BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno Dorong Pendidikan Politik Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno saat membuka acara, menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset bangsa yang akan menentukan arah pembangunan Indonesia melalui hak pilihnya pada Pemilu 2029. 

Wonogiri KMR - Pemerintah Kabupaten Wonogiri terus memperkuat pendidikan politik bagi generasi muda sebagai upaya membangun demokrasi yang berkualitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula yang digelar di SMK Pancasila 1 Wonogiri, Kamis (16/7), dengan menggandeng KPU Wonogiri dan Bawaslu Wonogiri sebagai narasumber. 

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno saat membuka acara, menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset bangsa yang akan menentukan arah pembangunan Indonesia melalui hak pilihnya pada Pemilu 2029. Oleh karena itu, para pelajar diharapkan memiliki kepedulian terhadap kehidupan demokrasi dan tidak bersikap apatis terhadap pemilu. 



"Kalian adalah generasi yang akan menggunakan hak pilih pada Pemilu 2029. Jangan sampai apatis terhadap pemilu, karena satu suara dapat menentukan arah pembangunan bangsa. Perbedaan pilihan adalah bagian dari demokrasi, namun persatuan dan kesatuan harus tetap dijaga sebagaimana nilai yang terkandung dalam Sila Ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia," terangnya.

Demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan pemilu setiap lima tahun sekali, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal pembangunan dan pengambilan kebijakan publik. Karena itu, peningkatan partisipasi politik menjadi salah satu indikator penting keberhasilan demokrasi.

“Kami terus mendorong pendidikan politik yang berkelanjutan, khususnya bagi pemilih pemula, perempuan, dan penyandang disabilitas. Selain itu, pemerintah berkomitmen menghadirkan ruang dialog yang aman, terbuka, serta bebas dari hoaks, intimidasi, dan politisasi SARA. Sekaligus memperkuat sinergi dengan partai politik agar dana bantuan keuangan dari APBD dimanfaatkan secara optimal untuk pendidikan politik masyarakat.”

Ia juga mengajak seluruh elemen, mulai dari partai politik, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama membangun budaya politik yang cerdas, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi persatuan di tengah perbedaan pilihan. Menurutnya, penguatan demokrasi hanya dapat terwujud melalui kolaborasi seluruh pihak.(Est /Riyan /Pimred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar