BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Tim Dosen UNISRI Lejitkan Potensi Desa Digital Melalui “Mlese Smart Gateway” Berbasis Bela Negara bagi Pengrajin Lurik

Program ini mengusung tema “Integrasi Potensi Desa Digital Berwawasan Bela Negara melalui Penguatan Kelembagaan pada Komunitas Informasi Masyarakat Pengrajin Lurik.”

Klaten KMR– Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakartakembali menghadirkan kontribusi nyata untuk masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Mlese Smart Gateway”. Program ini mengusung tema “Integrasi Potensi Desa Digital Berwawasan Bela Negara melalui Penguatan Kelembagaan pada Komunitas Informasi Masyarakat Pengrajin Lurik.”

Kegiatan dilaksanakan pada 15 Juli 2026 di Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten dan dipimpin oleh Prof. Anita Trisiana selaku Ketua Tim, bersama anggota tim Linda Oktaviani dan Nabila P.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Mlese, perangkat Desa Mlese beserta seluruh jajaran, serta Mitra Komunitas Informasi Masyarakat Pengrajin Lurik Desa Mlese sebagai peserta utama.

Program “Mlese Smart Gateway” merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Tujuannya menjembatani gagasan akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan.

“Mlese Smart Gateway adalah ikhtiar kami mengintegrasikan potensi lokal Desa Mlese, khususnya para pengrajin lurik, dengan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi, informasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kami ingin penguatan Komunitas Informasi Masyarakat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan literasi digital, memperluas jejaring pemasaran, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal agar mampu bersaing di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa,” ujar Prof. Anita Trisiana.

Lebih dari sekadar pelatihan digital, program ini juga menekankan semangat *Bela Negara* sebagai fondasi. UNISRI mendorong agar transformasi digital desa tidak melepaskan jati diri dan kearifan lokal. Pengrajin lurik diharapkan tidak hanya naik kelas secara ekonomi, tetapi juga menjadi duta budaya yang bangga terhadap produk bangsa sendiri.

Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, pendampingan langsung, hingga penyusunan langkah tindak lanjut agar program dapat berjalan berkelanjutan.

Tim UNISRI menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Mlese yang telah menerima dan memfasilitasi kegiatan, serta kepada seluruh mitra dan masyarakat yang berpartisipasi aktif.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ini adalah awal dari kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun desa yang inovatif, mandiri, berdaya saing, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan,” tambah Prof. Anita.

Dengan adanya “Mlese Smart Gateway”, UNISRI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong desa-desa binaan menjadi desa digital yang berkarakter, produktif, dan berwawasan kebangsaan.(Aulia/Yona /Pimred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar