Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak Oleh Laboratorium Dhamma Ekologi Sebagai Aplikasi Hilirisasi PKM Kelompok Dosen STABN Raden Wijaya
Wonogiri KMR - Kelompok PKM Dosen STABN Raden Wijaya yang diketuai oleh Dr. Sujiono, menyelenggarakan pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak dengan mengaplikasikan mesin Pirolisis. Kegiatan dilaksanakan selama Tujuh hari yang dimulai pada hari Rabu, 24 Juni 2026, dan selesai pada hari Selasa tanggal 30 Juni 2026. Kegiatan dilaksanakan di Laboratorium Dharma Ekologi STABN Raden Wijaya. Adapun kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, karyawan dan dosen di lingkungan kampus STABN Raden Wijaya
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas DLH Kabupaten Wonogiri beliau Bapak Drs. Bahari, M.Si. dalam sambutannya beliau memberikan apresiasi dan sangat mendukung adanya kegiatan ini. Kegiatan penting dilakukan untuk memanfaatkan sampah yang tidak berguna menjadi sesuatu yang bermanfaat dan juga untuk menjaga alam dari polusi plastik.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber sekaligus pelatih dan pemdamping pelatihan dari Yayasan Get Plastik yang merupakan salah satu mitra kerjasama STABN Raden Wijaya dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Narasumber yang hadir pada kesempatan ini adalah Ine Febriyanti Putri dan Feri Widada.
Disela-sela kagiatan Ine Febriyanti Putri selaku narasumber menyampaikan bahwa. Yayasan Get Plastik berdiri sejak tahun 2016 yang memang konsen dalam bidang pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak.
Selanjutnya Feri sebagai narasumber ke-dua, menyampaikan bahwa pengolahan sampah dengan mesin Pirolis ini berbasis sistem pemanasan destilasi, dimama dari bahan sampah plastik kemudian dimasukkan ke dalam tabung untuk dilakukan pemanasan, kemudian dari pemanasan yang menggunakan suhu sekitar 200 derajat celcius tersebut akan menghasilkan gas yang kemudian gas tersebut akan dipergunakan juga untuk bahan pemanasan tersebut kembali, yang nantinya pada hasil akhir akan menghasilkan tiga jenis luaran berupa bahan cair, bahan padat dan bahan gas sebagai outputnya.
Output yang dihasilkan meliputi tiga jenis bahan yaitu: bahan cair, bahan padat dan bahan gas. Bahan cair yang dihasilkan berupa bensin, minyak tanah dan solar. Hasil berupa bahan padat adalah berupa briket atau arang yang rencananya akan dipergunakan untuk bahan pupuk tanaman dan sebagai bahan pembuatan batako ataupun dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan lainnya. Adapun bahan gas yang dihasilkan adalah gas PLG yang dapat dipergunakan untuk memasak dan untuk keperluan lainnya.
Sujiono selaku ketua kelompok PKM, menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini yang pertama adalah sebagai media edukasi bagi para mahasiswa, para karyawan, dan juga dosen di lingkungan kampus STABN Raden Wijaya serta masyarakat sekitar kampus. Selain itu melalui kegiatan ini juga merupakan ajakan dan aksi nyata bagaimana cara menjaga keberlangsungan alam semesta dengan mengurangi polusi tanah, dengan memanfaatkan sampah yang merupakan barang yang tidak berguna menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memilihi nilai kerbermanfaatan yang sangat tinggi.
Selanjutnya beliau juga menyampaikan bahwa harapannya kegiatan ini dapat dilakukan secara keberlanjutan mengingat sangat pentingnya dan sangat bermanfaanya dampak yang dirasakan, tambahnya.
Ratna Setyaningsih selaku anggota PKM sekaligus juga sebagai Manager Manjughosa TV STABN Raden Wijaya, menyampaikan motivasi dan semangat untuk menyuarakan dan menyebarluaskan semangat kepada masyarakat luas melalui konten-konten yang bermanfaat dan acara-acara yang dapat diselenggarakan oleh Manjughosa TV untuk mendukung kegiatan tersebut. Selanjutnya beliau juga menyampaikan harapan semoga semangat peduli lingkungan ini dapat menjadikan motivasi bagi para mahasiswa dan generasi gen-Z untuk selalu belajar peduli, belajar merawat alam melalui aksi-aksi nyata yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dan bagi keberlangsungan alam semesta. (Niken/pimred Cahyospirit)



