BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Semarak Hari Jadi Botodayaan ke-110, Warga Padati Berbagai Kegiatan Budaya dan Olahraga

 

Peringatan Hari Jadi Kelurahan Botodayaan ke-110

Gunungkidul , Yogyakarta KMR— Peringatan Hari Jadi Kelurahan Botodayaan ke-110 berlangsung meriah dan penuh antusiasme warga. Berbagai kegiatan budaya, olahraga, hingga hiburan rakyat digelar untuk memeriahkan momen bersejarah tersebut, Minggu (17/5/2026).

Sejak awal pelaksanaan, masyarakat dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi kegiatan. Semangat kebersamaan dan gotong royong terlihat kuat dalam seluruh rangkaian acara yang telah menjadi tradisi tahunan warga Botodayaan.

Beragam kegiatan diselenggarakan untuk menghibur masyarakat sekaligus melestarikan budaya daerah. Turnamen bola voli antarwilayah menjadi salah satu agenda yang paling diminati warga. Selain itu, pertunjukan reog dan jatilan juga sukses menarik perhatian penonton yang memadati area pertunjukan.



Tak hanya itu, pentas seni tari, karawitan, hingga senam bersama turut menambah kemeriahan perayaan. Warga terlihat antusias mengikuti setiap kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari tersebut.

Puncak acara peringatan Hari Jadi Botodayaan ke-110 ditutup dengan pagelaran wayang kulit yang menghadirkan Ki Dalang Yusuf Anshor. Pertunjukan wayang kulit berlangsung meriah dan disaksikan ratusan warga hingga larut malam.

Lurah Botodayaan, Wasijo, mengatakan bahwa tradisi tahunan tersebut bukan hanya sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.





“Melalui kegiatan ini kami ingin memupuk silaturahmi, menjaga kekompakan warga, sekaligus melestarikan budaya yang sudah diwariskan sejak lama,” ujarnya.

Menurut Wasijo, tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan warga Botodayaan masih sangat kuat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun agar nilai budaya dan persatuan masyarakat tetap terjaga.

Perayaan Hari Jadi Botodayaan ke-110 pun menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk terus menjaga tradisi, mempererat persaudaraan, serta membangun semangat kebersamaan di tengah perkembangan zaman.(Yayok/Pimred Cahyospirit)













Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar