BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Peringati HAN ke 42, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno Ajak Semua Pihak Ciptakan Lingkungan Ramah Anak

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang dihadiri Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dan wakil Bupati Imron Rizkyarno,Selasa (11/7) di pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri

Wonogiri KMR - Momentum Hari Anak Nasional ke-42 tahun ini menjadi pengingat bahwa membangun masa depan bangsa harus dimulai dari bagaimana anak-anak diperlakukan hari ini. Anak-anak bukan sekadar penerus bangsa. Mereka adalah pemilik masa depan yang hari ini membutuhkan ruang untuk tumbuh, didengar, dilindungi, dan diberi kesempatan untuk berkembang sesuai potensinya.

 Pesan tersebut mengemuka dalam Resepsi Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang dihadiri Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dan wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno,Selasa (11/7) di pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. 




Bupati Wonogiri menegaskan, anak yang mampu tumbuh dan berkembang dengan baik merupakan dambaan semua pihak. Sebab, di tangan generasi anak-anak saat inilah masa depan bangsa akan ditentukan. “Anak yang mampu tumbuh dan berkembang dengan baik adalah dambaan kita semua, karena akan menjadi penentu masa depan bangsa. Sehingga harus kita jaga, kita lindungi, agar dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang mandiri dan sukses,” ujarnya.

Komitmen terhadap pemenuhan hak anak di Kabupaten Wonogiri telah membuahkan penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Madya pada tahun 2025. Penghargaan tersebut diraih berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), dunia usaha, komunitas, organisasi masyarakat, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.

Namun, penghargaan tersebut bukanlah garis akhir. Bupati mengakui masih terdapat PR yang harus diselesaikan bersama. Sejumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perkawinan anak di bawah umur masih terjadi di Wonogiri. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya hak-hak anak yang belum sepenuhnya terlindungi.

Karena itu, upaya perlindungan anak harus terus diperkuat, bukan hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui kesadaran keluarga dan lingkungan sekitar.

Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah membangun sistem perlindungan perempuan dan anak di tingkat kecamatan. “Saat ini, 26 Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) telah dibentuk dan berfungsi, sekaligus menginisiasi pembentukan di 19 kecamatan lainnya. Dengan demikian, seluruh 25 kecamatan di Kabupaten Wonogiri telah memiliki Satgas RPAA,” imbuh Bupati.

Selain itu, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) juga terus difungsikan untuk melakukan upaya pencegahan sekaligus penanganan secara paripurna, sehingga hak-hak anak dapat terpenuhi dan anak mendapatkan perlindungan yang semestinya.

Berbagai persoalan seperti perundungan (bullying), kekerasan terhadap anak, pelecehan seksual, KDRT, serta berbagai persoalan sosial lainnya membutuhkan langkah nyata dan keterlibatan bersama.

“Jika secara kelembagaan sudah dibentuk satu sistem yang kuat, harapan kita bersama, masyarakat juga semakin memiliki kesadaran untuk menghadirkan lingkungan yang sehat bagi anak-anak dalam mempersiapkan diri menuju masa depan,” kata Bupati.

Menurunya, menyayangi anak tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan mereka secara materi. Kasih sayang juga harus diwujudkan dengan menghormati dan mendengarkan pendapat anak, memberikan hak untuk berpendapat, serta menempatkan anak sebagai subjek pembangunan.(Alit /EST/Pimred Cahyospirit)















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar