BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Ubah Diam Jadi Tindakan, Mahasiswa KPM 07 STAIMAS Wonogiri Edukasi Siswa SD Negeri 1 Lebak Cegah Bullying

Sosialisasi Anti Bullying bagi siswa SD Negeri 1 Lebak, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri

Pracimantoro , Wonogiri KMR – Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan memerlukan keterlibatan seluruh warga sekolah sejak dini. Berangkat dari semangat Ubah Diam Jadi Tindakan, Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 07 STAIMAS Wonogiri Kelompok 6 Desa Lebak menggelar Sosialisasi Anti Bullying bagi siswa SD Negeri 1 Lebak, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari ketiga tersebut diikuti sekitar 70 siswa kelas I hingga VI. Sosialisasi ini bertujuan membangun keberanian peserta didik untuk tidak menjadi saksi yang pasif ketika melihat perundungan, sekaligus menanamkan budaya saling menghormati, peduli, dan melindungi sesama.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan MPLS oleh Kepala SD Negeri 1 Lebak yang menyampaikan visi dan misi sekolah kepada para siswa baru. Selanjutnya, mahasiswa KPM memandu berbagai permainan edukatif sebelum memasuki sesi utama sosialisasi anti bullying.

Materi disampaikan oleh Esa Shofa Kamila selaku Divisi Acara dan Halimah Salwa selaku Bendahara KPM 07 STAIMAS Wonogiri. Keduanya mengajak siswa memahami bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat terjadi dalam bentuk ejekan, penghinaan, pengucilan, hingga perundungan melalui media digital yang dapat meninggalkan dampak psikologis jangka panjang.

Mahasiswa juga mengajak siswa mengubah sikap diam menjadi tindakan positif melalui tiga langkah sederhana, yaitu Speak Up, Support, dan Report. Siswa diajak berani menegur pelaku dengan cara yang baik, memberikan dukungan kepada teman yang menjadi korban, serta segera melaporkan kejadian kepada guru atau orang tua agar dapat ditangani dengan tepat.

Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui permainan, diskusi, tanya jawab, dan kuis sehingga peserta lebih mudah memahami materi. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka menjawab pertanyaan, berbagi pengalaman, hingga menyampaikan pendapat tentang cara menciptakan lingkungan sekolah yang ramah dan bebas perundungan.

Sebagai penutup, seluruh siswa bersama mahasiswa KPM membacakan Ikrar Anti Bullying sebagai bentuk komitmen bersama untuk menolak segala bentuk perundungan dan membangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KPM 07 STAIMAS Wonogiri berharap edukasi mengenai pencegahan bullying tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi menjadi langkah awal dalam membangun karakter peserta didik yang berani, peduli, dan bertanggung jawab. Dengan tumbuhnya kesadaran tersebut, sekolah diharapkan menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, dan mendukung setiap anak untuk berkembang secara optimal tanpa rasa takut terhadap perundungan. (Al Azizah Fatimah/Pimpred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar