BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

133 Pesilat Ramaikan Kejuaraan Pencak Silat Piala Forkopimcam Giritontro, Jadi Wadah Silaturahmi Antarperguruan

Pemukulan Gong oleh Camat Giritontro, Sangga Ota Kharisma, S.STP, sebagai dimulainya kegiatan ini 

Giritontro, Wonogiri KMR — Sebanyak 133 pesilat dari berbagai kelompok usia mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Forkopimcam Giritontro yang digelar di halaman Pendopo Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (8/8/2026). Kejuaraan tersebut menjadi ajang adu kemampuan sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarperguruan pencak silat yang berada di wilayah Giritontro dan sekitarnya.

Kejuaraan ini diikuti peserta dari berbagai jenjang, mulai dari tingkat pelajar sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat, hingga kategori dewasa. Para peserta bertanding berdasarkan kelompok usia yang telah ditentukan panitia.


Ketua Panitia Kejuaraan Pencak Silat Piala Forkopimcam Giritontro, Sudawi, mengatakan jumlah peserta yang mengikuti kejuaraan mencapai 133 pesilat. Mereka terbagi dalam empat kelompok pertandingan, yakni usia anak, pra-remaja, remaja, dan dewasa.

“Jumlah peserta sebanyak 133 pesilat. Pertandingan dibagi dalam beberapa kelompok usia, yaitu usia anak, pra-remaja, remaja, dan dewasa,” ujar Sudawi.

Menurut Sudawi, antusiasme peserta menunjukkan bahwa olahraga pencak silat masih memiliki tempat yang kuat di tengah masyarakat. Selain menjadi olahraga bela diri, pencak silat juga menjadi media untuk membentuk karakter, kedisiplinan, sportivitas, serta rasa percaya diri bagi generasi muda.

Kejuaraan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan diharapkan mampu mempertemukan para pesilat, pelatih, pengurus, serta perguruan silat dalam suasana kompetisi yang sehat dan penuh persaudaraan.

Panitia juga telah menyiapkan sejumlah penghargaan bagi para peserta berprestasi. Fasilitas dan hadiah yang disediakan meliputi trofi juara umum, medali, sertifikat, trofi pesilat terbaik, serta uang pembinaan.

Pemberian penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pesilat untuk terus meningkatkan kemampuan dan berlatih secara disiplin. Bagi pesilat usia pelajar, pengalaman bertanding juga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mental dan kesiapan menghadapi kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.

         ( Camat Giritontro, Sangga Ota Kharisma, S.STP )

Camat Giritontro, Sangga Ota Kharisma, S.STP, mengatakan Kejuaraan Pencak Silat Piala Forkopimcam Giritontro merupakan kegiatan yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di wilayah tersebut.

Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan ini tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih luas, yakni menyediakan ruang bagi perguruan pencak silat di Giritontro untuk saling bertemu dan membangun hubungan yang lebih erat.

“Kejuaraan silat Piala Forkopimcam ini kita selenggarakan pertama kali. Tujuannya memberikan ruang kepada perguruan silat yang ada di Giritontro pada khususnya untuk membangun jalinan silaturahmi antarperguruan,” kata Sangga Ota Kharisma.

Ia berharap pertemuan melalui kegiatan olahraga tersebut dapat menjadi awal terbangunnya komunikasi yang semakin baik antara perguruan pencak silat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai pihak diharapkan dapat bersama-sama menjaga kerukunan dan menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat.

“Harapan kami, ke depannya terjalin komunikasi yang baik dalam membangun kerukunan dalam wadah forum komunikasi pencak silat dan bela diri,” lanjutnya.

Menurutnya, keberadaan berbagai perguruan pencak silat merupakan potensi positif yang dapat dikembangkan untuk mendukung pembinaan generasi muda. Dengan adanya ruang pertemuan dan kompetisi yang sehat, para pesilat tidak hanya belajar mengenai teknik bertanding, tetapi juga belajar menghargai lawan, menjunjung sportivitas, dan menjaga persaudaraan.

Kejuaraan yang berlangsung di halaman Pendopo Kecamatan Giritontro tersebut mempertandingkan empat kelompok usia. Kategori pertama adalah usia anak, yang menjadi ruang bagi pesilat usia dini untuk mendapatkan pengalaman bertanding.

Selanjutnya terdapat kategori pra-remaja, remaja, serta dewasa. Pembagian kelompok tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanding dengan lawan yang memiliki rentang usia dan tingkat perkembangan yang relatif sesuai.

Bagi peserta usia pelajar, kejuaraan ini menjadi kesempatan untuk menguji hasil latihan yang selama ini mereka jalani di perguruan masing-masing. Sementara bagi kategori dewasa, pertandingan menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjaga semangat kompetitif dalam olahraga pencak silat.

Kejuaraan juga diharapkan dapat menjadi salah satu tahapan pembinaan atlet pencak silat di tingkat daerah. Dari kompetisi semacam ini, para pelatih dan pengurus perguruan dapat melihat potensi atlet yang memiliki kemampuan dan mental bertanding untuk kemudian dikembangkan lebih lanjut.

Sudawi menyampaikan bahwa selain mempererat silaturahmi, dirinya berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan pencak silat di Giritontro.

Ia berharap hubungan antara pengurus perguruan silat maupun para anak didik semakin baik setelah adanya kejuaraan tersebut. Pertemuan antarperguruan dalam suasana kompetisi diharapkan tidak berhenti setelah pertandingan selesai, tetapi dapat dilanjutkan dalam berbagai bentuk komunikasi dan kegiatan bersama.

“Semoga silaturahmi melalui kejuaraan antarperguruan silat di Giritontro semakin bagus, baik antara pengurus maupun anak didiknya,” harap Sudawi.

Tidak kalah penting, ia juga berharap dari kompetisi tersebut muncul bibit-bibit pesilat berkualitas yang nantinya mampu membawa nama Giritontro dan Kabupaten Wonogiri ke tingkat yang lebih tinggi.

“Semoga muncul bibit pesilat yang berkualitas dan bisa tampil di tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya.

Harapan tersebut menjadi salah satu alasan penting mengapa kompetisi pencak silat perlu terus digelar secara berkelanjutan. Semakin sering atlet mendapatkan kesempatan bertanding, semakin banyak pula pengalaman yang mereka peroleh, baik dari sisi teknik, strategi maupun mental.

Kejuaraan Piala Forkopimcam Giritontro pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang keluar sebagai juara. Di balik pertandingan dan perebutan medali, terdapat semangat untuk membangun persaudaraan, menumbuhkan sportivitas, sekaligus menciptakan ruang pembinaan atlet pencak silat sejak usia pelajar.

Dengan dukungan pemerintah kecamatan, perguruan pencak silat, pelatih, orang tua, dan masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi agenda yang terus berkembang pada masa mendatang.

Kejuaraan perdana ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antarperguruan bela diri di Giritontro. Dari sebuah pertandingan, diharapkan tumbuh persaudaraan; dari proses latihan dan kompetisi, lahir atlet-atlet muda berprestasi yang kelak mampu mengharumkan nama daerah hingga ke panggung nasional dan internasional.( Cahyospirit)


















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar