HANGATKAN SUASANA SERTA WUJUDKAN PELAYANAN PRIMA, KALAPAS KLATEN BAGIKAN EXSTRA FOODING NASI GORENG SPESIAL BAGI WARGA BINAAN
Kepala Lapas (Kalapas) Klaten memimpin langsung pembagian makanan tambahan atau extra fooding berupa menu nasi goreng spesial kepada seluruh penghuni hunian pada malam ini.KLATEN KMR -Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Klaten terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Sebagai bentuk perhatian nyata terhadap pemenuhan hak nutrisi, Kepala Lapas (Kalapas) Klaten memimpin langsung pembagian makanan tambahan atau extra fooding berupa menu nasi goreng spesial kepada seluruh penghuni hunian pada malam ini.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas pemberian makan, melainkan bagian dari upaya persuasif pihak lapas dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Dengan terjun langsung ke blok-blok hunian. Kalapas memastikan bahwa kualitas rasa dan kebersihan makanan yang disajikan telah memenuhi standar kesehatan. Aroma khas nasi goreng yang hangat disambut antusias oleh para warga binaan yang mengantre dengan tertib.
Kalapas Klaten menyampaikan bahwa pemberian extra fooding ini merupakan bentuk apresiasi atas sikap kooperatif para warga binaan dalam mengikuti seluruh program pembinaan di dalam Lapas. Menurutnya, pendekatan dari hati ke hati, salah satunya melalui pemberian makanan yang layak dan bervariasi. sangat efektif untuk membangun kedekatan emosional serta meminimalisir potensi konflik di lingkungan pemasyarakatan.
"Kami ingin memastikan bahwa meskipun mereka sedang menjalani masa pidana, hak hak dasar seperti asupan nutrisi tetap terpenuhi dengan baik. Menu nasi goreng ini kami pilih sebagai variasi agar para warga binaan tidak merasa jenuh dengan menu harian, sekaligus memberikan suasana kekeluargaan di dalam sini ujar Kalapas di sela sela pembagian makanan.
Program pemberian makanan tambahan ini diharapkan dapat memotivasi warga binaan untuk terus berkelakuan baik dan semangat dalam mengikuti pelatihan kemandirian. Suasana hangat yang tercipta selama pembagian nasi goreng tersebut mencerminkan bahwa Lapas Kelas IIB Klaten tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga wadah pembinaan yang memanusiakan manusia.(Aulia/Pimred Cahyospirit)
