SPs USU Tumbuhkan Asa Korban Bencana melalui Pembudidayaan Tanaman Buah-Buahan di Aceh Tamiang
Aceh Tamiang KMR – Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (SPs USU) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Landuh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Mengusung tema "Menumbuhkan Asa Korban Bencana melalui Pembudidayaan Tanaman Buah-Buahan", kegiatan ini bertujuan memulihkan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan tanaman buah produktif.
Kegiatan pengabdian dipimpin oleh Prof. Dr. T. Sabrina selaku Ketua Tim, dengan dukungan Direktur Sekolah Pascasarjana USU, Prof. Dr. Evawany Aritonang, serta anggota tim yang terdiri atas Prof. Dr. Satia Negara Lubis, Dr. Rosadi Patra Tanjung, dan Dr. Mangaraja Halongonan Harahap, dosen Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan (PWD) Sekolah Pascasarjana USU.
Pelaksanaan kegiatan bekerja sama dengan kepala posyandu Ervina," dengan Balai Pengelolaan,* Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Wampu dan Sei Ular melalui penyaluran bibit tanaman produktif, seperti durian, rambutan, mangga, alpukat, duku, petai, jengkol, jambu madu, dan jambu bol. Bibit tersebut diserahkan kepada masyarakat untuk ditanam di pekarangan sebagai upaya penghijauan sekaligus investasi ekonomi jangka panjang.
Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. T. Sabrina, mengatakan bahwa pemulihan pascabencana memerlukan pendekatan yang berkelanjutan agar masyarakat mampu kembali bangkit secara sosial, ekonomi, dan lingkungan.
"Kami ingin menghadirkan harapan baru bagi masyarakat melalui tanaman buah-buahan produktif yang tidak hanya berfungsi menghijaukan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga di masa mendatang. Pengabdian ini merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat menuju pemulihan yang berkelanjutan," ujarnya.
Direktur Sekolah Pascasarjana USU, Prof. Dr. Evawany Aritonang, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi masyarakat.
"Sekolah Pascasarjana USU berkomitmen melaksanakan tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian yang berdampak nyata. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," ungkapnya.
Masyarakat Desa Landuh menyambut baik kegiatan tersebut. Selain berharap bibit tanaman dapat berkembang menjadi sumber pendapatan baru, warga juga menyampaikan perlunya dukungan terhadap sarana Posyandu yang hingga kini masih terbatas akibat dampak bencana. Dalam diskusi bersama tim pengabdian, masyarakat juga menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan wilayah yang lebih adaptif untuk mengurangi risiko banjir yang hampir setiap tahun melanda kawasan tersebut.
Melalui kegiatan ini, SPs USU turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan potensi ekonomi, masyarakat, Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan) penguatan ketahanan pangan keluarga,
Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan Tujuan 15 (Menjaga Ekosistem Daratan) melalui penghijauan dan rehabilitasi lingkungan, serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara SPs USU, BPDAS Wampu dan Sei Ular, serta masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sei Wampu dan Sei Ular melalui penyaluran bibit tanaman produktif, sepertj durian, rambuntan (bla bla). Kegiatan ini dengan antusias oleh masyarakat Landuh diantaranya Kepala Desa Landuh, Tokoh Masyarakat Bapak T. Ibrahim, Kepala Posyandu Bu Ervina organisasi kepemudaan dan karang taruna desa.(Pitri NST/Cahyospirit)

