Mahasiswa KPM STAIMAS Wonogiri dan Warga Siap Kolaborasi Kembangkan Wisata Gudang Green Island
Wonogiri KMR – Pertemuan warga RT 03 RW 6 Blembem, Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, Kamis (9/7/2026) menjadi momentum lahirnya kolaborasi antara masyarakat dan mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STAIMAS Wonogiri dalam mendukung pengembangan potensi wisata desa. Selain membahas keamanan lingkungan, forum tersebut juga mengangkat rencana pengembangan Wisata Gudang Green Island sebagai salah satu potensi yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Gudang Green Island berada di perbatasan Dusun Gudang dengan Dusun Blembem. Untuk tempat parkir dan wisata memancing itu di Blembem, adapun UMKM di Gudang.
Diskusi yang dihadiri Kepala Dusun, Nugroho Eko, Ketua RT 03 RW 6 Dusun Blembem, Supardi, tokoh masyarakat, dan mahasiswa KPM STAIMAS Wonogiri berlangsung hangat. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan program pengabdian yang akan dilaksanakan selama berada di Desa Pokoh Kidul.
Perwakilan mahasiswa KPM, Abdul Latif, menjelaskan bahwa posko KPM berada di rumah Bapak Gunarto dan akan menjadi pusat koordinasi berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat selama masa pengabdian.
Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan Wisata Gudang Green Island. Bersama Kepala Dusun, Ketua RT, dan tokoh masyarakat, mahasiswa berdiskusi mengenai berbagai langkah yang dapat ditempuh agar destinasi tersebut semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Supardi mengungkapkan bahwa persiapan awal telah dilakukan, salah satunya dengan membersihkan lahan di sebelah utara jembatan yang direncanakan menjadi area parkir bagi pengunjung wisata. Meski demikian, skema kerja sama pengelolaan wisata masih akan dibahas lebih lanjut bersama berbagai pihak.
Warga menyambut positif rencana pengembangan tersebut. Mereka berharap keberadaan mahasiswa KPM dapat memberikan ide, pendampingan, serta inovasi yang mampu memperkuat pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat. Keterlibatan generasi muda juga dinilai menjadi faktor penting agar pengembangan wisata dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Selain membahas potensi wisata, forum warga juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan lingkungan. Supardi mengajak masyarakat untuk kembali mengaktifkan ronda malam sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan. Sementara itu, Eko mengingatkan warga agar berhati-hati saat membakar sampah maupun membersihkan kebun dengan api terbuka. Mengingat kondisi cuaca yang cukup kering, masyarakat diimbau menggunakan tempat pembakaran yang aman untuk mengurangi risiko kebakaran lahan.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi awal terjalinnya komunikasi antara mahasiswa KPM STAIMAS Wonogiri dan masyarakat Desa Lebak. Melalui sinergi ini, berbagai program pemberdayaan diharapkan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pengembangan potensi wisata, peningkatan partisipasi pemuda, hingga penguatan kepedulian terhadap keamanan dan lingkungan desa. (Sofi Rahmawati/Pimpred Cahyospirit)
.jpg)