Idha Royani, Pengrajin Rajut dari Sumberejo yang Menginspirasi Desa hingga Menembus Nusantara
Idha Royani. Sejak tahun 2014, ia memulai usaha rajut yang kini dikenal dengan nama Idha Rajut ,sebuah usaha rumahan yang bukan hanya menghasilkan produk kreatif,
Wuryantoro, Wonogiri MR -Di tengah suasana sederhana Desa Sumberejo, Kecamatan Wuryantoro, semangat berkarya tumbuh kuat dari tangan seorang perempuan bernama Idha Royani. Sejak tahun 2014, ia memulai usaha rajut yang kini dikenal dengan nama Idha Rajut, sebuah usaha rumahan yang bukan hanya menghasilkan produk kreatif, tetapi juga membawa perubahan nyata bagi masyarakat sekitarnya.
Awalnya, usaha ini lahir dari ketekunan dan keinginan Idha untuk mandiri secara ekonomi. Dengan keterampilan merajut yang ia tekuni secara konsisten, ia mulai memproduksi berbagai barang seperti tas, dompet, cardigan, tempat tisu, jaring tumbler, taplak meja, gantungan kunci, hingga konektor rajut. Produk-produknya dikenal karena keunikan desain dan ketelitian pengerjaan yang tinggi.
Seiring berjalannya waktu, usaha Idha tidak hanya berkembang dari sisi produksi, tetapi juga memberikan dampak sosial yang besar. Ia aktif membagikan ilmu merajut kepada warga sekitar.
Dari yang awalnya hanya beberapa orang, kini semakin banyak warga desa yang mengikuti jejaknya menjadi pengrajin rajut. Kehadiran Idha menjadi inspirasi sekaligus penggerak ekonomi lokal.
“Awalnya saya hanya ingin usaha kecil untuk membantu keluarga, tapi sekarang saya bersyukur bisa berbagi ilmu dan membuka peluang bagi warga sekitar,” ujar Idha.
Usaha Idha Rajut juga telah menunjukkan kiprah yang membanggakan. Hingga saat ini, Idha tercatat telah mengikuti 11 kali event pameran, memperkenalkan produknya ke berbagai kalangan.
Jangkauan pemasarannya pun semakin luas, tidak hanya di wilayah lokal, tetapi telah merambah berbagai daerah di Indonesia. Produk-produk rajutnya kini sudah sampai ke wilayah timur seperti Jayapura, Kalimantan, hingga wilayah barat seperti Jawa Barat dan Jakarta.
Salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan usahanya terjadi pada tahun 2024, ketika produknya dibeli langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa karya dari desa pun mampu mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Di balik kesuksesannya, Idha tidak berjalan sendiri. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PNM Mekaar Wonogiri yang telah setia mendampingi dan mendukung perkembangan usahanya. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan dan pertumbuhan usahanya.
Ke depan, Idha memiliki harapan besar. Ia ingin membawa Idha Rajut menembus pasar internasional dan memperkenalkan karya rajut Indonesia ke dunia. Lebih dari itu, ia juga berharap semakin banyak pengrajin rajut hebat yang lahir dari desanya.
“Harapan saya, rajut ini bisa menjadi karya istimewa yang diterima masyarakat luas. Saya juga ingin semakin banyak rajuter hebat yang muncul dan berkembang bersama,” tuturnya penuh optimisme.
Kisah Idha Royani menjadi bukti bahwa dari desa kecil, dengan tekad dan kemauan berbagi, seseorang mampu menciptakan dampak besar. Rajutan benang yang ia hasilkan bukan sekadar produk, melainkan simbol harapan, kemandirian, dan semangat untuk terus maju.(Cahyospirit)















