyospirit)


.jpg)





